Musik

Suka Bicara Lingkungan, Mengapa Coldplay Masih Pakai Private Jet?

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 18 November 2023
Suka Bicara Lingkungan, Mengapa Coldplay Masih Pakai Private Jet?

Sebagian besar penerbangan band ini menggunakan penerbangan komersial, tapi kadang-kadang penerbangan pribadi digunakan untuk band, kru, dan peralatan. (Foto: Youtube/15 MOF)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

COLDPLAY selesai menggelar konsernya di Jakarta pada Rabu (15/11). Mereka bertolak ke Perth, Australia, pada Jum'at (17/11) menggunakan private jet Global Wings. Padahal Coldplay sering bicara efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan. Mengapa mereka masih menggunakan private jet yang dianggap boros emisi?

Konser Coldplay di Jakarta kemarin termasuk rangkaian konser dunia Coldplay yang bertajuk "Music of the Spheres World Tour". Coldplay berupaya mengampanyekan konser ramah lingkungan, sebuah cara pandang dan praktik baru dalam menggelar dan menikmati konser.

Coldplay menggunakan sistem baterai listrik untuk audio, lampu, dan alat elektronik lainnya untuk menyokong gelaran konser. Tujuannya efisiensi dan kampanye energi terbarukan.

Band ini juga membiasakan penggunaan kendaraan listrik dan bahan bakar alternatif semaksimal mungkin dan menekan produksi sampah atau penggunaan plastik seminimal mungkin.

Coldplay bahkan menyokong misi The Ocean Cleanup membersihkan sampah di Sungai Cisadane. Sebagian keuntungan konsernya diberikan kepada The Ocean Cleanup.

"Coldplay kembali mendukung misi The Ocean Cleanup untuk mengurangi sampah plastik dengan cara mengadopsi Interceptor 020," tulis The Ocean Cleanup, organisasi asal Belanda, sebagai takarir di Instagram.

Baca juga:

Coldplay Sumbang Kapal The Ocean Cleanup untuk Bersihkan Sungai Cisadane

coldplay
Coldplay bahkan menyokong misi The Ocean Cleanup membersihkan sampah di Sungai Cisadane. (Foto: Instagram/Coldplay)

Coldplay menerapkan semua hal untuk menyelamatkan lingkungan karena terinspirasi dan dibantu oleh orang-orang brilian juga pemikir kreatif yang peduli lingkungan.

"Terima kasih kepada semua orang brilian dan pemikir kreatif yang telah membantu kami sejauh ini," kata Coldplay dalam situs resminya.

Meski begitu, Coldplay belum bisa menghindari penerbangan dengan private jet sepenuhnya. Padahal private jet telah menjadi sasaran kritik aktivis lingkungan karena menghasilkan emisi karbon yang banyak.

"Jet pribadi mengeluarkan gas rumah kaca sekitar 10 kali lebih banyak per penumpang dibandingkan penerbangan komersial. Emisi swasta telah meningkat sebesar 23% sejak tahun 2019," ungkap Chuck Collins dkk dalam "High Flyer 2023: How Ultra-Rich Private Jet Travel Costs the Rest of Us and Burns up the Planet".

Menyadari penggunaan pesawat pribadi berdampak besar pada kerusakan lingkungan, Coldplay memilih menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF).

Biaya SAF jauh lebih mahal daripada bahan bakar biasa. Namun, Coldplay bersedia menanggung itu demi mengurangi emisi. Bahan bakar ini diakui dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dari seluruh perjalanan udara hingga 80%.

Baca juga:

Cara Coldplay Gelar Konser Ramah Lingkungan

"Kami mendapatkan SAF yang 100% dihasilkan dari limbah dan residu, seperti minyak goreng bekas dari restoran," ungkap Coldplay.

Coldplay menerapkan standar ini untuk penerbangan komersial dan pribadi mereka menuju negara konser. Penerbangan Coldplay menuju negara konser sebenarnya lebih banyak menggunakan pesawat komersil daripada pribadi.

