Setahun Pandemi COVID-19, Kebiasaan di Kantor Berubah

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 31 Maret 2021
Setahun Pandemi COVID-19, Kebiasaan di Kantor Berubah

Banyak perubahan kebiasaan di kantor saat pandemi (Foto: pixabay/maximeutopix)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI COVID-19 yang melanda Indonesia membuat setiap orang harus bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru, demikian juga para pekerja kantoran.

Meski sejumlah kantor memberlakukan work from home, tapi tidak sedikit kantor yang tetap mewajibkan pegawainya untuk pergi ke kantor, tapi harus menjalani protokol kesehatan ketat.

Baca Juga:

Restoran 'Dipaksa' Berubah Demi 'Tetap Hidup' Saat Pandemi

Para karyawan harus mematuhi protokol kesehatan ketat agar tetap aman saat bekerja di kantor (foto: pixabay/valentinb90)

Untuk tetap bisa mendapat penghasilan dan bisa bekerja, mau tidak mau setiap orang harus menjalani kebiasaan baru saat pergi kekantor.

Adapun sejumlah protokol kesehatan yang wajib dipatuhi oleh pengelola ruang kantor seperti yang dilansir dari covid-19.go.id.

Antara lain yakni pastikan ruang kerja dapat jaga jarak, wajibkan pakai masker tanpa terkecuali, tidak sediakan makan/minum saat rapat, bersihkan pendingin ruangan dengan berkala, terapkan cek suhu tubuh di pintu masuk, sediakan akses cuci tangan pakai sabun, rutin cek dan bersihkan ventilasi udara.

Baca Juga:

Pandemi COVID-19 Mengubah Layanan Perawatan Mobil Serba dari Rumah

Memakai masker dan menjaga jarak merupakan hal yang wajib dilakukan saat ngantor di masa pandemi (Foto: pixabay/maximeutopix)

Selain protokol tersebut sejumlah sudut penting yang kerap di sentuh oleh banyak orang dikantor, mengalami perubahan menjadi touchless.

Seperti halnya pengambilan karcis parkir touchless, penggunaan hand sanitizer touchless, hingga tombol lift yang touchless.

Sementara itu di gedung perkantoran, mengadakan sebuah rapat di ruangan tertutup mungkin hal yang biasa, tapi menjadi tidak biasa ketika berada di masa pandemi COVID-19.

Mengenai hal itu Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro, menjelaskan, apabila mengadakan rapat yang sifatnya sangat mendesak di tempat kerja khususnya di ruangan yang tertutup, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Dokter Reisa mengatakan, perama yakni pastikan ruangan yangan benar-benar bisa menjamin jaga jarak, kemudian kedua pastikan peserta rapat dalam kondisi sehat.

Ketiga sebelum memasuki ruangan, wajib melewati prosedur standar adaptasi kebiasaan baru, yang meli-puti cek suhu tubuh, mencuci tangan dan memakai masker.

Saat mengadakan rapat, ada sejumlah protokol kesehatan yang perlu diperhatikan (foto: pixabay/maximeutopix)

Kemudian, hindari menyediakan makanan dan minuman, serta melakukan pengecekan sirkulasi dan ventilasi ruangan seperti AC dan kipas angin, yang tidak boleh langsung mengarah ke peserta rapat. Kemudian batas waktu maksimal rapat diadakan yakni 30 menit.

Lalu, yang tak kalah penting ialah menghindari klaster kantor dengan disiplin protokol kesehatan.

Demi menghindari adanya klaster di kantor, sejumlah perusahaan menerapkan protokol kesehatan khusus. Dari mulai pembatasan kapasitas jumlah karyawan, hingga membuat aturan pembatasan usia karyawan yang diperbolehkan bekerja di kantor.

Mengenai hal itu, Dokter Reisa menjelaskan, bahwa kesehatan kerja tidak main-main, protokol kesehatan ketat harus dilakukan, seperti pengecekan suhu, pengaturan kapasitas dan posisi di dalam lift, pengaturan denah ruang kerja antar karyawan yang dibuat berjarak.

Bahkan sejumlah perusahaan meminta karyawan di atas 50 tahun, untuk bekerja dari rumah. Hal tersebut dilakukan lantaran kelompok lansia terhitung berisiko tinggi bila tertular Virus COVID-19.

Kendati telah menerapkan jaga jarak, dan mengenal rekan kerja yang kamu temui setiap hari, tidak menjamin kamu tahu pasti kondisi kesehatan mereka. Karena itu, pada saat rapat atau sekadar ngobrol bersama teman kantor, masker harus selalu digunakan.

