Skybrigde, Terobosan Pemprov DKI Untuk Memanjakan Pedagang Tanah Abang?

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 24 April 2018
Skybrigde, Terobosan Pemprov DKI Untuk Memanjakan Pedagang Tanah Abang?

Pasar Tanah Abang. (MP/Dery Ridwansah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus memutar otak menuntaskan masalah kesemrawutan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pemprov DKI akan membuat skybridge terlebih dahulu agar dapat memudahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) Tanah Abang direlokasi sebelum Pemprov DKI membuka kembali Jalan Jati Baru seperti sedia kala layaknya jalan raya.

"Iya kami ingin skybridge itu ada supaya nanti tidak terulang lagi bahwa dibuka terus akhirnya menimbulkan kesemrawutan dan nanti trotoarnya diokupasi lagi karena tidak ada lahan usaha. Tidak ada tempat untuk memuliakan pejalan kaki. Jadi itu yang kita harapkan," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (24/4).

Konsep penataan tahap dua Tanah Abang ini sendiri sudah diwacanakan Sandi beberapa waktu lalu. Rencana awalnya, ratusan pedagang Blok G akan direlokasi ke lahan parkir. Sementara, gedung Blok G akan dirobohkan untuk dibangun pasar.

Pasar itu nantinya akan juga akan berfungsi sebagai Rumah Susun Sewa sebanyak 1500 unit. Pedagang di Jalan Jatibaru juga akan direlokasi ke belakang toko-toko yang berada di belakangnya. Toko-toko itu berdiri di tanah milik PT Pembangunan Sarana Jaya. Nah, di atas jalan Jati Baru dari stasiun mengarah ke Blok G akan dibangun Skybridge.

Kemacetan, hiruk-pikuk porter dengan troli serta pedagang kaki lima (PKL) yang memenuhi sudut jalan lingkar Pasar Tanah Abang masih menjadi permasalah klasik yang belum terselesaikan.

Selama proses pembangunan, Pemprov DKI diminta membuka Jalan Raya Jatibaru dari PKL. Karena pembukaan Jalan Jatibaru itu juga merupakan rekomendasi dari Ombudsman perwakilan DKI Jakarta.

"Itu apa harusnya ditata dulu, jadi Jalan jatibaru itu dibuka dulu (sebelum membangun Skybrige)," kata Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah kepada MerahPutih.com.

Pasalnya, pembangunan Skybridge merupakan program jangka menengah Pemprov DKI Jakarta dalam penataan Tanah Abang untuk menuntaskan kesemerawutan Pasar terbesar di Asia Tenggara itu.

"Tahap jangka menengah ini barulah pembuatan skybridge karena itukan ga sekali jadi, (karena pembuatan skybridge) dari mulai stasiun sampai kepasar," tuturnya.

Dengan begitu, ia mengimbau kepada Pemprov DKI Jakarta untuk segera merelokasikan PKL di Jati Baru ke lahan kosong di wilayah Tanah Abang. Salah satu tujuan relokasinya adalah di lahan samping Hotel Parmin, lahan kosong PT KAI.

"Jadi sementara disitu aja dulu (relokasi PKL di lahan kosong). Jadi jalan jati baru dibuka saja itu, itu kan alternatif disarankan yang disampaikan oleh Ombusdman," tuturnya.

Disamping itu, Pemprov DKI diharapkan untuk menempatkan kembali PKL yang saat ini menjajakan dagangannya di Jalan Jatibaru untuk dipindahkan ke Pasar Blok G dan Blok F, kemudian dilalukukan pembenahan.

"PKL itu ditarik lagi ke blok dalam pasar blok G kan kosong tuh di tarik blok f juga yang kosong tuh. Ditarik dulu di jalan Jatibaru tanah abang," jelas Trubus.

