Buntut Pembacokan Mahasiswi UIN Suska, DPR RI Desak Perguruan Tinggi Keagamaan Perketat Pengawasan Mental Mahasiswa

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 28 Februari 2026
Buntut Pembacokan Mahasiswi UIN Suska, DPR RI Desak Perguruan Tinggi Keagamaan Perketat Pengawasan Mental Mahasiswa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengecam keras aksi pembacokan brutal yang menimpa seorang mahasiswi oleh rekan sesama mahasiswa di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Kamis (26/2).

Insiden berdarah ini memicu keprihatinan mendalam karena terjadi di area institusi pendidikan yang seharusnya menjadi zona aman bagi seluruh sivitas akademika.

Darurat Keamanan di Lingkungan Kampus

Hetifah menyatakan bahwa tindakan kekerasan di lembaga pendidikan merupakan pelanggaran berat yang tidak dapat ditoleransi.

Baca juga:

Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Mantan Pacar Hingga Kritis, Pelaku Terobsesi Masalah Percintaan

Politisi Partai Golkar ini mendesak agar aspek keselamatan mahasiswa menjadi prioritas utama bagi setiap pengelola perguruan tinggi di Indonesia.

“Tindakan kekerasan seperti ini sama sekali tidak dapat ditoleransi, terlebih terjadi di lingkungan kampus yang seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar dan bertumbuh,” tegas Hetifah dalam keterangannya, Jumat (27/2).

Meskipun mengapresiasi kesigapan aparat keamanan kampus dan kepolisian dalam meringkus pelaku, Hetifah mengingatkan bahwa penegakan hukum harus berjalan transparan. Fokus utama saat ini bukan hanya pada hukuman pelaku, melainkan juga pada pemulihan menyeluruh bagi korban.

Implementasi PPKPT Adalah Harga Mati

Tragedi ini menjadi momentum pengingat bagi seluruh perguruan tinggi, termasuk kampus keagamaan, untuk segera menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT).

Baca juga:

Kasus Gajah Sumatera Mati di Pelalawan, Kapolda Riau: Pelaku akan Dihukum Seadil-adilnya

“Regulasi PPKPT ini mewajibkan setiap perguruan tinggi membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, menyediakan mekanisme pelaporan yang aman, serta menjamin perlindungan yang berpihak pada korban. Ini bukan pilihan, tetapi kewajiban,” jelas Hetifah.

Lebih lanjut, Komisi X DPR RI berkomitmen untuk terus mendorong koordinasi lintas kementerian agar sistem pencegahan kekerasan ini merata di seluruh sektor pendidikan tinggi.

Hetifah menekankan bahwa kampus tidak boleh menjadi arena kekerasan dalam bentuk apa pun demi menjaga martabat pendidikan nasional.

#Pembacokan #Mahasiswi #Mahasiswa #Tindak Kekerasan #Kekerasan Perempuan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ngeri! Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Ternyata Punya Hobi Bawa Celurit di Balik Celana
Pelaku pembacokan Bobotoh Persib di Bogor ternyata punya kebiasaan mengerikan: selalu bawa celurit di balik celana buat cari lawan tawuran. Simak kronologi lengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
Ngeri! Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Ternyata Punya Hobi Bawa Celurit di Balik Celana
Olahraga
Tobias Ginanjar Buka Suara soal Pembacokan Bobotoh, Tegaskan Pelaku Bukan The Jakmania
Tobias Ginanjar menegaskan terduga pelaku pembacokan Bobotoh di Bogor bukan The Jakmania. Ia meminta polisi mengungkap motif dan afiliasi pelaku.
Frengky Aruan - Jumat, 30 Oktober 2026
Tobias Ginanjar Buka Suara soal Pembacokan Bobotoh, Tegaskan Pelaku Bukan The Jakmania
Berita
Pelaku Pembacokan Bobotoh hingga Tewas di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola, Simak Penjelasan Kapolres
Polisi mengungkap pelaku pembacokan Bobotoh berusia 16 tahun di Bogor bukan suporter sepak bola. Tersangka diduga menyerang korban secara acak dan terancam 15 tahun penjara.
Frengky Aruan - Kamis, 29 Oktober 2026
Pelaku Pembacokan Bobotoh hingga Tewas di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola, Simak Penjelasan Kapolres
Indonesia
Detik-Detik Mengerikan Bobotoh Tewas Dibacok Usai Menonton Persib di Stadion Pakansari
Kronologi lengkap detik-detik Bobotoh ARK (16) tewas dibacok usai menonton laga Garudayaksa FC vs Persib di Bogor. Polisi berhasil meringkus pelaku MR dalam waktu kurang dari 24 jam!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Oktober 2026
Detik-Detik Mengerikan Bobotoh Tewas Dibacok Usai Menonton Persib di Stadion Pakansari
Indonesia
Akhir Pelarian FR si Pelaku Pembacokan Bobotoh Persib, Ditangkap Tak Jauh dari Stadion Pakansari
Polisi berhasil meringkus FR, pelaku pembacokan bobotoh Persib di Bogor dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Pelaku ditangkap di Cibinong beserta barang bukti celurit tajam.
Angga Yudha Pratama - Senin, 26 Oktober 2026
Akhir Pelarian FR si Pelaku Pembacokan Bobotoh Persib, Ditangkap Tak Jauh dari Stadion Pakansari
Indonesia
Mantan Kopassus Dibacok Tetangga di JGC Cakung, Cekcok Renovasi Rumah Berujung Darah
Geger! Mantan anggota Kopassus dibacok tetangga di Jakarta Garden City (JGC) Cakung gara-gara cekcok proyek renovasi rumah. Simak kronologi duel berdarahnya di sini.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Oktober 2026
Mantan Kopassus Dibacok Tetangga di JGC Cakung, Cekcok Renovasi Rumah Berujung Darah
Dunia
Anggota Parlemen Australia Kritis setelah Ditabrak Mobil, PM Albanese Sebut Serangan Disengaja
Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut insiden bisa jadi merupakan serangan yang disengaja.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
 Anggota Parlemen Australia Kritis setelah Ditabrak Mobil, PM Albanese Sebut Serangan Disengaja
Indonesia
Pemuda 23 Tukang Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali
Setelah melakukan penembakan, pelaku langsung melarikan diri. Satreskrim Polres Boyolali masih menyelidiki identitas dan keberadaan terduga pelaku.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Pemuda 23 Tukang Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali
Berita Foto
Mahasiswa Aliansi BEM Persatuan Se-Jakarta Raya Beri Respon Aksi Demo AMPB Pati
Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Perwakilan Aliansi BEM Se-Jakarta Raya, Ikhsan Buyung Kalean memberikan keterangan di Jakarta, Senin (24/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 24 Agustus 2026
Mahasiswa Aliansi BEM Persatuan Se-Jakarta Raya Beri Respon Aksi Demo AMPB Pati
Indonesia
Mahasiswa Demo di Dekat Bundaran HI Jakarta Bubar, 21 Orang Diamankan Polisi
21 Orang yang kedapatan membawa barang-barang berbahaya di tengah pengerahan ribuan personel pengamanan aksi unjuk rasa di Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Mahasiswa Demo di Dekat Bundaran HI Jakarta Bubar, 21 Orang Diamankan Polisi
Bagikan