Kemudian Dokter Reisa juga menyarankan, para pekerja yang aktif kekantor, paling aman membawa bekal dari rumah. Tapi, bila ingin mengonsumsi makanan seperti di kantin, kamu harus pastikan kebersihannya.

Lalu, saat makan, pastikan kamu tetap menjaga jarak dan tidak mengobrol dengan teman ketika makan, apalagi berbagi makanan.

Swab test berkala perlu dilakukan untuk menghindari klaster kantor (foto: pixabay/lukasmilan)

Demi menghindari adanya klaster kantor, sejumlah perusahaan pun memfasilitasi karyawannya untuk rutin melakukan swab tst atau PCR test secara berkala.

Sejumlah perubahan kebiasaan tersebut mungkin ada beberapa yang sedikit 'menggangu' atau membuatmu tidak nyaman. Tapi mau tidak mau hal itu harus kamu lakukan, demi terciptanya lingkungan kantor yang aman, nyaman dan sehat.

Meski di tengah pandemi, kamu harus tetap produktif, namun tetap jaga diri dan orang lain dengan disiplin protokol kesehatan. (Ryn)

Baca Juga:

Pandemi COVID-19 Memantik Musisi Jadi Lebih Mandiri

#Gaya Hidup #COVID-19 #Pekerja Kantoran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Kemnaker Kaji Opsi WFH bagi Pekerja Swasta Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
Sejumlah pekerja swasta mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan di trotoar kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 07 September 2026
Kemnaker Kaji Opsi WFH bagi Pekerja Swasta Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
Lifestyle
Begini Pentingnya Komunitas Wellness Bagi Perempuan, Bangun Percaya Diri
Veronica Tan menyoroti pentingnya tersedianya ruang bagi masyarakat, terutama perempuan, untuk aktif menjaga kesehatan sekaligus membangun komunitas yang saling menguatkan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Begini Pentingnya Komunitas Wellness Bagi Perempuan, Bangun Percaya Diri
Kuliner
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Sejak kopi bisa dinikmati rakyat secara umum, tradisi ngopi berkembang dari warung kopi sederhana di desa hingga kedai modern kekinian di kota besar.
Dwi Astarini - Minggu, 30 Agustus 2026
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Berita Foto
Program Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli 2026, Targetkan 150 Ribu Peserta
Aktivitas sejumlah pekerja kantoran saat berjalan di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Pancoran, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 06 Juli 2026
Program Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli 2026, Targetkan 150 Ribu Peserta
Indonesia
4 Tips Negosiasi Naik Gaji di Perusahaan, 83 Persen Karyawan Berhasil dengan Cara Ini
Salary Pulse Indonesia 2026 mencatat 83 persen pekerja berhasil mendapat kenaikan gaji setelah negosiasi. Simak empat tips mengajukan kenaikan gaji ini.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
4 Tips Negosiasi Naik Gaji di Perusahaan, 83 Persen Karyawan Berhasil dengan Cara Ini
Indonesia
Tak Semua Pekerja Dapat Kenaikan Gaji Tinggi, Ini Temuan Salary Pulse Indonesia 2026
Salary Pulse Indonesia 2026 mencatat 62 persen pekerja mendapat kenaikan gaji. Mayoritas naik 5 persen, sementara sektor teknologi menjadi yang tertinggi dengan 61 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
Tak Semua Pekerja Dapat Kenaikan Gaji Tinggi, Ini Temuan Salary Pulse Indonesia 2026
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Berita Foto
Pemerintah Wacanakan WFH Sehari dalam Sepekan bagi Karyawan Swasta
Sejumlah pekerja berjalan saat jam pulang kerja di Pedestrian Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 31 Maret 2026
Pemerintah Wacanakan WFH Sehari dalam Sepekan bagi Karyawan Swasta
Lifestyle
Wujudkan Destinasi Lifestyle dan Hunian Dinamis di Penyangga Ibu Kota, Summarecon Serpong Memperluas Konektivitas lewat Jaringan MRT
Di masa depan, kawasan ini diharapkan dapat terintegrasi dengan jaringan MRT yang menghubungkan sejumlah kawasan di Jakarta Barat dan Banten.
Dwi Astarini - Rabu, 18 Maret 2026
Wujudkan Destinasi Lifestyle dan Hunian Dinamis di Penyangga Ibu Kota, Summarecon Serpong Memperluas Konektivitas lewat Jaringan MRT
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Bagikan