SIKM Dianggap Tak Punya "Power" Tahan Laju Arus Balik saat Pandemi

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 30 Mei 2020
SIKM Dianggap Tak Punya

Ilustrasi. Sejumlah travel diciduk oleh Kepolisian karena berupaya untuk menyelundupkan pemudik. (Kemenhub)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan pembatasan keluar masuk di wilayah ibu kota akibat pandemi virus corona dengan mewajibkan surat izin keluar masuk (SIKM).

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menyatakan, SIKM belum berperan penting dalam meredam penambahan kasus positif corona.

Baca Juga:

Tanpa Keberanian dan Konsistensi Aparat, Penerapan New Normal Dianggap Tak Berguna

"Kalau kaitannya untuk meredam Covid-19, saya rasa belum bisa untuk sampai ke sana. Tapi ini upaya untuk mengurangi arus mudik supaya rencana memutus mata rantai Covid-19 berjalan," kata Trubus kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (30/5).

Trubus juga menyoroti masih banyaknya warga yang lolos keluar masuk wilayah Jakarta tanpa menggunakan SIKM.

Mereka melintas melalui jalur-jalur tikus yang tak terpantau petugas.

Selain itu, dia juga menyayangkan penerapan SIKM yang tidak diikuti oleh kota-kota penyangga Jakarta.

Menurut dia, seharusnya wilayah-wilayah tersebut, terutama daerah yang memiliki kasus corona yang signifikan mengadopsi kebijakan DKI untuk meminimalisasi potensi penyebaran virus.

"Tapi sekarang sudah terlambat. Sudah pada balik semuanya. Sekarang pemudik posisinya ada di sekitar penyangga, misalnya ada di Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang," imbuh Trubus.

"Nanti kalau SIKM enggak ada, mereka masuk lagi karena mereka cari nafkahnya di Jakarta," tuturnya.

Pemeriksaan SIKM di Stasiun Gambir, Rabu (27/5/2020). (ANTARA/HO/Kominfotik Jakarta Pusat)
Pemeriksaan SIKM di Stasiun Gambir, Rabu (27/5/2020). (ANTARA/HO/Kominfotik Jakarta Pusat)

Menurut dia, saat ini yang terpenting untuk meredam lonjakan Covid-19 di tengah bayang-bayang arus balik Lebaran 2020 dan jelang berakhirnya penerapan PSBB adalah peran RT dan RW.

Pemerintah di level paling bawah ini harus ikut mengendalikan penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

"Jadi ini kesemapatan lagi operasi yustisi diaktifkan lagi. RT/RW mendata lagi warga yang baru," kata Trubus.

Sementara itu, ia mengatakan, pemerintah memang perlu membuka ke publik mana saja zona hijau, kuning dan merah. Agar masyarakat jadi tahu.

“Menurut saya sudah sejak lama meminta pemerintah dalam hal ini BNPB untuk membuka area-area yang ketegori hijau, kuning dan merah,” ujar Trubus.

Trubus menjelaskan, penting dibukanya zona hijau, kuning dan merah tersebut supaya masyarakat bisa melakukan pencegahan terhadap virus tersebut. Sehingga pengendalian penularan tersebut bisa lebih terkontrol.

“Initinya masyarakat bisa tahu. Sehingga punya antisipasi dan kehati-hatian. Karena itu bagian dari aspek transparansi,” katanya.

Trubus menduga, pemerintah tidak ingin membuka zona hijau, kuning dan merah ini karena tidak ingin membuat masyarakat panik.

Karena bisa saja setelah zona tersebut dibuka. Maka akan menimbulkan diskriminasi terhadap masyarakat yang tinggal di zona merah.

‎”Memang ada risiko juga daerah-daerah merah. Kelihatannya pemerintah takut terjadi diskriminasi dari masyarakat. Karena itu ditutupi. Masyarakat bisa prasangka buruk, memfitnah dan malah menyebarkan berita-berita hoaks‎,” ungkapnya.

Baca Juga:

JHL Group Tancap Gas, Beri Bantuan APD ke Sejumlah Puskesmas

Trubus menyebut, MUI telah melakukan langkah bijak mengenai dibolehkannya masyarakat melakukan salat Jumat untuk kategori zona Hijau. Namun, dibukanya tersebut tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“MUI telah melakukan langkah bijak. Sehingga tidak ada alasan memang itu kepentingan publik. Namun harus diperhatikan mengenai protokol kesehatan mengenai cuci tangan, pakai masker, jaga jarak,” katanya.

Selain itu imam masjid dalam melakukan salat Jumat tersebut bisa melakukan ceramah mengenai sosialisasi terhadap virus corona ini.

Sehingga masyarakat semakin sadar mengenai bahaya virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok itu.

