Kecantikan

Skincare Bikinan Negeri Aing Lebih Pas di Hati

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 12 Juni 2021
Skincare Bikinan Negeri Aing Lebih Pas di Hati

Kosmetik buatan negeri aing lebih pas di kulit. (foto: Unsplash/kevin laminto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERAWATAN kulit kini bukan lagi monopoli kaum perempuan. Para pria juga merasa perlu menggunakan skincare. Tidak mengherankan jika transaksi penjualan perawatan kecantikan di e-commerce selama awal 2021, berdasar data Compas.co.id mencapai 46,8%. Dalam rupiah transaksi itu mencapai angka Rp40 miliar.

Transaksi fantastis itu enggak lepas dari kondisi pandemi yang mengharuskan orang tinggal di rumah. Karena punya lebih banyak waktu luang saat di rumah, orang jadi rajin belanja produk perawatan tubuh dan rambut melalui daring dan melakukan perawatan sendiri di rumah.

BACA JUGA:

Produk Paling Populer Made In Negeri Aing Digemari Idola Kpop

Skincare enthusiast Danang Wisnu mengungkapkan, meski lebih sering berada di rumah, merawat kulit memang tetap perlu dilakukan. “Paling tidak, jangan skip perawatan yang basic, yaitu membersihkan, melembapkan, dan melindungi,” sarannya dalam rilis yang diterima Merahputih.com. Menurutnya, sekalipun berada di rumah, kulit tetap bisa terpapar debu dan sinar matahari. Hal itu bisa membuat kulit kering. “Apalagi terus-menerus berada di ruangan berpendingin udara,” kata Danang.

Di sejumlah negara Asia, konsumen lebih menyukai produk berbahan alami yang berkelanjutan. Berdasarkan temuan Lingkar Temu Kabupaten Lestari, pada 2020, permintaan produk perawatan kulit berbahan alami atau produk organik di Tiongkok terbilang tinggi. Serupa, konsumen di Korea Selatan memilih produk berkelanjutan, tidak membahayakan, dan tidak membunuh hewan dalam proses pembuatannya. Sementara itu, konsumen Jepang lebih memilih produk berkualitas tinggi dan berteknologi canggih. Kesadaran mereka akan kesehatan dan keberlanjutan meningkatkan pertumbuhan produk kecantikan alami dan organik.

skincare
Skincare berbahan organik dan berkelanjutan jadi favorit konsumen. (foto: unsplash/christin hume)

Di negeri aing sendiri, produk skincare lokal ternyata mencuri hati konsumen. Compas.co.id mencatat sejumlah brand lokal laris manis di penjualan daring. Dalam 10 besar kosmetik laris di e-commerce, 50%-nya merupakan brand lokal. Salah satu yang membuat brand skincare lokal diminati ialah produk lokal yang lebih ramah lingkungan daripada produk impor karena jalur distribusinya pendek, tidak menghasilkan terlalu banyak emisi karbon yang berpotensi menyebabkan krisis iklim.

Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), asosiasi pemerintah kabupaten yang bertujuan mewujudkan target nasional untuk pembangunan berkelanjutan, menjalin kemitraan dengan berbagai pelaku UMKM produk lokal yang ramah lingkungan dan ramah sosial. “Kini sustainability yang terkait lingkungan telah menjadi indikator pasar secara global. Kalau tidak menjadi perhatian kita, bisa saja produk kita bagus tapi tidak diminati oleh pasar,” ungkap Ketua Program Pengembangan Bisnis Lestari, Lingkar Temu Kabupaten Lestari Nelson Pomalingo.

Namun nih, selain urusan ramah lingkungan, ada 4 alasan brand skincare lokal lebih pas untuk warga negeri aing.

1. Cocok untuk kulit orang Indonesia

spices
Memanfaatkan bahan alami khas lokal untuk perawatan kulit.(foto: unsplash/david tip)

Bedasar pengalaman dan pengamatan, Danang mengatakan produk skincare didesain sesuai dengan karakter negara produsen. Sebagai contoh, produk skincare dari Eropa akan fokus pada perawatan di iklim 4 musim.

