Sudirman Said Ajak Tokoh Nasional Berada di Barisan Anies
Sudirman Said. (Foto: Antara)
MerahPutih.com - Tahapan pemilu terus berlangsung. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.
Saat ini, ada tiga orang calon presiden yang mengemuka ke publik diantaranya Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.
Baca Juga:
Internal Koalisi Pertanyakan Anies Tak Kunjung Tunjuk Siapa Cawapresnya
Juru bicara Anies Baswedan, Sudirman Said mengajak para tokoh nasional untuk memperkuat barisan pemenangan bakal calon presiden Anies Baswedan.
"Kami mengundang sebanyak mungkin figur yang terpercaya untuk bergabung memperkuat Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP)," katanya.
Dia juga mengapresiasi sejumlah tokoh nasional yang digadang-gadang jadi bakal calon wakil presiden atau berpasangan dengan Anies Baswedan. Beberapa di antaranya adalah Susi Pudjiastuti, Yenny Wahid, Khofifah Indar Parawansa. Selain nama yang sudah umum didengar Agus Harrimurti Yudhoyono (AHY) dan Achmad Heryawan.
“Kami bersyukur semakin banyak tokoh yang membuka diri, bersedia mempertimbangkan untuk menjadi pasangan Pak Anies," ujarnya.
Menurut dia, Anies semakin dipercaya sebagai figur yang memberi harapan perbaikan ke depan.
Dia menegaskan kembali, jika nama cawapres saat ini sudah ada dengan Anies Baswedan.
"Karena Bacawapres akhirnya hanya satu, maka alangkah baiknya bila tokoh-tokoh tersebut berkenan bergabung memperkuat barisan yang memperjuangkan perubahan dan perbaikan," harapnya. (Knu)
Baca Juga:
NasDem Sebut Duet Anies-Yenny Representatif
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Istana Bantah Isu Pemilihan Presiden Lewat MPR, Pastikan Tetap Dipilih Rakyat
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional
ICW Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rugikan Demokrasi dan Fasilitasi Politik Transaksional
Junta Gelar Pemilu Pertama Sejak Kudeta Militer Pada 2021
MK Tolak Gugatan Rakyat Bisa Pecat DPR, Pilihannya Jangan Dipilih Lagi di Pemilu
Ketua DKPP Sebut Kritik Media Massa Vitamin yang Menyehatkan
DKPP Janji Penyelesaian Etik Penyelenggara Pemilu Dijamin Cepat
TII Rekomendasikan 7 Penguatan Demokrasi, Termasuk Pemisahan Jadwal Pemilu
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara