Setop Polemik Becak, Anies: Jangan Singkirkan yang Kecil!
Tukang becak di Jakarta. (MP/Asropih)
MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta semua pihak tak lagi meributkan soal revisi perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum yang mengakomodasi becak di wilayah Jakarta DKI.
"Jangan hanya memfasilitasi mereka yang besar-besar, kita ingin yang besar tumbuh tapi jangan menggilas yang kecil, jangan menyingkirkan yang kecil," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (11/10).
Adapun saat ini ada sebanyak 1.685 unit becak yang sudah beroperasi di Jakarta. Dengan rincian, ada 185 di kawasan Jelambar dan Bandengan, Jakarta Barat.
Kemudian, sebanyak 1.460 unit becak tersebar di kawasan Jakarta Utara, yakni Pademangan, Teluk Gong, Muara Baru, Tanah Pasir, Koja, Semper Barat, Tanjung Priok, Kalibaru dan Muara Angke.
Lalu ada 40 unit becak yang beroperasi di wilayah Jakarta Timur. Antara lain di Jatinegara, Cakung, Pulogadung dan Matraman.
Anies pun memastikan becak takkan masuk ke dalam jalanan protokol Ibu Kota atau M.H Thamrim. Menurut dia, pengaktifan kendaraan roda tiga akan diatur zonasinya.
"Jangan membayangkan becak kembali ke Jalan Thamrin, itu orang hidupnya tahun 70an 80an. Hari ini tidak ada orang pakai becak di jalan utama dan kita tidak berencana untuk membuka ke jalan-jalan utama," jelasnya.
Menurut Anies, pengayuh becak kembali diizinkan kembali beroperasi di Jakarta hanya sebagai bentuk praktek pemerataan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat.
"Karena itu saya ingin mengatur sehingga mereka bisa berkegiatan tanpa merugikan ketertiban umum tanpa merugikan kelancaran lalu lintas," tutup Gubernur. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Bukan Sekadar Bongkar Tiang, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melakukan Penataan Drainase di Jalan Rasuna Said
Tiang Mangkrak Rasuna Said, Pramono Anung Pastikan Pembongkaran Berjalan Humanis