Siksa PRT asal Indonesia, Wanita Singapura Masuk Bui

Selvi PurwantiSelvi Purwanti - Senin, 02 Februari 2015
Siksa PRT asal Indonesia, Wanita Singapura Masuk Bui

Ho Mei Li, Majikan yang menyiksa pembantunya di Singapura (sumber foto: Mirror)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internasional – Baru-baru ini terjadi lagi kekerasan pada TKW asal Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Singapura. Hanya karena masalah kecil Neni Lestari (36) selalu menerima pukulan dan memar-memar di tubuhnya karena perbuatan majikannya Ho Mei Li (28).

Ho Mei Li adalah seorang ibu tunggal dari tiga orang anak yang tinggal di Marsilling, Singapura. Dia mengaku telah memukul Neni di bagian kepalanya, dada, punggung, lengan dan kaki bahkan terkadang pukulannya tersebut sampai menimbulkan memar dan membuat Neni mendapatkan perawatan di rumah sakit. Karena peristiwa tersebut Neni selalu merasa takut dan mengunci diri di kamarnya jika Ho Mei sedang berada di rumah.

BACA JUGADua Warga Jepang Tawanan ISIS Akhirnya Dipenggal

Ho Mei, mengaku dirinya melakukan hal tersebut, karena Neni tidak mendengarkan apa yang diperintahkannya. Ho Mei, menyuruh Neni untuk mencuci pakaian anak-anaknya dengan tangannya tidak boleh menggunakan mesin cuci, tapi Neni tidak mendengarkannya. Ho Mei yang merasa kesal akhirnya memukuli Neni hingga menimbulkan banyak memar pada tubuh Neni.

Karena perbuatannya itu, Ho Mei akan dikenakan hukuman penjara selam tiga tahun tiga bulan atau membayar denda sebesar Rp 90 juta, untuk dapat terbebas dari jeratan hukum karena tindak pemukulan terhadap pembantunya.

Berita Lainnya :

Pria 29 Tahun Ini Jual Keperjakaannya Seharga Rp 12 Juta

#Internasional #Tindak Kekerasan #Kekerasaan Rumah Tangga
Bagikan
Ditulis Oleh

Selvi Purwanti

Simple, funny and passionate. Almost unreal

Berita Terkait

Berita Foto
Dari Gang Sempit Keramat Pela, Keripik Tempe Mama Tina Tembus Pasar Internasional
Pekerja menggoreng kripik tempe di rumah usaha Keripik Tempe Mama Tina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 07 Mei 2026
Dari Gang Sempit Keramat Pela, Keripik Tempe Mama Tina Tembus Pasar Internasional
Indonesia
Menag Nasaruddin Umar Tegas: Tak Ada Toleransi untuk Kekerasan dan Pelecehan di Pesantren
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan zero tolerance terhadap kekerasan di pesantren dan memperkuat pengawasan serta pembinaan lembaga pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 06 Mei 2026
Menag Nasaruddin Umar Tegas: Tak Ada Toleransi untuk Kekerasan dan Pelecehan di Pesantren
Indonesia
Video 'Bro Ron' PSI Kena Bogem Mentah Viral, Polisi Langsung Ciduk Dua Pelaku di Menteng
Polisi segera mengambil tindakan tegas dengan menyeret dua orang terduga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Video 'Bro Ron' PSI Kena Bogem Mentah Viral, Polisi Langsung Ciduk Dua Pelaku di Menteng
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Indonesia
Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Usai Buka Bareng, KPAI Desak Polisi Usut Tuntas
Dari hasil koordinasi KPAI dengan polisi, diduga tidak terjadi bentrokan langsung antara siswa SMAN 5 Bandung dengan siswa SMAN 2 Bandung saat itu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 16 Maret 2026
Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Usai Buka Bareng, KPAI Desak Polisi Usut Tuntas
Olahraga
Harry Maguire Divonis 15 Bulan Penjara oleh Pengadilan Yunani, Siap Ajukan Banding
Harry Maguire divonis 15 tahun penjara bersyarat oleh pengadilan Yunani. Ia terlibat kasus di Mykonos, Yunani, pada Agustus 2020 lalu.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Harry Maguire Divonis 15 Bulan Penjara oleh Pengadilan Yunani, Siap Ajukan Banding
Indonesia
Buntut Pembacokan Mahasiswi UIN Suska, DPR RI Desak Perguruan Tinggi Keagamaan Perketat Pengawasan Mental Mahasiswa
Regulasi PPKPT ini mewajibkan setiap perguruan tinggi membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, menyediakan mekanisme pelaporan yang aman
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 28 Februari 2026
Buntut Pembacokan Mahasiswi UIN Suska, DPR RI Desak Perguruan Tinggi Keagamaan Perketat Pengawasan Mental Mahasiswa
Indonesia
Kapolri Minta Maaf Jika Anak Buah Cederai Rasa Keadilan
Ia mengajak insan pers tanah air untuk mengawal pemberitaan prestasi insan Polri karena menurutnya, hal tersebut bisa menjadi sumber motivasi bagi Polri untuk bekerja lebih baik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 25 Februari 2026
Kapolri Minta Maaf Jika Anak Buah Cederai Rasa Keadilan
Indonesia
Perempuan Asal NTT Jadi Korban Penyerangan KKB di Yahukimo, Papua
Korban mengalami dua luka tusuk di bagian pundak kanan setelah diserang dua orang tak dikenal (OTK) saat sedang mencari nafkah.
Dwi Astarini - Rabu, 18 Februari 2026
Perempuan Asal NTT Jadi Korban Penyerangan KKB di Yahukimo, Papua
Indonesia
Motif Anak Bunuh Ibu dan 2 Saudaranya, Diduga Sakit Hati karena Merasa Tak Dianggap
Polisi mengungkap pembunuhan berencana satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok. AS, anak kedua korban, meracuni ibu dan dua saudaranya dengan zinc phosphide.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Februari 2026
Motif Anak Bunuh Ibu dan 2 Saudaranya, Diduga Sakit Hati karena Merasa Tak Dianggap
Bagikan