KoenoKoeni Hotel Semarang Bawa Tamu Melawat dalam Warisan, Kriya, dan Keindahan

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
KoenoKoeni Hotel Semarang Bawa Tamu Melawat dalam Warisan, Kriya, dan Keindahan

KoenoKoeni Hotel Semarang Bawa Tamu Melawat dalam Warisan, Kriya, dan Keindahan.(foto: dok KoenoKoeni Hotel Semarang)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PINTU masuk dengan langit-langit tinggi dan diding melengkung siap menyambut tamu yang datang ke KoenoKoeni Hotel Semarang. Bak portal menuju masa lalu, jalan masuk nan megah ini menggiring tamu ke area lobi berdinding bata merah dengan elemen plafon kayu bernuansa hangat, serta lantai marmer kuarsa putih. Inilah perpaduan inspirasi warisan budaya dengan sentuhan elegansi modern.

Warisan Tionghoa–Jawa menjadi panduan utama di hotel small luxury dengan 111 kamar ini. Interpretasi warisan Tionghoa–Jawa Semarang diwujudkan melalui arsitektur, material, dan perencanaan ruang, menghadirkan pengalaman menginap yang merefleksikan lapisan sejarah Jawa Tengah, keahlian tradisional, serta warisan multikulturalnya. Studio Air Putih, yang merancang arsitektur dan interior KoenoKoeni, menagtur ruang di seluruh area hotel sedemikian rupa sehingga tamu terasa terbawa dalam perjalanan waktu menyelami warisan Tionghoa.

Area publik KoenoKoeni Hotel Semarang menampilkan material dan tekstur tradisional, memberikan kehangatan serta kesinambungan dengan tradisi arsitektur lokal. Di restoran all-day dining, aksen biru-putih yang halus dan detail kolom terinspirasi dari porselen klasik Tiongkok, sedangkan kamar tamu dan koridor menghadirkan interpretasi yang lebih halus melalui penggunaan kayu berwarna terang serta karya seni kurasi yang menciptakan ruang kontemporer namun tetap terhubung dengan sejarah.

Puluhan barang antik dan artefak budaya dari koleksi pribadi pendiri hotel juga diintegrasikan di berbagai area utama, termasuk lobi dan ruang makan. Objek-objek tersebut mengundang tamu untuk berinteraksi dengan fragmen sejarah Indonesia sepanjang masa tinggal mereka. Pencahayaan yang dirancang secara cermat mendorong momen refleksi serta koneksi emosional.

Fitur ikonis KoenoKoeni Hotel Semarang mencakup tangga spiral megah serta Sky
Lounge Bar yang diterangi cahaya, berada di bawah atap pelana yang merefleksikan
arsitektur era kolonial Jawa, dengan bentuk Eropa diadaptasi lewat material lokal serta iklim tropis.

Baca juga:

Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915



KoenoKoeni Hotel Semarang dirancang untuk memandu tamu secara alami dari ruang terbuka menuju sudut-sudut yang lebih intim, dengan perubahan halus pada tinggi langit-langit dan material yang membentuk alur perjalanan ruang. Warisan budaya tidak sekadar ditampilkan, tapi dijalin secara mendalam dalam pengalaman, mengubah sejarah menjadi kisah yang dapat dirasakan dan dijalani. Kenyamanan modern yang mewah, tata ruang yang fungsional, serta interior yang bersih dan tertata memastikan hotel ini ramah bagi tamu domestik maupun internasional.

Fasilitas hotel meliputi restoran all-day dining, restoran dan bar di area sky-level, lobby cafe, kolam renang indoor, spa, pusat kebugaran, ruang pertemuan dan acara, serta area bermain anak.

KoenoKoeni Hotel Semarang dirancang agar setiap bagian pengalaman
tamu, mulai dari pintu masuk dan lobi hingga kamar privat dan balkon menjadi bagian dari perjalanan menyelami sejarah Tionghoa–Indonesia, keahlian, dan memori kolektif.(*)

Baca juga:

Rekomendasi Kuliner di Jalur Pantura saat Mudik: Empal Gentong Cirebon hingga Lumpia Semarang

#Kota Semarang #Travel #Wisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ingin Wisatawan Berkualitas, Imigrasi Minta Evaluasi Negara Penerima Bebas Visa Kunjungan
Pemberian bebas visa kunjungan tersebut mencakup 8+1 negara antara wilayah Asia Timur dan Selatan seperti Korea Selatan, Jepang, dan India. Kemudian negara di Australia, Selandia Baru
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
Ingin Wisatawan Berkualitas, Imigrasi Minta Evaluasi Negara Penerima Bebas Visa Kunjungan
Indonesia
Spring Airlines Buka Rute Jakarta Shenzhen dan Guangzhou dari Bandara Soetta
Penambahan rute-rute internasional ini mencerminkan tingginya minat maskapai global untuk memperluas jaringan penerbangan menuju Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Spring Airlines Buka Rute Jakarta Shenzhen dan Guangzhou dari Bandara Soetta
Fun
Pilihan Asik Short Escape di PIK, Liburan Panjang Tetap Seru Tanpa Harus Keluar Jakarta
Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) menawarkan banyak pilihan lokasi berlibur singkat tanpa harus bepergian terlalu jauh, tetapi tetap seru dan asik.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Pilihan Asik Short Escape di PIK, Liburan Panjang Tetap Seru Tanpa Harus Keluar Jakarta
Travel
Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi
Bali All-Access Pass membuka akses ke lebih dari 50 destinasi unggulan dalam satu pengalaman yang terintegrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi
Travel
BTS Datangkan Lebih Banyak Fulus untuk Korea Selatan, Bikin Pengeluaran Turis Melonjak 38 Kali Lipat
Wisatawan internasional yang datang untuk konser BTS pada Maret dan awal April tinggal lebih lama dan menghabiskan uang secara signifikan lebih besar.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
BTS Datangkan Lebih Banyak Fulus untuk Korea Selatan, Bikin Pengeluaran Turis Melonjak 38 Kali Lipat
Indonesia
Ratusan Kios Belakang Pasar Johar Semarang Habis Terbakar, Api Berawal dari Blok F
Api pertama kali muncul dari Blok F sekitar pukul 23.00 WIB dan dengan cepat menjalar ke kios pedagang pakaian, hasil bumi, hingga toko emas.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 April 2026
Ratusan Kios Belakang Pasar Johar Semarang Habis Terbakar, Api Berawal dari Blok F
Berita Foto
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, D Gaery Undarsa, dalam konferensi pers Tiket Green di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 22 April 2026
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Indonesia
Masuk Ancol Satu Mobil Beramai-Ramai Kena Harga Flat Rp 120 Ribu
Program promo ini berlaku untuk mobil pribadi nonkomersial, jadi cocok sekali buat pengunjung yang ingin datang beramai-ramai dalam satu kendaraan.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
Masuk Ancol Satu Mobil Beramai-Ramai Kena Harga Flat Rp 120 Ribu
Indonesia
Perjalanan Kereta Terpanjang di Indonesia KA Blambangan Ekspres makin Diminati, Jumlah Wisatawan ke Banyuwangi Capai 1 Juta Lebih dalam Setahun
Dengan jarak tempuh mencapai 1.031 kilometer, KA Blambangan Ekspres menjadi relasi kereta api terpanjang di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 17 April 2026
Perjalanan Kereta Terpanjang di Indonesia KA Blambangan Ekspres makin Diminati, Jumlah Wisatawan ke Banyuwangi Capai 1 Juta Lebih dalam Setahun
Indonesia
Batasi 1.000 Wisatawan Sehari, Taman Nasional Komodo: Banyak Wisata Lain di Flores
Balai Taman Nasional (BTN) Komodo mengimbau wisatawan untuk tidak hanya fokus ke kawasan Taman Nasional Komodo, yang kini menerapkan kuota kunjungan harian sebanyak 1.000 orang
Wisnu Cipto - Rabu, 15 April 2026
Batasi 1.000 Wisatawan Sehari, Taman Nasional Komodo: Banyak Wisata Lain di Flores
Bagikan