Siswa SMKN 2 Solo Terancam Gagal Daftar PTN, DPRD Sayangkan Kelalaian Guru
Ratusan siswa SMKN 2 Solo menggelar demonstrasi di halaman sekolah karena terancam gagal mendaftar PTN jalur prestasi, Senin (3/2). (Foto: MerahPutih.com/Ismail)
MerahPutih.com - DPRD Solo, Jawa Tengah, turut menyoroti persoalan siswa SMKN 2 Solo yang terancam mendaftar PTN jalur prestasi. Sebab, pihak sekolah terlambat menyelesaikan finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto mengatakan, pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), biasanya menjadi andalan sekolah agar siswanya bisa masuk PTN yang diinginkan.
Namun, yang terjadi di SMKN 2 Solo mereka terancam mendaftar PTN jalur prestasi karena guru terlambat atau lalai mengisi PDSS siswanya.
“Ini merupakan kasus perdana yang terjadi di Solo. Jangan sampai terjadi di sekolah lain,” kata Sugeng, Selasa (4/2).
Baca juga:
Terancam Gagal Daftar PTN Jalur Prestasi, Siswa SMKN 2 Solo Gelar Demo
Politisi senior dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Solo ini, menyayangkan kejadian tersebut bisa terjadi. Sebab, SNBP ini merupakan hak siswa.
“Sangat disayankan kalau itu merupakan keteledoran dari pihak sekolah. Tapi sampai saat ini saya belum tahu secara detail problemnya seperti apa baru dicari tahu,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penelusuran sementara, lanjut dia, kasus ini hanya terjadi di SMKN 2 Solo. Kemudian, persoalan ini bukan karena server pendaftaran error.
“Sepertinya masalahnya ada di sekolah, bukan diserver atau dipusat. Jadi kami sangat menyayangkan itu bisa terjadi. Karena disini yang menjadi korban anak-anak,” kata Sugeng.
Baca juga:
UNS Peringkat 6 Nasional dan 1.055 Global Versi Webometrics, Ungguli Sejumlah PTN Ternama
Sugeng menyebutkan, para siswa memiliki peluang untuk masuk di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur prestasi, tetapi mimpi tersebut pupus karena masalah ini.
“Saya kira kalau sudah terjadi seperti itu, yang paling bertanggung jawab adalah kepala sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, DPRD Solo meminta kepala sekolah untuk mencoba berkoordinasi dengan panitia SNBP. Apakah nama-nama para siswa ini bisa disusulkan.
“Ini sistemnya di kementerian sehingga Kepala sekolah bisa mengejar ke Dikti, apakah sekian ratus siswa ini masih bisa untuk didaftarkan. Dibuka kembali sistemnya, itu ikhtiar yang patut dicoba,” pungkasnya.
Baca juga:
3.000 Siswa Jakarta Terancam Putus Sekolah Imbas Syarat KJP Plus Nilai Akademik Minimal 70
Sebelumnya, ratusan siswa SMKN 2 Solo menggelar demonstrasi di halaman sekolah, Senin (3/2). Aksi demo tersebut dipicu karena siswa terancam mendaftar seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akibat sekolah terlambat menyelesaikan finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Para orang tua juga turut melakukan demo bersama anaknya yang kecewa, karena terancam tak bisa mendaftar PTN lewat jalur prestasi.
Seorang siswa kelas XII, Aura mengungkapkan, protes ini dipicu oleh kegagalan pihak sekolah menyelesaikan finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
“Kami jelas kecewa kesalahan sekolah berimbas pada kami yang terancam tak bisa ikut seleksi PTN jalur prestasi 2025,” kata Aura, Senin (3/2).
Ia juga meminta pihak sekolah untuk bertanggung jawab atas persoalan ini. Batas finalisasi PDSS adalah 31 Januari 2025 lalu. (Ismail/Jawa Tengah)
Bagikan
Soffi Amira
Berita Terkait
Respati Rotasi Massal 209 ASN Solo, Biar Sama-Sama Merasakan Pedih dan Lelah
Patuhi Putusan PN Solo, Dukcapil Solo Proses Perubahan Nama Purboyo
Prabowo Klaim Aksi Demo Dikendalikan Asing, Sebut Punya Buktinya
Menkes Budi Sebut Penyakit Jatung Mematikan Kedua di Indonesia, RS Kardiologi Emirates Solo Dibanjiri Pasien
PN Solo Kabulkan Perubahan Nama KGPH Puruboyo Jadi Pakubuwono XIV di KTP
Kenakan Beskap dan Jarit, Wapres Gibran Hadiri Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran
Angin Kencang Terjang Cilincing, 51 Rumah dan 1 Sekolah Rusak
Tol Solo-Yogyakarta Bakal Fungsional Saat Lebaran 2026, Jasamarga Kebut Infrastruktur Pendukung
Upacara Bendera di Sekolah Wajib Dilakukan Setiap Hari Senin, Kini Ada Ikrar Pelajar Indonesia
Dana Hibah Dikirim ke Rekening Pribadi, Ini Pengakuan Keraton Surakarta