MerahPutih.com - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor mengatakan, program Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) bisa mengurangi angka pengangguran di Indonesia.
Ia bahkan menargetkan pada 2026, bahwa SPPG mampu menyedot 1,7 Juta lapangan kerja. Hal itu diungkapkan Afriansyah saat meninjau SPPG Sondakan 1, Kecamatan Laweyan, Solo, Mimggu (8/2).
“Kalau satu SPPG saja rata-rata (serap) 47 orang, atau taruhlah 50 orang, itu dikali sekarang ini ada hampir 15.000-an SPPG yang ditargetkan sekitar 22.000,” ujar Afriansyah, Minggu (8/2).
Ia mengungkapkan, SPPG tersebut bisa ikut membantu mengurangi angka pengangguran. Setelah menargetkan satu juta lapangan kerja di 2025, pemerintah mematok angka yang lebih tinggi di 2026.
“Pemerintah menargetkan 1,7 juta lapangan dari MBG. Ditarget 2026 ini akan berdiri semua SPPG, itu akan diserap sekitar 1,5 sampai dengan 1,7 (juta tenaga kerja). Itu baru di SPPG saja, belum lagi dampak terhadap UMKM yang menjual bahan-bahan yang dibutuhkan," paparnya.
Baca juga:
BGN Angkat 32 Ribu PPPK Februari, 97% Lebih Jalur Khusus untuk Kepala SPPG
Afriansyah menambahkan, angka pengangguran nasional tercatat berada di angka 7,4 juta orang atau sekitar 4,5 persen. Dengan hadirnya SPPG secara masif, pemerintah optimistis angka tersebut bisa terpangkas signifikan.
"Perkiraannya sekitar 1,5 juta bisa berkurang pengangguran terbukanya," ucap dia.
Ia juga menekankan kualitas perlindungan kerja. Pihaknya juga telah berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan jaminan sosial bagi para relawan dan pekerja SPPG.
"Bagaimana memberikan fasilitas layanan sosial berupa asuransi untuk anak-anak atau relawan yang memang sudah bekerja di SPPG tadi," tuturnya.
Baca juga:
MBG Tetap Jalan Selama Ramadan, Siswa Muslim Bawa Pulang Menu Kering
Afriansyah juga mewanti-wanti soal aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar insiden kecelakaan kerja seperti yang terjadi di Banyumas tidak terulang. Ia meminta kepala daerah aktif memonitor unit SPPG di wilayahnya.
"K3-nya perlu ditingkatkan. Kami tidak menginginkan terjadi accident seperti di salah satu kabupaten di Banyumas. Saya mohon bantuan kepala daerah untuk membantu memonitoring," katanya.
Sementara di Solo, terdapat sekitar 54 SPPG yang telah berdiri. Ia pun mengusulkan adanya program pemeriksaan kesehatan gratis secara rutin bagi para pekerja SPPG atas hasil kerja sama dengan pemerintah daerah.
Lalu, Wakil Satgas MBG Pemkot Solo, Purwanti mengatakan, wilayahnya sudah menyerap 1.700 pekerja dari 54 dapur SPPG. Jumlah pekerja itu berasal dari berbagai daerah di Soloraya.
Baca juga:
BPOM Apresiasi SPPG Polri, Makanan Anak Diuji Layaknya Hidangan VIP
"Di Solo SPPG menyerap hampir 1.700-an tenaga kerja dari 54 SPPG. Iya, jadi memang sebaran sumber tenaga kerja ini 73% Solo, yang lainnya itu ada yang Wonogiri, ada Boyolali, ada Sukoharjo, Karanganyar," kata Purwanti.
Purwanti menjelaskan, bahwa yang diterima kerja dari program Makan Bergizi Gratis dari semua aspek, baik dari ibu rumah tangga hingga lulusan Sekolah Dasar (SD). (Ismail/Jawa Tengah)

