Sting: Musisi Perlu Pertahankan Karya Melawan Kemunculan Lagu-Lagu AI
Komentar Sting diutarakan menyusul pemutaran sejumlah lagu menggunakan kecerdasan buatan. (Foto: wikimedia)
STING mengatakan para musisi tengah menghadapi 'pertempuran; untuk mempertahankan karya mereka melawan kemunculan lagu-lagu yang ditulis oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Bahan penyusun musik adalah milik kita, milik manusia. Itu akan menjadi pertempuran yang harus kita lawan dalam beberapa tahun ke depan: ,empertahankan sumber daya manusia kita dari AI," katanya kepada BBC (18/5).
Komentar Sting diutarakan menyusul pemutaran sejumlah lagu menggunakan kecerdasan buatan untuk "mengkloning" vokal artis terkenal.
Pada bulan Februari, DJ David Guetta menggunakan teknologi tersebut untuk menambahkan "suara" Eminem untuk salah satu lagunya. Selain itu, duet palsu antara Drake dan The Weeknd menjadi viral pada April lalu.
Lagu duet palsu itu akhirnya ditarik dari layanan streaming setelah ada keluhan hak cipta dari Universal Music Group (UMG), yang juga merupakan label yang merilis musik Sting.
Baca juga:
Lagu AI Drake dan The Weeknd Dihapus dari Platform Streaming
"Ini mirip dengan cara saya menonton film dengan CGI. Sama sekali tidak membuat saya terkesan. Saya langsung bosan saat melihat gambar yang dihasilkan komputer. Saya membayangkan saya akan merasakan hal yang sama tentang AI yang membuat musik," kata Sting.
Mungkin untuk musik disko elektronik, itu berhasil. Namun untuk lagu, yang mengekspresikan emosi, Sting merasa tidak akan tergerak olehnya.
Industri rekaman dengan cepat bergerak melawan kecerdasan buatan, meluncurkan grup yang disebut Human Artistry Campaign. Mereka juga memperingatkan bahwa perusahaan AI melanggar hak cipta dengan melatih perangkat lunak mereka pada musik yang dirilis secara komersial.
Apakah musik yang ditulis AI dapat dilindungi hak cipta? Ini masih dalam perdebatan. Di bawah undang-undang hak cipta Inggris, misalnya, karya yang dihasilkan oleh AI, secara teoritis dapat dilindungi.
Namun, US Copyright Office baru-baru ini memutuskan bahwa seni AI, termasuk musik, tidak dapat dilindungi hak cipta karena "bukan hasil karya manusia".
Baca juga:
Tidak semua orang menentang teknologi tersebut. Pentolan Pet Shop Boys, Neil Tennant baru-baru ini menyarankan AI untuk membantu musisi mengatasi kemacetan ide dalam penulisan.
"Ada sebuah lagu yang kami tulis bagian refrein-nya pada 2003 dan kami tidak pernah menyelesaikannya karena saya tidak bisa memikirkan apa pun untuk syairnya," katanya kepada Radio Times.
"Namun, sekarang dengan AI Anda bisa memberikan bit yang telah kamu tulis, tekan tombolnya dan biarkan dia mengisi bagian yang kosong. Kamu kemudian bisa menulis ulang, tapi tetap bisa menjadi alat bantu," ujar Tennant.
Sting setuju dengan pengamatan Tennant, tapi hanya sampai titik tertentu. “Alat-alat bantu berguna, tapi kita harus mengendalikannya. Kurasa kita tidak bisa membiarkan mesin mengambil alih begitu saja. Kita harus waspada,” katanya.
Dia berbicara tentang AI menjelang penghargaan penulisan lagu Ivor Novello yang bergengsi di Inggris pada hari Kamis (18/5), sebelum dia menerima penghargaan tertinggi dalam organisasi tersebut.
Hanya 23 orang yang menjadi Ivor Academy Fellow. Ada legenda Inggris Paul McCartney, Kate Bush, Elton John dan Annie Lennox. Mereka merupakan penerima penghargaan tersebut. (aru)
Baca juga:
Bagikan
Hendaru Tri Hanggoro
Berita Terkait
Grok AI Belum Punya Filter Pornografi, DPR Tuntut Langkah Proaktif Kemkomdigi
Manipulasi Gambar Jadi Konten Porno, DPR Dukung Komdigi Blokir Grok AI
Samsons Tutup 2025 dengan Single Hangat 'Tentang Kita', Simak Lirik Lagunya
The Funeral Portrait Rilis EP 'Dark Thoughts', Angkat Tema Personal dan Solidaritas
Dari Sabaton hingga Yellowcard, Better Noise Music Panen Prestasi di 2025
James Alyn HYBS Gandeng PREP Rilis Single Penuh Harapan 'Don’t Worry', Simak Lirik Lengkapnya
Earhouse Buka Ruang Kolaborasi Pergerakan Komunitas Seni
Dian Sastrowardoyo: Peran Perempuan Krusial di Tengah Disrupsi Teknologi AI
Allan Andersn Rilis Single 'Senafas', Kolaborasi Internasional dengan Komposer Malaysia
100 Musisi Bersatu Gelar Konser Amal Heal Sumatra untuk Korban Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut