Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

SPPG Diklaim Bisa Kurangi Pengangguran, Wamenaker Targetkan 1,7 Juta Pekerja

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 09 Februari 2026
SPPG Diklaim Bisa Kurangi Pengangguran, Wamenaker Targetkan 1,7 Juta Pekerja

Wamenaker, Afriansyah Noor, saat meninjau SPPG di Sondakan Solo, Minggu (8/2). Foto: MerahPutih/Ismail

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor mengatakan, program Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) bisa mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Ia bahkan menargetkan pada 2026, bahwa SPPG mampu menyedot 1,7 Juta lapangan kerja. Hal itu diungkapkan Afriansyah saat meninjau SPPG Sondakan 1, Kecamatan Laweyan, Solo, Mimggu (8/2).

“Kalau satu SPPG saja rata-rata (serap) 47 orang, atau taruhlah 50 orang, itu dikali sekarang ini ada hampir 15.000-an SPPG yang ditargetkan sekitar 22.000,” ujar Afriansyah, Minggu (8/2).

Ia mengungkapkan, SPPG tersebut bisa ikut membantu mengurangi angka pengangguran. Setelah menargetkan satu juta lapangan kerja di 2025, pemerintah mematok angka yang lebih tinggi di 2026.

“Pemerintah menargetkan 1,7 juta lapangan dari MBG. Ditarget 2026 ini akan berdiri semua SPPG, itu akan diserap sekitar 1,5 sampai dengan 1,7 (juta tenaga kerja). Itu baru di SPPG saja, belum lagi dampak terhadap UMKM yang menjual bahan-bahan yang dibutuhkan," paparnya.

Baca juga:

BGN Angkat 32 Ribu PPPK Februari, 97% Lebih Jalur Khusus untuk Kepala SPPG

Afriansyah menambahkan, angka pengangguran nasional tercatat berada di angka 7,4 juta orang atau sekitar 4,5 persen. Dengan hadirnya SPPG secara masif, pemerintah optimistis angka tersebut bisa terpangkas signifikan.

"Perkiraannya sekitar 1,5 juta bisa berkurang pengangguran terbukanya," ucap dia.

Ia juga menekankan kualitas perlindungan kerja. Pihaknya juga telah berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan jaminan sosial bagi para relawan dan pekerja SPPG.

"Bagaimana memberikan fasilitas layanan sosial berupa asuransi untuk anak-anak atau relawan yang memang sudah bekerja di SPPG tadi," tuturnya.

Baca juga:

MBG Tetap Jalan Selama Ramadan, Siswa Muslim Bawa Pulang Menu Kering

Afriansyah juga mewanti-wanti soal aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar insiden kecelakaan kerja seperti yang terjadi di Banyumas tidak terulang. Ia meminta kepala daerah aktif memonitor unit SPPG di wilayahnya.

"K3-nya perlu ditingkatkan. Kami tidak menginginkan terjadi accident seperti di salah satu kabupaten di Banyumas. Saya mohon bantuan kepala daerah untuk membantu memonitoring," katanya.

Sementara di Solo, terdapat sekitar 54 SPPG yang telah berdiri. Ia pun mengusulkan adanya program pemeriksaan kesehatan gratis secara rutin bagi para pekerja SPPG atas hasil kerja sama dengan pemerintah daerah.

Lalu, Wakil Satgas MBG Pemkot Solo, Purwanti mengatakan, wilayahnya sudah menyerap 1.700 pekerja dari 54 dapur SPPG. Jumlah pekerja itu berasal dari berbagai daerah di Soloraya.

Baca juga:

BPOM Apresiasi SPPG Polri, Makanan Anak Diuji Layaknya Hidangan VIP

"Di Solo SPPG menyerap hampir 1.700-an tenaga kerja dari 54 SPPG. Iya, jadi memang sebaran sumber tenaga kerja ini 73% Solo, yang lainnya itu ada yang Wonogiri, ada Boyolali, ada Sukoharjo, Karanganyar," kata Purwanti.

Purwanti menjelaskan, bahwa yang diterima kerja dari program Makan Bergizi Gratis dari semua aspek, baik dari ibu rumah tangga hingga lulusan Sekolah Dasar (SD). (Ismail/Jawa Tengah)

#SPPG #Makan Bergizi Gratis #Kementerian Ketenagakerjaan #Pengangguran #Lowongan Kerja
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
PDIP kirim surat setelah adanya pernyataan dari petinggi BGN yang menyebut hampir seluruh partai politik terlibat dalam pengadaan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
Indonesia
Program MBG untuk Kelompok Mampu Bakal Dihentikan? Ini Penjelasan Terbaru dari BGN
BGN masih mengevaluasi wacana penghentian program Makan Bergizi Gratis bagi kelompok mampu. Kajian tersebut ditargetkan rampung dalam satu bulan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 Juli 2026
Program MBG untuk Kelompok Mampu Bakal Dihentikan? Ini Penjelasan Terbaru dari BGN
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : MK Perintahkan Program MBG Dihentikan
Tidak ada keputusan MK maupun DPR yang menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] : MK Perintahkan Program MBG Dihentikan
Indonesia
Hentikan Pengumpulan Data Tata Kelola MBG di Daerah, Kejagung Digugat di PN Solo
Pangkal persoalan ini bermula ketika Jaksa Agung menerbitkan surat perintah pada 15 Juni 2026 agar seluruh jajaran Kejati mengumpulkan data atas pengelolaan MBG pada SPPG.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Hentikan Pengumpulan Data Tata Kelola MBG di Daerah, Kejagung Digugat di PN Solo
Indonesia
Tidak Gerus APBN, CSR Swasta Danai MBG SKhN 1 Kab Tangerang Diusung Jadi Acuan Nasional
Program Makan Bergizi Gratis di SKhN 1 Tangerang dibiayai CSR swasta tanpa APBN. PPATK menilai model ini bisa jadi acuan nasional untuk pendidikan inklusif.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
 Tidak Gerus APBN, CSR Swasta Danai MBG SKhN 1 Kab Tangerang Diusung Jadi Acuan Nasional
Indonesia
Prabowo Buka Peluang Kantin Sekolah Jadi Alternatif MBG, Minta Dikaji Dulu
Presiden RI, Prabowo Subianto, membuka opsi kantin sekolah jadi alternatif MBG. Ia pun meminta hal itu dikaji.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Prabowo Buka Peluang Kantin Sekolah Jadi Alternatif MBG, Minta Dikaji Dulu
Fun
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Bayi bernama Muhammad MBG Subianto viral di media sosial. Namanya dinilai unik dan akrab di telinga masyarakat.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: 500 Juta Anak Kurang Gizi karena MBG Diliburkan
Unggahan berisi klaim “500 juta anak kekurangan gizi usai MBG diliburkan” merupakan konten palsu.
Frengky Aruan - Selasa, 14 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: 500 Juta Anak Kurang Gizi karena MBG Diliburkan
Indonesia
Kejagung Instruksikan Kejati Hentikan Pendataan Program MBG, Cegah Penyalahgunaan Wewenang
Kejaksaan Agung menginstruksikan seluruh Kejati menghentikan pengumpulan data Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Kejagung Instruksikan Kejati Hentikan Pendataan Program MBG, Cegah Penyalahgunaan Wewenang
Berita
[HOAKS atau FAKTA ]: Program MBG Ditutup, Dananya Dialihkan ke Pendidikan
Mahkamah Konstitusi (MK) dikabarkan akan mengalihkan dana Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk program pendidikan.
Frengky Aruan - Senin, 13 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA ]: Program MBG Ditutup, Dananya Dialihkan ke Pendidikan
Bagikan