Sleep Apnea dan Migrain, Begini Hubungannya
Sleep apnea dapat memicu migrain, kok bisa? (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)
MERAHPUTIH.COM - SLEEP apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas sementara saat tidur. Kondisi ini bisa berlangsung beberapa detik hingga menit dan terjadi berulang kali sepanjang malam.
Banyak yang tidak menyadari bahwa sleep apnea tidak hanya memengaruhi kualitas tidur, tetapi juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan lainnya, salah satunya ialah migrain.
Mengapa sleep apnea bisa memicu migrain? Sleep apnea menyebabkan kurangnya oksigen dalam tubuh selama tidur. Ketika napas terhenti, suplai oksigen ke otak terganggu, yang bisa menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan meningkatkan tekanan di kepala. Inilah yang kemudian memicu migrain pada sebagian orang.
Studi menunjukkan penderita sleep apnea sering mengalami sakit kepala di pagi hari, dan gejala migrain yang muncul bisa menjadi lebih parah jika gangguan tidur ini tidak ditangani.
Baca juga:
Apple Rilis Fitur watchOS 11, Hadir dengan Fitur Sleep Apnea
Selain itu, kurangnya kualitas tidur akibat sleep apnea juga dapat memperburuk kondisi migrain karena tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup untuk memulihkan diri.
Untuk mengatasi sleep apnea, langkah pertama ialah konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Penggunaan alat bantu tidur seperti continuous positive airway pressure (CPAP) sering kali direkomendasikan untuk menjaga jalan napas tetap terbuka selama tidur.
Jika kamu sering mengalami migrain di pagi hari dan memiliki tanda-tanda sleep apnea, seperti mendengkur keras atau merasa lelah sepanjang hari, segera periksakan diri. Penanganan sleep apnea dapat membantu mengurangi frekuensi migrain dan meningkatkan kualitas hidupmu.(waf)
Baca juga:
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya