Sri Sultan HB X Usulkan 1 Maret Sebagai Hari Besar Nasional

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 13 Oktober 2021
Sri Sultan HB X Usulkan 1 Maret Sebagai Hari Besar Nasional

Sri Sultan Hamengku Buwono X Saat meninjau lokasi penambangan di lereng Merapi. (Foto: MP/Humas Kepatihan DIY)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X mengusulkan kepada pemerintah pusat agar 1 Maret dijadikan hari besar nasional. Pada 1 Maret 1949 terjadi peristiwa besar rakyat berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serangan Belanda.

Peristiwa yang sering disebut Serangan Umum 1 Maret bermula dari adanya Agresi Militer Belanda II atas pendudukan Ibukota RI di Yogyakarta dan beberapa wilayah sekitarnya.

Sri Sultan HB X menilai peristiwa serangan tersebut menjadi tonggak awal dimulainya kembali perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI oleh seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga:

Sultan HB X Dorong Peningkatan Penggunaan Aksara Jawa di Ranah Digital

"Serangan Umum 1 Maret 1949 itu merupakan bagian perjuangan Bangsa sehingga layak diperingati sebagai Hari Besar Nasional," tegas Sri Sultan dalam keterangan pers di Yogyakarta, Selasa (12/10).

Serangan bermulai saat pasukan Belanda datang dan menduduki kembali Indonesia pada1949. Belanda melakukan propaganda dengan menyebarkan berita palsu pada dunia bahwa negara Indonesia sudah tidak ada dan TNI sudah "mati".

Raja yang berkuasa saat itu, Sri Sultan HB IX mengirim surat kepada Panglima Sudirman agar mengadakan serangan guna merebut kembali Yogyakarta dari tangan Belanda. Saat itu ibu kota RI dipindahkan sementara ke Yogyakarta

Serangan Umum dilakukan pada tanggal 1 Maret 1949 pada pukul 06.00 pagi. Dalam serangan yang hanya berlangsung selama 6 jam pasukan Indonesia di bawah pimpinan jendral Sudirman berhasil merebut kembali Yogyakarta dari Belanda.

TNI kemudian mundur dan kembali ke markas. Berita kemenangan ini kemudian menyebar hingga akhirnya sampai ke Washington DC Amerika Serikat yang mana saat itu PBB sedang bersidang dan diikuti perwakilan Indonesia.

"Sejatinya peristiwa tersebut respons balik terhadap Agresi Belanda ke II atas pendudukan Belanda di Yogyakarta Ibukota Republik Indonesia.” ujar Sri Sultan HB X.

Sri Sultan Hamengkubuwono X Saat meninjau lokasi penambangan di lereng Merapi. (Foto: MP/Humas Kepatihan DIY)
Sri Sultan Hamengku Buwono X Saat meninjau lokasi penambangan di lereng Merapi. (Foto: MP/Humas Kepatihan DIY)

Dampak dari Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah ditegakkan kembali kedaulatan Republik Indonesia. Karena serangan yang dirancang sebagai peristiwa politik militer ini bertujuan agar Republik Indonesia dianggap tetap eksis meski kepemimpinan Negara ditawan. Serangan ini terbukti berdampak dikancah Internasional.

Dalam peristiwa ini Jendral Sudirman dan Sri Sultan HB IX memegang peran besar dalam merebut kembali kemerdekaan Indonesia dari tangan Belanda.

Sri Sultan HB X menegaskan keinginan menjadikan tanggal 1 Maret sebagai hari besar nasional bukan untuk menokohkan seseorang, tetapi sebuah ikhtiar untuk mengingat kembali kesatu paduan perjuangan TNI bersama rakyat .

"Dengan ditetapkannya Serangan Oemum 1 Maret 1949 menjadi Hari Besar Nasional menjadi memori kolektif yang tak terlupakan dalam sejarah menegakkan Proklamasi Republik Inndonesia 17 Agustus 1945 oleh segenap masyarakat Indonesia,“ tegas Raja Yogyakarta ini.

Baca Juga:

Presiden Jokowi Dorong Sri Sultan HB X Percepat Realisasi Kekebalan Kelompok di DIY

Pihaknya selama ini sudah beberapa kali mengusulkan hal ini. Selain itu Pemda DIY sudah melakukan sosialisai Nasional secara berkala kepada masyarakat luas di luar wilayah DIY dengan mengundang Pemerintah Provinsi dari seluruh Indonesia, komunitas sejarah dan masyarakat umum.

