Deteksi Tanda-tanda COVID-19 dengan Jam Tangan Pintar
Menurut penelitian, Smartwatch bisa mendeteksi tanda-tanda COVID-19 (Foto: pixabay/fancycrave)
MENURUT penelitian terbaru, smartwatch atau jam tangan pintar dan perlengkapan kebugaran mungkin dapat memainkan peran berharga dalam deteksi dini COVID-19.
Peneliti dari Mount Sinai telah menemukan, bahwa Apple Watch dapat mendeteksi perubahan kecil pada detak jantung pengguna, yang mungkin mengindikasikan mereka mengidap virus corona.
Baca Juga:
Seperti yang dilaporkan CBS News, indikasi tersebut bisa diketahui seminggu penuh sebelum mereka merasa sakit.
Sebuah perusahaan bahkan mengembangkan perangkat yang dapat dikenakan khusus untuk mendeteksi COVID-19, yang semuanya dapat membantu menghentikan penyebaran penyakit dengan menahan orang tanpa gejala di rumah.
Dalam sebuah studi berjudul "Warrior Watch", para peneliti Mount Sinai mengikuti sekelompok 297 petugas kesehatan antara 29 April dan 29 September. Para peserta mengenakan Apple Watches yang dilengkapi dengan aplikasi khusus yang mengukur perubahan dalam variabilitas detak jantung (HRV) mereka.
"Jam tangan menunjukkan perubahan signifikan dalam metrik HRV, hingga tujuh hari sebelum individu memiliki hasil swab positif yang mengonfirmasi infeksi COVID-19," kata penulis studi Robert P. Hirten, MD, seperti yang dikutip dari laman engadget.
Baca Juga:
Sebuah studi serupa yang dilakukan oleh Universitas Stanford menemukan, bahwa peserta yang memakai berbagai pelacak dari Garmin, Fitbit, Apple dan lainnya, menemukan 81 persen pasien yang dites positif terkena virus corona mengalami perubahan pada detak jantung istirahat mereka, hingga sembilan setengah hari sebelum gejala.
Salah satu hal yang menantang tentang COVID-19 adalah, banyak orang yang tidak menunjukkan gejala, artinya mereka tidak memiliki gejala tetapi masih dapat menular.
Hal tersebut membuat sulit untuk menahan infeksi dengan menggunakan metode tradisional, untuk mengidentifikasi seseorang yang sakit dan mengkarantina mereka.
Hirten mengatakan, tujuan dari studi tersebut untuk mengembangkan cara mengidentifikasi orang yang mungkin sakit, bahkan sebelum mereka tahu bahwa mereka terinfeksi benar-benar akan menjadi terobosan dalam pengelolaan COVID-19.
"Teknologi ini memungkinkan kami tidak hanya untuk melacak dan memprediksi hasil kesehatan, tetapi juga untuk melakukan intervensi secara tepat waktu dan jarak jauh, yang penting selama pandemi yang mengharuskan orang untuk tetap terpisah," jelas Hirten.
Para peneliti rupanya bukan satu-satunya yang memperhatikan gejala awal COVID-19 yang dapat dilihat oleh jam tangan pintar.
Sebuah perusahaan bernama NeuTigers, lahir dari penelitian dari Universitas Princeton, telah mengembangkan produk kecerdasan buatan yang disebut CovidDeep, yang dapat membantu mengidentifikasi orang yang terinfeksi virus.
Perusahaan menggunakan perangkat pemantauan tingkat klinis yang dapat dikenakan pasien, Empatica E4, untuk mengambil berbagai pembacaan kulit, detak jantung dan tekanan darah.
Dengan memasukkan informasi itu ke CovidDeep, mereka menemukan bahwa mereka dapat mendeteksi virus pada tingkat 90 persen, lebih akurat daripada pemeriksaan suhu biasa.
Mereka akhirnya berencana untuk membuat aplikasi mereka sendiri yang dapat bekerja dengan Fitbit, Withings, Apple, Samsung, dan jam tangan pintar lainnya. (Ryn)
Baca Juga:
Soldat, Jam Tangan Mewah Bernuansa Vintage Karya Anak Bangsa
Bagikan
Berita Terkait
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Xiaomi Kids Watch Resmi Meluncur, Bisa Deteksi Mood Anak dengan Fitur Keamanan yang Enggak Main-Main
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Amazfit Active Max Resmi Hadir di Indonesia, Layar Besar untuk Aktivitas Lebih Maksimal
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan