Strategi Komisi XI DPR RI Akselerasi Ekonomi 2026 Melalui Perlindungan Sosial dan Subsidi Tepat Sasaran

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Strategi Komisi XI DPR RI Akselerasi Ekonomi 2026 Melalui Perlindungan Sosial dan Subsidi Tepat Sasaran

Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun (Antara/HO-DPR)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun, menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan instrumen vital untuk menjamin kesejahteraan masyarakat dan menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.

“APBN pada dasarnya adalah alat negara untuk memastikan kesejahteraan rakyat dan menjaga keberlanjutan pembangunan,” ujar Misbakhun, Jumat (30/1).

Misbakhun memaparkan bahwa hampir 30 persen dari total belanja negara dialokasikan khusus untuk sektor perlindungan sosial, subsidi, dan bantuan sosial. Dana tersebut mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari jaminan kesehatan, subsidi transportasi publik, hingga bantuan pendidikan.

Baca juga:

Iuran Indonesia ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump Sebagian Bakal Dari APBN

Alokasi besar ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global serta menopang stabilitas ekonomi domestik.

Menurutnya, strategi pembangunan Indonesia telah disusun secara sistematis melalui hierarki perencanaan yang matang, mulai dari RPJPN, RPJMN, hingga RKP yang bermuara pada implementasi APBN.

“Pertumbuhan dan pemerataan merupakan dua instrumen kebijakan yang berbeda, tetapi saling berkaitan. Pertumbuhan didorong melalui kebijakan makro, sedangkan pemerataan dijalankan melalui program-program lanjutan,” jelas Legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut.

Target Pertumbuhan dan Sinergi Kebijakan

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Anetta Komarudin, mengungkapkan bahwa tahun 2026 menjadi fase krusial bagi penguatan dan akselerasi ekonomi nasional. Pemerintah dan DPR RI telah menyepakati target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dalam APBN 2026.

Baca juga:

Defisit APBN Melebar, Ekonomi Downfall

Puteri menekankan bahwa pencapaian target tersebut memerlukan kerja sama yang solid antar lini kebijakan.

“Perlu sinergi kuat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkualitas, dan berkelanjutan,” ungkap Puteri.

Selain target pertumbuhan, fokus utama lainnya adalah pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar. Langkah ini dianggap sangat penting untuk menahan tekanan harga, terutama bagi sektor industri yang masih bergantung pada bahan baku impor, sehingga stabilitas harga di tingkat konsumen tetap terjaga.

#Mukhamad Misbakhun #DPR #DPR RI
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Strategi Komisi XI DPR RI Akselerasi Ekonomi 2026 Melalui Perlindungan Sosial dan Subsidi Tepat Sasaran
Puteri menekankan bahwa pencapaian target tersebut memerlukan kerja sama yang solid antar lini kebijakan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Strategi Komisi XI DPR RI Akselerasi Ekonomi 2026 Melalui Perlindungan Sosial dan Subsidi Tepat Sasaran
Indonesia
DPR Apresiasi Mundurnya Dirut, BEI Perlu Pemimpin Paham Dinamika Global
IHSG merupakan tolok ukur utama kondisi pasar dan ekonomi bangsa yang tidak hanya berdampak pada investor domestik, tetapi juga menjadi cerminan kepercayaan pasar internasional
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Januari 2026
DPR Apresiasi Mundurnya Dirut, BEI Perlu Pemimpin Paham Dinamika Global
Indonesia
Buntut Trading Halt Beruntun, Dirut BEI Buktikan Tanggung Jawab Moral Melalui Pengunduran Diri
Komisi XI DPR RI mendesak agar proses seleksi pengganti dilakukan dengan standar integritas yang tinggi
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Buntut Trading Halt Beruntun, Dirut BEI Buktikan Tanggung Jawab Moral Melalui Pengunduran Diri
Indonesia
LPSK Dinilai Lamban Tangani Kasus di Daerah, DPR Desak Pembentukan Kantor Perwakilan Provinsi
LPSK didesak segera memperbanyak kantor perwakilan di tingkat provinsi guna memastikan korban kejahatan mendapatkan akses perlindungan yang cepat dan merata. ?
Dwi Astarini - Jumat, 30 Januari 2026
LPSK Dinilai Lamban Tangani Kasus di Daerah, DPR Desak Pembentukan Kantor Perwakilan Provinsi
Indonesia
Banjir Jawa, DPR Nilai Modifikasi Cuaca hanya Solusi Jangka Pendek
Modifikasi cuaca dinilai penting dalam kondisi darurat, tapi tidak dapat dijadikan satu-satunya andalan dalam penanggulangan bencana.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Januari 2026
Banjir Jawa, DPR Nilai Modifikasi Cuaca hanya Solusi Jangka Pendek
Indonesia
Dana Bagi Hasil Balikpapan Dipangkas hingga 70 Persen, DPR: itu Hak Daerah yang Wajib Dikembalikan
Dana Bagi Hasil untuk Balikpapan dipangkas hingga 70 persen. Anggota DPR RI, Syafruddin, memprotes keras kebijakan tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Dana Bagi Hasil Balikpapan Dipangkas hingga 70 Persen, DPR: itu Hak Daerah yang Wajib Dikembalikan
Indonesia
Komisi XII DPR Soroti Mafia Migas, Penyalahgunaan BBM Dinilai sebagai Kejahatan Sistematis
Anggota Komisi XII DPR, Rico Alviano, mendesak penegakan hukum untuk mafia migas. Hal itu terungkap setelah ditemukan pelangsiran BBM.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Komisi XII DPR Soroti Mafia Migas, Penyalahgunaan BBM Dinilai sebagai Kejahatan Sistematis
Indonesia
BMKG dan BNPP Diminta Gandeng Influencer dan Aplikasi Populer Sebagai Modernisasi Early Warning System
Basarnas juga diminta memberikan perhatian khusus pada materi SAR
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
BMKG dan BNPP Diminta Gandeng Influencer dan Aplikasi Populer Sebagai Modernisasi Early Warning System
Indonesia
Perkuat Sistem Pajak, DPR RI Pertahankan Pasal Kerahasiaan UU KUP
DPR RI menyoroti penggunaan frasa ‘pihak lain’ dalam pasal tersebut sebagai bentuk larangan yang bersifat menyeluruh
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Perkuat Sistem Pajak, DPR RI Pertahankan Pasal Kerahasiaan UU KUP
Indonesia
Dongkrak Produksi Petani, DPR Minta Plafon KUR di bawah Rp 10 Juta Dihitung Ulang
DPR RI juga menekankan pentingnya penguatan sistem informasi kredit dan peran lembaga penjamin dalam memitigasi risiko kredit bermasalah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Dongkrak Produksi Petani, DPR Minta Plafon KUR di bawah Rp 10 Juta Dihitung Ulang
Bagikan