Pasar Tanah Abang. (MP/Dery Ridwansah)

Ia pun mendukung Pemprov DKI untuk merelokasikan PKL Pasar Jatibaru ke parkir kosong yang berada diantara gedung Blok F dan Blok G. Dan jangan terlebih dahulu membangun Sykbridge yang akan menunggu waktu lama, karena nantinya di sambungkan ke Transit Oriented Development.

"Karena nanti Skybridge itu arahnya ke TOD Jadi arahnya kemana," tutupnya.

Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan menuturkan pembangunan skybridge Tanah Abang rencananya baru bisa dimulai sekitar bulan Agustus. Proyek senilai 50 miliar itu harus melalui proses tender terlebih dahulu. Sementara proses dokumen tender diperkirakan mencapai 45 hari.

Sandiaga meminta proses ini dipercepat. Sehiingga dengan percepatan tersebut, pembangunan fisik bisa dimulai pada Juni. Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu delapan bulan.

Dengan penghitungan tersebut, jembatan penghubung diperkirakan baru akan selesai paling cepat pada Februari 2019. Setelah itu, para pedagang baru bisa ditempatkan di sana dan Jalan Jatibaru bisa dibuka kembali.

Ia memperkirakan panjang jembatan ini akan mencapai sekitar 350 meter. Selain menjadi tempat berdagang, jembatan itu juga akan menjadi perlintasan para pejalan kaki dari stasiun menuju pasar Blok G. (asp)

#Pasar Tanah Abang #Pemprov DKI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Polemik Konser Andrea Bocelli: Pramono Anung Ikut Pusat, Promotor Siapkan Donasi Besar untuk Palestina
Penasaran dengan nasib konser Andrea Bocelli di Jakarta yang sempat memicu penolakan? Gubernur Pramono Anung akhirnya buka suara soal polemik perizinan. Cek faktanya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 November 2026
Polemik Konser Andrea Bocelli: Pramono Anung Ikut Pusat, Promotor Siapkan Donasi Besar untuk Palestina
Indonesia
CFD Sudirman-Thamrin Minggu Besok Ditiadakan, Lokasi Digeser ke Kebayoran Lama
Kegiatan Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin Minggu, 25 Oktober 2026 ditiadakan karena ada Jakarta Running Festival, dan dialihkan ke Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama.
Wisnu Cipto - Kamis, 22 Oktober 2026
CFD Sudirman-Thamrin Minggu Besok Ditiadakan, Lokasi Digeser ke Kebayoran Lama
Berita Foto
Pemprov DKI Perluas Akses Hunian Layak lewat Pembiayaan Rumah
Suasana pemukiman padat penduduk di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 12 Oktober 2026
Pemprov DKI Perluas Akses Hunian Layak lewat Pembiayaan Rumah
Indonesia
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Bank Jakarta dan PAM Jaya bakal IPO. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, Pemprov tetap memegang saham mayoritas.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Indonesia
Direncanakan Sejak Era Fauzi Bowo, Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027
Proses pembebasan lahan yang berjalan secara bertahap sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.
Yusuf Abdillah - Senin, 14 September 2026
Direncanakan Sejak Era Fauzi Bowo, Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Difokuskan pada antisipasi kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran, dan penurunan kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Indonesia
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Berita Foto
Pemprov DKI Masih Kaji Rencana Kenaikan Tarif Transjakarta
Bus Transjakarta memasuki Halte TB Simatupang kawasan Cilantak, Jakart Selatan, Selasa (28/7/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 28 Juli 2026
Pemprov DKI Masih Kaji Rencana Kenaikan Tarif Transjakarta
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Buru-Buru Revitalisasi 11 Gedung Rusak Parah Buntut Atap Sekolah Ambruk di Kebayoran
Pemerintah menetapkan besaran alokasi dana khusus guna memastikan proses renovasi total berjalan sesuai standar keamanan gedung
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Pemprov DKI Jakarta Buru-Buru Revitalisasi 11 Gedung Rusak Parah Buntut Atap Sekolah Ambruk di Kebayoran
Bagikan