Kesehatan Mental

Warna dan Pengaruhnya Memperbaiki Suasana Hati

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Minggu, 30 Januari 2022
Warna dan Pengaruhnya Memperbaiki Suasana Hati

Pengaruh warna pada psikologi tiap orang bisa saja berbeda. (Foto: Unsplash/Robert Katzki)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP orang pasti punya warna kesukaan masing-masing karena menggambarkan suasana hati tersendiri. Istilah psikologi warna digunakan untuk menggambarkan persepsi manusia terhadap warna yang dilihat mata.

Seperti dilansir Alodokter, Rabu (19/1), dalam psikologi warna, panjang gelombang dari cahaya yang ditangkap retina berubah menjadi impuls listrik, lalu menuju ke otak. Hal itulah yang bisa membuat warna dapat memengaruhi suasana hati, perasaan, emosi, bahkan perilaku manusia.

Meski begitu, pengaruh warna pada psikologi tiap orang bisa saja berbeda, tergantung pada usia, jenis kelamin, kondisi sosial, dan budaya masing-masing.

Secara umum, warna terdiri atas dua kelompok utama, yakni warna hangat dan warna dingin. Warna hangat meliputi merah, jingga, dan kuning. Sementara itu, warna dingin meliputi biru, ungu, dan hijau.

Mari kita mulai dari warnah merah yang selalu berhasil mencuri perhatian. Warna ini diyakini dapat membangkitkan energi, semangat, dan rasa percaya diri. Merah juga menjadi simbol cinta dan kehangatan, gairah, kegembiraan, kekuatan, dan kenyamanan.

Baca juga:

Cek deh, Warna Outifit yang Cocok dengan Tone Kulitmu

Setiap Warna Memiliki Pengaruh untuk Memperbaiki Suasana hati
Warna kuning dapat meningkatkan metabolisme. (Foto: Unsplash/Jason Leung)

Warna biru banyak dilihat sebagai warna yang memberi ketenangan dan suasana hati yang baik. Warna ini dapat mengontrol denyut nadi dan suhu tubuh, sehingga baik untuk kinerja jantung dan aliran darah. Menurut penelitian, warna biru bahkan diduga dapat meningkatkan produktivitas dan membantumu menjadi lebih rileks dan tidur nyenyak.

Dalam ilmu psikologi warna, kuning dipercaya dapat meningkatkan metabolisme, membantu seseorang menjadi merasa lebih bahagia, optimistis, berenergi, sekaligus waspada. Sementara itu, hijau merupakan simbol alam yang bisa memberi dampak pada psikologi manusia berupa efek menenangkan, meredakan stres, dan memberi perasaan gembira.

Baca juga:

Pilih Warna Keberuntungan untuk Dipakai saat Imlek

Setiap Warna Memiliki Pengaruh untuk Memperbaiki Suasana hati
Pengguna warna hitam di beberapa bidang bisa menunjukkan pengaruh psikologi tersendiri. (Foto: Unsplash/Luis Quintero)

Sebagai warna dingin, ungu memberikan pengaruh terhadap psikologi manusia berupa ketenangan. Warna eksotis ini juga menjadi simbol kemewahan sekaligus spiritualitas. Ungu juga dianggap sebagai pemicu kreativitas dan fokus. Beralih ke warna pink atau merah muda, warna ini dianggap sebagai simbol cinta dan kesan feminim yang dapat memberikan efek bahagia, romantis, dan santai. Warna pink juga memberi kesan lembut dan memancarkan kasih sayang. Di lain sisi, warna memberikan nuansa kekanak-kanakan.

Meski identik dengan kesedihan, kekecewaan, atau kematian, pengguna warna hitam di beberapa bidang bisa menunjukkan pengaruh psikologi tersendiri. Dalam kebudayaan tertentu, hitam menggambarkan kekuatan, misteri, dan ketenangan.

Warna terakhir ialah putih yang identik dengan kesucian dan kemurnian. Dalam psikologi, warna putih cenderung memberikan makna positif, seperti bersih, segar, dan kesederhanaan. (and)

Baca juga:

Intip Tren Warna Rambut untuk 2020

#Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Bagikan