"Sebagian besar penerbangan band ini menggunakan penerbangan komersial, tapi kadang-kadang penerbangan pribadi digunakan untuk band, kru, dan peralatan," sebut Coldplay.

Coldplay juga mengakui bahwa mereka lebih menyukai perjalanan darat menggunakan kendaraan listrik atau biofuel. Namun, mereka tak selalu bisa melakukan perjalanan darat mengingat bentang alam dan jarak tempat konser yang berbeda.

Itulah mengapa Coldplay kadang masih harus menggunakan private jet. (dru)

Baca juga:

Coldplay Menjanjikan Tur Dunia 2022 yang Ramah Lingkungan

#Coldplay #Ramah Lingkungan #Pesawat
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Indonesia
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
Tak hanya soal navigasi, Lasarus juga menerima laporan mengenai riwayat teknis armada yang kurang prima
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
Indonesia
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Dalam proses evakuasi tersebut, personel sempat dihadapkan pada tantangan medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Indonesia
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Selain keluarga korban Muhammad Farhan di Sulsel, salah seorang keluarga korban lainnya Esther Aprilita sebagai pramugari di pesawat ATR tersebut juga mendatangi Biddokes di Provinsi Jawa Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Indonesia
Tim SAR Temukan Serpihan Badan dan Ekor Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Maros, Pencarian Korban Difokuskan Menemukan Penyintas
Penemuan serpihan pesawat ini menjadi petunjuk penting dalam mempersempit area pencarian.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Tim SAR Temukan Serpihan Badan dan Ekor Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Maros, Pencarian Korban Difokuskan Menemukan Penyintas
Indonesia
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung
Badan pesawat ditemukan tim SAR darat setelah adanya laporan temuan serpihan dari tim yang melakukan penyisiran lokasi menggunakan pesawat.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung
Indonesia
Polda Sulsel Siapkan Tim Identifikasi Jenazah Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Diduga Jatuh di Maros, Kapolda Jamin Hasil Keluar secara Cepat dan Akurat
Posko antemortem tersebut akan didirikan di Rumah Sakit TNI Angkatan Udara dr Dody Sardjito, kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Polda Sulsel Siapkan Tim Identifikasi Jenazah Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Diduga Jatuh di Maros, Kapolda Jamin Hasil Keluar secara Cepat dan Akurat
Indonesia
Relawan Medis ke Aceh Transit Malaysia, DPR Soroti Mahalnya Harga Tiket Pesawat Domestik
Harga tiket pesawat domestik kembali disorot. DPR menilai mahalnya tiket dipicu PPN, avtur, dan bea masuk suku cadang, serta mendesak reformasi kebijakan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Relawan Medis ke Aceh Transit Malaysia, DPR Soroti Mahalnya Harga Tiket Pesawat Domestik
Indonesia
Pesawat ke-2 A400M MRTT Bagi Indonesia Uji Terbang di Spanyol
Uji terbang ini dilakukan untuk memastikan kualitas pesawat pesanan Kementerian Pertahanan itu sebelum dikirim ke Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Desember 2025
Pesawat ke-2 A400M MRTT Bagi Indonesia Uji Terbang di Spanyol
Indonesia
Seluruh Armada Airbus A320 di Indonesia Rampungkan Pembaruan Software ELAC
Semua maskapai Indonesia telah merampungkan pembaruan ELAC pada Airbus A320. Langkah ini memastikan standar keselamatan penerbangan tetap terjaga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Desember 2025
Seluruh Armada Airbus A320 di Indonesia Rampungkan Pembaruan Software ELAC
Indonesia
Pesawat N219 Nurtanio Buatan PTDI Siap Terjun ke Pasar Komersial Angkut Penumpang dan Kargo
PTDI menargetkan 10 titik di Kepulauan Riau untuk penerbangan komersial N219
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Pesawat N219 Nurtanio Buatan PTDI Siap Terjun ke Pasar Komersial Angkut Penumpang dan Kargo
Bagikan