Lingkup lokal dalam rangka memperingati Hari Besar Nasional SO 1 Maret, DIY secara rutin dirayakan dengan berbagai ragam kegiatan antara lain diskusi refleksi sejarah, gelar seni pameran dan kajian sejarah. (Patricia Vicka/Yogyakarta)

#Breaking #Sri Sultan HB X #Sri Sultan Hamengkubuwono X
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Info Gempa Terkini Jawa Tengah: Magnitudo 5,4 Berpusat di Tenggara Cilacap Siang Ini
Info gempa Cilacap hari ini dengan kekuatan magnitudo 5,4 baru saja mengguncang wilayah Jawa Tengah pada Jumat siang (4/9). Cek lokasi pusat gempa dan detail kedalamannya di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 04 September 2026
Info Gempa Terkini Jawa Tengah: Magnitudo 5,4 Berpusat di Tenggara Cilacap Siang Ini
Indonesia
Akhirnya Status Gunung Sinabung Naik ke Level III Siaga, Zona Bahaya Diperluas
Gunung Sinabung di Karo, Sumut, naik status dari Level II ke Level III (Siaga) setelah erupsi hebat dengan kolom abu 3,5 km
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Akhirnya Status Gunung Sinabung Naik ke Level III Siaga, Zona Bahaya Diperluas
Olahraga
Persib Bandung Luncurkan Jersey Baru untuk 2026/2027, Bukan Sekadar Identitas tetapi Bagian Cerita Bobotoh
Mengusung tema “Lives Inside Us”, jersey baru Persib Bandung digambarkan sebagai “jubah perang” yang membawa identitas Persib, semangat pemain, serta energi Bobotoh.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Persib Bandung Luncurkan Jersey Baru untuk 2026/2027, Bukan Sekadar Identitas tetapi Bagian Cerita Bobotoh
Indonesia
Pagi Ini Anak Krakatau Erupsi 09.41 WIB, Nelayan Dilarang Masuk Radius 3 KM
Gunung Anak Krakatau erupsi Senin pagi dengan kolom abu setinggi 250 meter pukul 09.41 WIB tadi.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Pagi Ini Anak Krakatau Erupsi 09.41 WIB, Nelayan Dilarang Masuk Radius 3 KM
Indonesia
Hari Ini 4 Jasad Baru Ditemukan, Korban Tewas Gempa NTT Jadi 75 Orang
BNPB mencatat korban tewas gempa NTT terus bertambah jadi 75 orang. Ribuan gempa susulan masih terjadi, termasuk gempa 5,7 SR pada Kamis pagi.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Hari Ini 4 Jasad Baru Ditemukan, Korban Tewas Gempa NTT Jadi 75 Orang
Indonesia
Negara Rugi Rp 255 Miliar, Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso Divonis 4 Tahun Bui
Mantan Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso, divonis 4 tahun penjara karena terbukti melakukan korupsi jual beli gas. Kasus ini merugikan negara Rp255 miliar.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Negara Rugi Rp 255 Miliar, Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso Divonis 4 Tahun Bui
Dunia
Kebakaran Kapal Dermaga Muara Baru Jakut Masih Membara, 11 Mobil Damkar Berjibaku
Kapal terbakar di Dermaga Muara Baru, Jakarta Utara. Sudin Gulkarmat kerahkan 11 mobil damkar dan 30 personel. Api masih menyala, penyebab dan kerugian masih diselidiki.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
Kebakaran Kapal Dermaga Muara Baru Jakut Masih Membara, 11 Mobil Damkar Berjibaku
Indonesia
Bus Transjakarta Mogok di Jalur Langit, Penumpang Koridor 13 Terpaksa Turun
Bus Transjakarta mogok di Petukangan, Jakarta Selatan, hingga mengganggu perjalanan Koridor 13. Operasional sejumlah rute dialihkan dan diperpendek.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Bus Transjakarta Mogok di Jalur Langit, Penumpang Koridor 13 Terpaksa Turun
Indonesia
Dinas-Dinas Pemkab Puncak Papua Dibakar Massa Imbas Ricuh Dana Desa
Massa membakar sejumlah kantor Pemkab Puncak di Ilaga, Papua Tengah, akibat protes penyaluran dana desa tahap I 2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Dinas-Dinas Pemkab Puncak Papua Dibakar Massa Imbas Ricuh Dana Desa
Olahraga
Jorge Messi Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun, Lionel Messi Berduka
Jorge Messi, ayah sekaligus agen Lionel Messi, meninggal dunia di Rosario, Argentina, pada usia 68 tahun setelah lama mengalami sakit.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
 Jorge Messi Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun, Lionel Messi Berduka
Bagikan