SPPG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Cak Imin: Jangan Ada Bahan Impor
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Foto: Dok. Kemenko Pemberdayaan Masyarakat)
MerahPutih.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) benar-benar menjadi penggerak ekonomi lokal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam acara penganugerahan Penghargaan Inspiradaya kepada dapur SPPG terbaik, Cak Imin menekankan pentingnya kemandirian serta pemanfaatan penuh bahan baku lokal.
Penghargaan tersebut diberikan kepada dapur yang mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru, melibatkan komunitas sekitar, dan memutus ketergantungan pada bahan impor.
“Jangan sekali-kali menggunakan bahan impor dalam produksi MBG. Bahkan banyak yang memakai tepung impor tanpa sadar. Padahal karbohidrat itu bisa diciptakan dari produktivitas lokal masing-masing daerah,” tegasnya di Jakarta, Selasa (9/12).
Cak Imin mencontohkan sejumlah inovasi daerah, seperti Papua yang mengoptimalkan sagu, Maluku berbasis singkong, hingga pengembangan alternatif pengganti susu dari bahan pangan lokal.
Menurutnya, inilah model ideal SPPG—tidak hanya memasak, tetapi menggerakkan petani dan komunitas sekitar menjadi lebih produktif.
“Yang sebelumnya tidak pernah menanam menjadi penanam, dan hasilnya dibeli oleh dapur. Inilah berkah SPPG,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Cak Imin meminta 20 SPPG terbaik nasional menjadi rujukan dan model pembelajaran.
“Kalau satu tahun ini dianggap masa penyesuaian silakan, tapi setelah itu jangan ada satu pun bahan impor. Videonya, kapasitasnya, keahlian dapur-dapur ini akan kita putar ke seluruh Indonesia untuk pembinaan lanjutan,” katanya.
Saat ditanya mengenai tindak lanjut larangan bahan impor, ia menjelaskan bahwa tahap awal masih berupa imbauan. Namun pemerintah tetap mendorong apresiasi bagi dapur yang paling inovatif dan konsisten memakai bahan lokal.
“Tepung, protein, dan semua bahan impor lainnya kita dorong untuk dihilangkan bertahap,” tegasnya.
Terkait harapan terhadap seluruh SPPG, Cak Imin kembali menegaskan arahan Presiden bahwa MBG tidak hanya berorientasi pada gizi siswa, tetapi juga pada penggerakan ekonomi masyarakat.
“Makan Bergizi Gratis bukan cuma soal gizi siswa, tapi bagaimana ekonomi masyarakat setempat bergerak,” pungkasnya. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Wakil Ketua Komisi IX DPR Usul 2 Skenario Pembagian MBG selama Ramadan
Dugaan Siswa Fiktif Terima MBG Gegerkan Sampang, Legislator Tegaskan Wajib Diusut
BPOM Apresiasi SPPG Polri, Makanan Anak Diuji Layaknya Hidangan VIP
BPOM Tinjau SPPG Polri, Standar Keamanan Pangan Dinilai Unggul
Imbas Insiden Keracunan MBG, 10 SPPG Dihentikan Sementara
[HOAKS atau FAKTA]: Gara-Gara Banyak Siswa yang Keracunan, Menkeu Purbaya Minta MBG Diganti Uang Tunai
[HOAKS atau FAKTA]: Kebijakan Makan Bergizi Gratis Ditolak Digelar saat Bulan Puasa karena Bertentangan dengan Nilai Agama
Kenyang Belum Seberapa, Plafon Sudah Menyapa: Siswa SD Ketiban Langit-Langit Saat Santap MBG
Video Makanan MBG Dibagikan Pakai Plastik Viral, Ini Penjelasan Resmi SPPG
TVRI Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026, Cak Imin Nilai Bisa Jadi Penggerak Ekonomi UMKM