Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Singgung Perang Rusia vs Ukraina, Megawati: Pemimpin Harus Ksatria

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 21 Mei 2023
Singgung Perang Rusia vs Ukraina, Megawati: Pemimpin Harus Ksatria

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Foto: MP/Ponco

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyinggung perang Rusia dengan Ukraina untuk menggambarkan sosok karakter pemimpin ksatria yang mesti dipelajari.

Megawati menegaskan bahwa pemimpin itu harus punya ciri dan cara berpikir yang kokoh dan ksatria. Sebelum itu, ia menyinggung pertempuran antara Rusia dan Ukraina sebagai contoh untuk dipelajari.

Baca Juga

Megawati Tak Ingin Pengadaan Alutsista RI Didikte Asing

"Ini yang namanya Rusia dan Ukraina kalau saya katakan bukan perang. Battle saja. Kalau saya lihatin saja. Menurut saya seorang pemimpin itu cara berpikir. Aksi reaksi supaya tidak salah berpikirnya," kata Megawati di Gedung Lemhanas RI, Jakarta, Sabtu (20/5).

Megawati lantas menyinggung Presiden Ukraina, yang justru dalam perang melawan Rusia mencari dukungan ke negara-negara lain, khususnya Amerika Serikat dan Uni Eropa.

"Lha Presiden Zelenskyy (Volodymyr Zelenskyy) itu kok cari dukungan kemana-mana. Tidak langsung (lawan). Kalau saya selalu bilang, hadapi itu yang ksatria. Begitu kalau saya selalu ngomong sama anak-anak saya (kader PDI Perjuangan)," jelas Megawati.

Megawati pun meminta Indonesia sebagai sebuah bangsa harus mempersiapkan diri dengan baik. Baik dalam menghadapi persoalan nasional, maupun masalah global.

"(Dengan cara berpikir yang kuat) kita bisa mempersiapkan diri kita, diri bukan orang per orang, tapi sebagai bangsa mempersiapkan secara nasional dan juga internasional. Karena kalau tidak begitu bagaimana kita," tegas Megawati.

Baca Juga

Megawati Sebut Tak Logis Bung Karno Dianggap Berkolaborasi dengan PKI

Ia juga meminta para jenderal TNI dan Polri, agar benar-benar memiliki jiwa kepemimpinan yang memperhatikan anak buah. Apalagi Megawati adalah mantan panglima tertinggi negara (Presiden ke-5 RI) yang tentunya memegang komando.

Ia mengatakan, ketika menjadi Presiden, pangkat, bintang, dan medali itu ditempelkan di baju kebesaran yang menjadi simbol sebagai pimpinan.

"Bahwa itu sebuah penghargaan, thank you. Tapi bukan itu. Bukan itu modal dasar kita sebagai sebuah bangsa. Jangan dong. Saya bilang kepada para jenderal itu," kata Megawati.

"Coba para jenderal-jenderal itu, pakaian saya juga pernah panglima tertinggi lho. Saya ngomong begini supaya inget juga. Eling. Kalian bisa begitu (dihormati sebagai pemimpin), karena siapa? Karena ada anak buah. Tolong benar-benar anak buah diurus. Anak buah itu diurus buanget. Karena apa? Kalau enggak ada yang ngomong siap Ndan, siap Ndan. Ya kayak gini aja jadinya," tukas Megawati.

Bukan hanya bagi para petinggi TNI, Megawati juga menyinggung Polisi yang harus memperhatikan anak buah.

"Tolong deh. Saya melihat soalnya. Polisi juga. Kalau sudah jadi jenderal, anak buahnya itu diurus. Jangan sampai mati keleleran. Saya selalu bilang mana ada jenderal yang mati di depan perang. Enggak ada. Yang ada anak buah. Kenapa? Saya ini dulu presiden lho DOM Aceh itu saya sama panglima ngomel terus," tegas Megawati. (Pon)

Baca Juga

Gubernur Lemhannas Ungkap Arahan dari Megawati yang akan Dilaksanakan Tahun Ini

#Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Bagikan