“Mereka nantinya diberiksan sosialisasi bahaya Covid-19. Misalnya imam salat Jumat imamnya menyampaikan cara hidup yang baik, imbauan-imbauan cara pencegahan corona. Itu fungsi tokoh masyarakat,” tuturnya. (Knu)

Baca Juga:

Ratusan Travel Gelap Ditangkap Selama Operasi Ketupat

#Virus Corona #Arus Balik Mudik
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Pastikan Arus Balik Lebaran 2026 Aman dan Lancar, Polisi Tetap Siaga di Titik Rawan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan, arus balik Lebaran 2026 aman dan lancar. Namun, polisi tetap bersiaga di titik rawan.
Soffi Amira - Minggu, 29 Maret 2026
Kapolri Pastikan Arus Balik Lebaran 2026 Aman dan Lancar, Polisi Tetap Siaga di Titik Rawan
Indonesia
KCIC: Penjualan Tiket Whoosh Lebaran 2026 Tembus 293 Ribu, Arus Balik Meningkat
Penjualan tiket Whoosh pada periode Lebaran 2026 terus meningkat. Sampai 29 Maret 2026, tercatat 293 ribu tiket sudah terjual.
Soffi Amira - Minggu, 29 Maret 2026
KCIC: Penjualan Tiket Whoosh Lebaran 2026 Tembus 293 Ribu, Arus Balik Meningkat
Indonesia
51 Ribu Pemudik Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini saat Arus Balik Lebaran 2026, Mayoritas Asal Yogyakarta dan Surabaya
PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat sebanyak 51.975 penumpang kereta api tiba di sejumlah stasiun wilayah Jakarta pada Jumat (27/3) siang.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
51 Ribu Pemudik Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini saat Arus Balik Lebaran 2026, Mayoritas Asal Yogyakarta dan Surabaya
Indonesia
Kendaraan dari Arah Jawa Tengah Masih Tinggi, Korlantas Siapkan One Way Lokal saat Puncak Arus Balik 28–29 Maret
Apabila arus kendaraan dari Jawa Timur, Yogyakarta, Solo Raya, dan Semarang masih tinggi, rekayasa lalu lintas lanjutan berpotensi diberlakukan dari KM 414 Tol Kalikangkung.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Kendaraan dari Arah Jawa Tengah Masih Tinggi, Korlantas Siapkan One Way Lokal saat Puncak Arus Balik 28–29 Maret
Indonesia
H-1 Puncak Arus Balik Gelombang Dua, Tol Cipali dan Pejagan Sudah Mulai 1 Arah
Rekayasa lalu lintas satu arah kendaraan itu dimulai dari KM 188 Tol Cipali dan KM 263 Tol Pejagan menuju arah Jakarta.
Wisnu Cipto - Jumat, 27 Maret 2026
H-1 Puncak Arus Balik Gelombang Dua, Tol Cipali dan Pejagan Sudah Mulai 1 Arah
Indonesia
42% Pemudik Belum Kembali, Mulai Bergerak Serbu Jakarta di Puncak Arus Balik Gelombang Dua
Korlantas Polri mencatat masih 42 persen kendaraan pemudik yang belum kembali ke Jakarta per Kamis (26/3) malam.
Wisnu Cipto - Jumat, 27 Maret 2026
42% Pemudik Belum Kembali, Mulai Bergerak Serbu Jakarta di Puncak Arus Balik Gelombang Dua
Indonesia
Antrean Masuk Rest Area Bikin Arus Balik Macet, Polisi Minta Pemudik Jaga Emosi
Antrean kendaraan menuju rest area sering kali meluber hingga bahu jalan yang memicu kemacetan arus balik.
Wisnu Cipto - Jumat, 27 Maret 2026
Antrean Masuk Rest Area Bikin Arus Balik Macet, Polisi Minta Pemudik Jaga Emosi
Indonesia
Okupansi Kereta Api Melampaui 140 Persen pada Puncak Arus Balik Lebaran 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat fase arus balik Angkutan Lebaran 2026 mencapai puncaknya dengan lonjakan volume pelanggan yang signifikan.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Okupansi Kereta Api Melampaui 140 Persen pada Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Indonesia
256 Ribu Kendaraan Melintas dalam Sehari di Jalan Tol saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
"Ini juga terbanyak arus balik sepanjang sejarah ini karena tahun lalu adalah 223.163, jadi ada peningkatan 14,8 persen," kata Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho
Frengky Aruan - Rabu, 25 Maret 2026
256 Ribu Kendaraan Melintas dalam Sehari di Jalan Tol saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Indonesia
Penumpang Whoosh Jakarta-Bandung Tembus 24 Ribu dalam Sehari saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Lonjakan penumpang pada 24 Maret juga tercermin dari tingginya okupansi perjalanan, khususnya dari arah Bandung menuju Jakarta.
Frengky Aruan - Rabu, 25 Maret 2026
Penumpang Whoosh Jakarta-Bandung Tembus 24 Ribu dalam Sehari saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Bagikan