Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Soundscape ‘Susur Cikapundung’ Hadir di Pameran Sound of X

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 15 Maret 2023
Soundscape ‘Susur Cikapundung’ Hadir di Pameran Sound of X

Anggota GURU memainkan terompet sunda. (Foto: screenshot Youtube)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENCINTA seni merapat. Grup band lokal GURU menciptakan karya soundscape berjudul Susur Cikapandung yang akan ditampilkan di pameran Sound of X Goethe Institut Bandung mulai 17 Maret hingga 15 April 2023.

Untuk kamu yang belum tahu, soundscape berasal dari kata “sound” yang artinya suara dan “scape” yang artinya “pemandangan”. Soundscape dapat diartikan sebagai jenis suara kombinasi antara suara buatan manusia dan suara alami. Beberapa contoh suara soundscape ialah kicauan burung, jalanan ramai, lalu lintas, angin, dan suara lain yang biasa kamu dengar sepanjang hari.

Baca Juga:

Goethe-Institut Gelar Pameran 'The Glass Room: Misinformation Edition'

Soundscape dapat dihasilkan dari berbagai lokasi. Tiap-tiap lokasi tentu saja memiliki suara yang unik dan bisa berubah tiap menitnya. Soundscape yang dihasilkan di dalam rumah tentu berbeda dengan soundscape yang dihasilkan di kantor ataupun jalanan.

Kamu bisa datang ke Goethe Institut dari 17 Maret hingga 15 April (Foto: Instagram/@goetherinstitut_bandung)

Susur Cikapundung GURU menggabungkan hasil suara dari botol yang ditaruh di aliran air dengan pancingan, suara anak-anak yang loncat ke sungai dan bermain air, suara jalanan Bandung, dan gabungan alat musik suling, terompet sunda, gitar, bass, dan drum.

Suara-suara itu diperoleh dari lokasi yang berbeda-beda, di antaranya Watervang Leuwilimoes, Tepian Sungai, Perumahan Merdekalio, Titik Sungai Cikapundung, Bendungan Sukaati, dan Kelurahan Mengger Bantaran Sungai.

Baca Juga:

Goethe-On-Demand Hadirkan 10 Film Generasi New German Cinema

Karya Susur Cikapundur ditampilkan di pameran bersamaan dengan tiga karya seniman lainnya, yaitu Another Universe dari Kuala Lumpur, Escuri dari Manila, dan KoFlow, Nada & Brandon Tay dari Singapura.

Pameran ini diadakan dengan maksud untuk menunjukkan keragaman budaya dari tiap kota melalui suara. “Melihat kota lebih intim dengan cara mendengarkannya, dan perpustakaan Goethe-Institut Bandung sebagai ruang publik menjadi ruang pamer untuk mengenal kota melalui proses dan perjalanan setiap seniman Sound of X," kata Caroline Brendel, Direktur Goethe-Institut Bandung dalam rilis pers yang diterima merahputih.com.

Pada Susur Cikapundung, GURU mengamati kehidupan di sungai Cikapundung melalui hiruk-pikuk limbah mengalir dan aktivitas orang-orang yang tinggal di sekitar pemukiman.

Selain karya soundscapes video dan dokumentasi, mereka juga menampilkan artefak, peta, dan material penelitian sebagai bagian dari pameran. Kamu juga dapat mengakses karya-karya dari pameran Sound of X di www.goethe.de/soundofx. (kmp)

Baca Juga:

Goethe Institut Berkolaborasi dengan Museum Dunia untuk Hadirkan Pameran Seni

#Seniman #Karya Seni #Travel
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Logo Resmi HUT ke-81 RI Diluncurkan, Karya Fajar Novario Raih Suara Terbanyak
Logo HUT ke-81 RI resmi diluncurkan. Karya Fajar Novario mendapat raihan suara terbanyak dalam voting tersebut.
Soffi Amira - Senin, 29 Juni 2026
Logo Resmi HUT ke-81 RI Diluncurkan, Karya Fajar Novario Raih Suara Terbanyak
ShowBiz
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
Sunyiruri dan Figura Renata resmi merilis EP kolaboratif 'Menyanyikan Usman Arrumy'. Menginterpretasikan puisi-puisi Usman Arrumy di lima lagu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
Travel
Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi
Bali All-Access Pass membuka akses ke lebih dari 50 destinasi unggulan dalam satu pengalaman yang terintegrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi
Berita
Lukisan Denny JA Diberkati Paus Fransiskus, Nilainya Diprediksi Melonjak Sangat Tinggi
Lukisan Denny JA jadi sorotan usai diberkati Paus Fransiskus di Galeri Nasional. Analisis AI memperkirakan nilainya hingga Rp 34 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Lukisan Denny JA Diberkati Paus Fransiskus, Nilainya Diprediksi Melonjak Sangat Tinggi
Berita Foto
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, D Gaery Undarsa, dalam konferensi pers Tiket Green di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 22 April 2026
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Travel
Wisatawan Indonesia kini Bisa Bayar Pakai QR Code di Korea Selatan
Inisiatif ini bertujuan membuat pembayaran di luar negeri lebih mudah diakses dan lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
 Wisatawan Indonesia kini Bisa Bayar Pakai QR Code di Korea Selatan
Travel
KoenoKoeni Hotel Semarang Bawa Tamu Melawat dalam Warisan, Kriya, dan Keindahan
KoenoKoeni Hotel Semarang hadirkan perpaduan inspirasi warisan budaya dengan sentuhan elegansi modern.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
KoenoKoeni Hotel Semarang Bawa Tamu Melawat dalam Warisan, Kriya, dan Keindahan
Indonesia
Bus Jemaah Umrah Indonesia Kebakaran, Kemenhaj Desak Agen Travel Berikan Kompensasi
Kebakaran bermula dari pecah ban, diikuti dengan kepulan asap yang tiba-tiba muncul dari bagian depan bus. Supir pun langsung menepikan kendaraan dan meminta seluruh jemaah umrah keluar bus
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 28 Maret 2026
Bus Jemaah Umrah Indonesia Kebakaran, Kemenhaj Desak Agen Travel Berikan Kompensasi
Fun
Ajang Artwork 'Scream of The Sirens' Ajak Seniman Suarakan Ekspresi Lewat Karya
Lawless Jakarta dan Magnumotion menggelar kompetisi seni Scream of The Sirens dengan total hadiah Rp50 juta, iPad Pro, dan peluang magang bagi peserta.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Ajang Artwork 'Scream of The Sirens' Ajak Seniman Suarakan Ekspresi Lewat Karya
ShowBiz
Lewat Visual Surealis, Marishka Soerkarna Hidupkan Atmosfer Synchronize Fest 2026
Synchronize Fest 2026 menggandeng seniman visual Marishka Soerkarna untuk merumuskan konsep artistik festival melalui pendekatan visual yang sarat emosi dan refleksi sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Lewat Visual Surealis, Marishka Soerkarna Hidupkan Atmosfer Synchronize Fest 2026
Bagikan