Sering Tumbang Karena Vertigo? Ini 5 Cara Mengatasinya Tanpa Obat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 18 Desember 2024
Sering Tumbang Karena Vertigo? Ini 5 Cara Mengatasinya Tanpa Obat

Ilustrasi vertigo. (Pexel/Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Tubuh tidak bisa berdiri tegak karena penglihat seperti bergerak? Itu salah satu tanda dari vertigo, ada lima cara mudah untuk mengatasinya. Bahkan tidak memerlukan obat-obatan.

Vertigo merupakan gejala sensasi pusing yang membuat kepala seolah-olah berputar akibat gangguan keseimbangan tubuh.

Vertigo sendiri terjadi pada seseorang yang punya gangguan kesehatan otak dan telingan, lansia, wanita, ada anggota keluarga yang memiliki riwayat vertigo, sedang stres berat hingga pecandu alkohol.

Dilansir Siloamhospital, vertigo ada dua jenis, pertama vertigo central dan vertigo Vertigo peripheral.

Kondisi vertigo central disebabkan oleh adanya masalah pada otak. Bagian otak yang paling berdampak akibat penyakit ini adalah otak kecil (cerebellum). Sedangkan vertigo peripheral disebabkan gangguan pada telinga bagian sehingga fungsi mengatur keseimbangan tubuh tidak berkerja dengan baik.

Berikut lima cara mengatasi kondisi vertigo tanpa harus menggunakan obat:

Baca juga:

Efek Risiko dari Penyakit Vertigo

Melakukan Half Somersault atau Foster Maneuver

Half Somersault atau Foster Maneuver menjadi cara paling efektif untuk mengatasi vertigo ketika itu kambuh. Berikut praktik melakukan Foster Maneuver:

1. Ambil posisi berlutut dan arahkan pandangan ke langit-langit selama beberapa detik. Bungkukkan badan secara perlahan hingga menyerupai posisi bersujud. Lalu, pertahankan posisi tersebut selama 30 detik.

2. Lanjutkan dengan miringkan kepala hingga 45 derajat ke sisi kepala yang mengalami vertigo, lakukan posisi ini selama kurang lebih 30 detik.

3. Masih dalam posisi yang sama, angkat kepala dengan cepat hingga sejajar dengan punggung. Sementara lutut dan kedua tangan menyentuh tangan. Pertahankan kepala pada posisi miring 45 derajat selama 30 detik.

4. Tegakkan kepala sambil tetap miring ke sisi kepala yang mengalami vertigo. Lalu, cobalah untuk berdiri secara perlahan.

Ulangi gerakan tersebut dengan interval waktu selama 15 menit hingga gejala vertigo mereda.

Melakukan Epley Maneuver

Epley maneuver disebut juga canalith repositioning procedure adalah taktik pertolongan pertama kasus vertigo.

Epley maneuver ini diketahui dapat membantu mengembalikan keseimbangan pada telinga bagian dalam. Berikut cara melakukannya:

1. Duduklah pada tepi tempat tidur dan putarkan kepala hingga 45 derajat ke sisi kepala yang mengalami vertigo.

2. Buat posisi kepala sedikit lebih ke atas dengan meletakkan bantal di bawah bahu, posisi tubuh berbaring.

3. Baringkan tubuh dengan posisi kepala miring sebesar 45 derajat secara hati-hati dan pertahankan posisi selama 30 detik hingga pusing mereda.

4. Masih dalam keadaan tubuh berbaring, posisikan kepala 90 derajat ke arah berlawanan. Pertahankan posisi tersebut selama 30 detik hingga pusing mereda.

5. Sambil tetap mempertahankan posisi kepala, posisikan tubuh menghadap ke sisi kepala yang miring.

6. Jika pusing dirasakan telah mereda, cobalah untuk duduk kembali secara perlahan dan tunggu selama beberapa saat. Ulangi gerakan tersebut sebanyak 3 kali sehari hingga vertigo mereda sepenuhnya.

Baca juga:

Segera Temui Dokter, Ini 5 Tanda Kamu Memiliki Vertigo

Melakukan Latihan Brandt-Daroff

Latihan ini bisa mengatasi vertigo mendadak sekaligus mengurangi intensitas vertigo kambuh.

Berikut langkah-langkah melakukannya:

1. Duduklah pada tepi tempat tidur dengan posisi tubuh tegak.

2. Miringkan kepala sekitar 45 derajat ke sisi kepala yang mengalami vertigo sembari menutup mata.

3. Baringkan tubuh pelan-pelan kepala miring ke sisi kepala yang mengalami vertigo. Lakukan sampai 30 detik atau vertigo mereda.

4. Duduk kembali dengan posisi tegak.

Ulangi gerakan tersebut pada sisi tubuh lainnya. Disarankan melakukan latihan ini 3–5 kali dalam satu sesi.

Selama sehari dilakukan tiga sesi rutin per dua minggu, atau sampai gejala vertigo telah hilang selama 2 hari.

Baca juga:

Latihan Epley Bisa Jadi Pengobatan Natural Vertigo

Minum Teh Jahe

Minuman herbal seperti teh jahe diyakini meredakan vertigo. Ia berfungsi membantu meredakan gejala mual dan muntah yang kerap dialami oleh penderita vertigo.

Ginkgo Biloba

International Journal of Otolaryngology menyebutkan ginkgo biloba merupakan salah satu cara mengobati vertigo yang cukup ampuh.

Namun biasanya sudah dikemas dalam bentuk suplemen. Ginkgo Biloba memiliki potensi untuk meningkatkan fungsi kognitif dan kesehatan peredaran darah.

Jika penderita vertigo mengkonsumsi Ginkgo Biloba akan memberikan kelegaan dengan meningkatkan aliran darah ke otak, yang dapat menstabilkan fungsi telinga bagian dalam dan mengurangi gejala. (Tka)

#Kesehatan #Vertigo #Jenis Vertigo #Gejala Vertigo #Apa Itu Vertigo #Penyebab Vertigo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan