Sikat Gigi Wajib Diganti 3 Bulan Sekali

Febrian AdiFebrian Adi - Sabtu, 29 April 2023
Sikat Gigi Wajib Diganti 3 Bulan Sekali

Pilih sikat gigi yang nyaman digunakan. (Foto: Unsplash/Sara Groblechner)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SIKAT gigi di kamar mandimu sudah tidak layak? Sebaiknya segera ganti agar dapat membersihkan gigi secara efektif. Sebab, kesehatan gigi dan mulut dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kondisi gigi dan mulut yang tidak sehat dan tidak bersih bisa meningkatkan risiko munculnya penyakit, baik pada gigi dan mulut sendiri, maupun pada bagian tubuh lain, seperti paru-paru dan jantung.

Selain itu, jangan lupa sikat gigi juga perlu diganti secara rutin supaya kerjanya tetap efektif. Agar sikat gigi tidak menyebabkan gangguan pada gigi dan gusi, ada aturan mengenai berapa lama sikat gigi bisa dipakai dan kapan kamu perlu menggantinya, serta bagaimana cara memilih sikat gigi yang tepat.

Baca juga:

Bolehkah Pakai Sikat Gigi Orang Lain?

Menyikat gigi adalah cara untuk membersihkan mulut dan kesehatan gigi. (Foto: Unsplash/Diana Polekhina)


Tujuan mengganti sikat gigi secara rutin adalah untuk memastikan sikat gigi yang kamu gunakan masih dalam kondisi baik dan mampu membersihkan gigi secara efektif. Mengutip laman Alodokter, sikat gigi sebaiknya diganti setiap tiga bulan sekali.

Setelah digunakan selama 3 bulan, bulu sikat gigi biasanya menjadi mekar ke samping dan kasar, sehingga tidak efektif lagi untuk mengangkat kotoran dari gigi dan gusi, bahkan bisa melukai gusi dan menggores lapisan luar gigi.

Sikat gigi yang telah lama disimpan di kamar mandi juga bisa menjadi tempat bersarangnya bakteri. Dengan adanya bakteri pada sikat gigi yang disertai rusaknya permukaan gigi dan luka pada gusi, mulut kamu akan lebih rentan mengalami gangguan, misalnya radang gusi, gigi berlubang, dan bau mulut.

Baca juga:

Mana yang Benar, Sikat Gigi Sesudah atau Sebelum Sarapan?

Ganti sikat gigi tiga bulan sekali. (Foto: Unsplash/Pawel Czerwinski)


Walaupun belum sampai tiga bulan, kamu juga perlu mengganti sikat gigi bila memang sikat gigi sudah kotor atau rusak. Ganti juga sikat gigi setelah kamu sembuh dari infeksi di area mulut, agar bakteri atau virus yang mungkin masih menempel pada sikat gigi tidak menyebabkan kamu kembali terinfeksi.

Untuk memilih sikat gigi yang tepat pun tidak bisa sembarangan. Pastikan ukuran kepala sikat gigi sesuai ukuran mulut. Untuk orang dewasa, ukuran kepala sikat gigi yang pas biasanya memiliki lebar 12 mm dan panjang 25 mm.

Sesuaikan juga panjang gagang sikat gigi dengan ukuran tanganmu. Dengan begitu, kamu akan lebih nyaman untuk menggenggam dan menggunakannya. Kamu juga bisa mengarahkan sikat gigi dengan lebih baik, sehingga bisa mencapai seluruh area mulut. (far)

Baca juga:

Jangan Lupa Sikat Gigi ya agar Aman dari Berbagai Penyakit

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Lifestyle
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
Beredar informasi yang menyebut minum sambil berdiri dapat memicu penyakit batu ginjal. Cek faktanya dari ahli.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 08 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
Indonesia
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
BPJS Kesehatan bukan yang berwenang mengaktifkan atau menonaktifkan akun.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Bagikan