Menurutnya, produk skincare buatan Indonesia, riset dan proses produksinya pasti dilakukan di sini, produknya dites pada orang Indonesia, dan sebagian besar bahan merupakan bahan lokal. “Jadi produknya akan lebih aman, lebih cocok untuk kulit orang Indonesia, dan lebih minim efek samping,” kata Danang.

Salah seorang pelaku usaha UMKM bidang kosmetik asal Aceh Tamiang Yefni mengatakan memakai bahan-bahan di sekitarnya untuk membuat berbagai produk perawatan tubuh dan rambut, seperti daun jambu, mahkota dewa, daun kelor, kopi, dan cengkih.

“Negeri ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Setiap bahan punya khasiat tersendiri. Misalnya, cengkih bisa menghilangkan jerawat atau pala yang bersifat anti-aging. Bahan-bahan lokal ini cocok untuk merawat kulit kita,” kata Yefni, yang terbiasa meracik masker sendiri sejak masih remaja.

2. Aroma dan teksturnya pas

skincare
Produk dirancang sesuai dengan iklim tropis. (foto: Unsplash/engin akyurt)

Produk skincare buatan Indonesia cenderung disukai pasar domestik, karena dirancang sesuai iklim tropis. Danang membandingkan antara produk lokal dan produk Eropa. Menurutnya, tekstur produk lokal cenderung ringan, cocok untuk orang yang tinggal di negara tropis. Di lain sisi, produk Eropa terasa terlalu berat dan membuat kulit jadi tidak nyaman.

“Selain itu, aroma produk Eropa sering kali terlalu tajam, sedangkan aroma produk lokal lebih pas dengan selera kita. Sudah banyak produk lokal yang menggunakan bahan lokal sebagai penambah aroma. Misalnya, kopi yang sekarang dipakai sebagai bahan scrub. Selain kulit mendapat tambahan antioksidan, aroma kopi juga enak banget ketika dihirup,” kata Danang.

3. Harga terjangkau

uang
Jika dibandingkan dengan produk luar, skincare lokal lebih terjangkau. (foto: unsplash/mufid majnun)

Jika dibandingkan dengan produk impor, harga produk lokal jauh lebih terjangkau. Hal itu disebabkan penggunaan bahan lokal dan produksi yang dilakukan secara lokal juga. Meskipun demikian, Danang tak memungkiri bahwa harga produk lokal beragam. “Tidak bisa disangkal, harga tidak bohong. Artinya, produk lokal dengan harga lebih mahal punya kualitas yang lebih baik daripada produk lokal berharga murah,” ujarnya.

Ia lalu mencontohkan produk vitamin C yang teksturnya, mixing-nya, dan layering-nya pasti terasa berbeda. Ia juga menegaskan di balik harga, keamanan produk amat penting. Tandanya keamanan produk bisa dilihat dari adanya izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

4. Pemberdayaan banyak orang

komunitas
Produk skincare lokal mendukung ekonomi komunitas sekitar. (foto: unsplash/hannah busing)

Proses produksi produk lokal yang dilakukan di negeri sendiri berarti membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Yefni mengatakan menggandeng beberapa pihak lain untuk membantu. Misalnya, ia membeli bahan dari penduduk setempat, meminta bantuan orang lain untuk mengirim produk, dan mendapatkan kemasan produk berupa besek tanaman bili dari teman sesama pengusaha.

“Kolaborasi itu perlu, karena sekaligus bisa memberdayakan masyarakat sekitar. Seandainya usaha saya lancar, volume produksi juga akan meningkat. Artinya, saya akan membeli lebih banyak bahan dari penjual. Perekonomian penduduk terbantu, petani pun ikut sejahtera. Semua pihak senang,” kata Yefni, yang sedang mengurus perizinan usahanya di Badan POM.(Dwi)

#Kesehatan #Kecantikan #Juni Made In Negeri Aing
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Lifestyle
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
MS Glow memiliki pabrik dan gudang utama di Malang. Setiap harinya, ribuan pengiriman diproses.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan