SMA Pradita Dirgantara Jadi Sekolah Garuda, AHY Sebut Tingkatkan Kualitas SDM

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 09 Oktober 2025
SMA Pradita Dirgantara Jadi Sekolah Garuda, AHY Sebut Tingkatkan Kualitas SDM

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY berikan arahan siswa Sekolah Garuda di Boyolali, Rabu (8/10). (Foto: Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEAHPUTIH.COM - MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan keberadaan sekolah garuda sangat penting untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut diungkapkan AHY dalam pengenalan Sekolah Garuda di SMA Pradita Dirgantara di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu, (8/10).

Peluncuran Sekolah Garuda dilangsungkan secara serentak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Untuk di Boyolali, SMA Pradita Dirgantara merupakan salah satu dari 12 sekolah di Indonesia yang menjadi sekolah transformasi Sekolah Garuda.

“Ada 12 sekolah transformasi, ada juga empat sekolah baru yang disiapkan menjadi Sekolah Garuda," ujar AHY, Rabu (8/10).

Ia mengatakan, dari jumlah tersebut akan terus diperkuat dan ditambah di masa mendatang. Penguatan infrastruktur masih terus dilakukan oleh kementerian terkait, baik infrastruktur dasar, untuk kebutuhan riset, dan untuk pembinaan karakter. “Sekolah Garuda merupakan visi besar dan kebijakan strategis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto," ucap dia.

Baca juga:

Sekolah Garuda Resmi Diperkenalkan, Murid Berprestasi Yakin Bisa Raih Mimpi Kuliah di Luar Negeri



Ia berharap Sekolah Garuda menjadi bagian yang memberikan penguatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. "Saya berharap, melalui Sekolah Garuda, para siswa akan menjadi generasi penerus bangsa yang makin siap menghadapi tantangan global dan mampu membawa perubahan serta kemajuan yang dirasakan bangsa Indonesia," ucap dia.

AHY menambahkan Sekolah Garuda bukan hanya menyiapkan generasi yang cerdas secara intelektual, melainkan juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat serta cerdas secara emosional dan sosial dalam menghadapi tantangan di masa depan.

"Termasuk harus sehat dan kuat fisiknya. Oleh karena itu, kami harus menyiapkan infrastruktur yang mendukung,” tegasnya.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Sekolah Garuda Bisa Diakses Anak Dari Keluarga Miskin, Menengah dan Mampu, Syaratnya Berprestasi





#AHY #Sekolah Garuda #Pendidikan
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
AHY Janji Turunkan Biaya Logistik Sampai 12 Persen
Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia perlu terus membuka ruang kolaborasi yang mampu memperkuat daya saing nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
AHY Janji Turunkan Biaya Logistik Sampai 12 Persen
Indonesia
KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
KPK mengungkapkan bahwa penerimaan murid baru di sekolah masih diwarnai pungli. Temuan ini pun cukup miris.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
Indonesia
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Kebijakan tersebut masih perlu dikaji termasuk kajian terhadap perangkat guru yang akan mengajar.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Indonesia
Demokrat Ditugasi Presiden Prabowo Bereskan Persoalan Kereta Cepat, Yakin Tanggung Jawab dan Amanah
Bagi Demokrat, hal yang utama ketika Presiden Prabowo memberikan penugasan untuk menjalankan tugas negara yakni bekerja dan mencari solusi terbaik.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Demokrat Ditugasi Presiden Prabowo Bereskan Persoalan Kereta Cepat, Yakin Tanggung Jawab dan Amanah
Indonesia
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Mendiktisaintek menjelaskan penutupan 122 program studi pada 2026 dilakukan atas usulan kampus. Mayoritas bertransformasi menjadi lebih relevan dengan industri dan teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Indonesia
Perhimpunan Guru Sanggah Keinginan Presiden Prabowo Jadikan Bahasa Prancis jadi Mata Pelajaran di Seluruh Sekolah, Tenaga Pengajar belum Siap
Hal itu justru akan membuat para guru dan siswa terkaget-kaget sekaligus heran, serta akan merasa sangat terbebani.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Perhimpunan Guru Sanggah Keinginan Presiden Prabowo Jadikan  Bahasa Prancis jadi Mata Pelajaran di Seluruh Sekolah, Tenaga Pengajar belum Siap
Indonesia
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern
Anak-anak yang dekat dengan buku dinilai akan lebih berani bermimpi, mampu berpikir kritis, serta memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern
Indonesia
Respons Putusan MK, AHY Sebut Demokrat Konsisten Dorong Partisipasi Politik Perempuan
Partai politik bisa didiskualifikasi di daerah pemilihan tertentu apabila tidak memenuhi kuota caleg perempuan sebesar 30 persen.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
Respons Putusan MK, AHY Sebut Demokrat Konsisten Dorong Partisipasi Politik Perempuan
Indonesia
Tahun Lalu Portugis, Prabowo Kini Instruksikan Semua Sekolah Belajar Bahasa Prancis
Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah baru kebijakan pendidikan Indonesia dengan menginstruksikan agar bahasa Prancis dipelajari di seluruh jenjang sekolah.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Tahun Lalu Portugis, Prabowo Kini Instruksikan Semua Sekolah Belajar Bahasa Prancis
Indonesia
Nama RI Tercoreng di Dunia Akademik, DPR Desak Investigasi Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Denmark
Komisi X DPR menyoroti dugaan pemalsuan riset WNI di konferensi ISPPD 2026 Denmark. Kronologi kasus menunjukkan sorotan publik sejak 21 Mei, DPR minta investigasi objektif.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Nama RI Tercoreng di Dunia Akademik, DPR Desak Investigasi Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Denmark
Bagikan