Kesehatan

Sering Sakit Kepala Sebelah? Begini Cara Mengatasinya

Andrew FrancoisAndrew Francois - Selasa, 24 Mei 2022
Sering Sakit Kepala Sebelah? Begini Cara Mengatasinya

Cara atasi sakit kepala sebelah. (Foto: Unsplash/Sander Sammy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BIASANYA sakit kepala sebelah bisa hilang dengan sendirinya, namun terdapat beberapa cara untuk mengatasinya yang perlu kamu tahu. Kondisi tersebut memang bisa sangat mengganggu hingga sulit konsentrasi bekerja sehingga rasanya perlu segera dihilangkan.

Adapun pemicu sakit kepala sebelah bisa sangat beragam mulai dari stres, kurang tidur, telah makan, cedera, tidur terlalu banyak, dan masih banyak lagi. Serangannya bisa datang secara mendadak atau muncul perlahan-lahan, namun tetap perlu segera diatasi agar kamu dapat kembali beraktivitas tanpa hambatan.

Baca juga:

Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat Penyebab Migrain

Bila kamu ingin mengatasinya terdapat sejumlah cara mudah yang bisa kamu lakukan menurut dr. Airindya Bella dari Alodokter seperti berikut:

Konsumsi air dalam jumlah cukup

Konsumsi air putih secukupnya. (Foto: Unsplash/engin akyurt)

Cara mengatasi sakit kepala sebelah atau migrain yang pertama adalah dengan mencukupi asupan cairan tubuh dengan minum air. Kekurangan cairan tubuh dapat meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi dan memperburuk gejala sakit kepala sebelah. Pastikan kamu minum cukup banyak air putih setidaknya delapan gelas atau dua liter setiap harinya.

Lepaskan tekanan di kepala

Ikat rambut yang terlalu kencang bisa membuat sakit kepala. (Foto: Unsplash/Tamara Bellis)

Cara lain untuk meredakan sakit kepala sebelah adalah dengan mengurangi tekanan di kepala seperti ikat rambut yang terlalu kencang atau menggunakan bandana yang terlalu ketat. Hal tersebut tentu dapat membuat kepala menjadi tegang dan memicu rasa sakit. Segera lepaskan bandana atau ikat rambut bila kamu merasa sakit kepala sebelah untuk melepaskan tekanan.

Baca Juga:

Waspada Zoonosis, Peneliti di Australia Temukan Varian Baru Virus Hendra

Tidur dan istirahat cukup

Tidur cukup untuk redakan stres. (Foto: Unsplash/Lux Graves)

Stres diketahui sebagai salah satu pemicu munculnya sakit kepala sebelah sehingga sangat dianjurkan untuk selalu mengendalikan stres. Tidur yang cukup atau beristirahat sejenak mampu menurunkan kadar stres sehingga sakit kepala dapat berkurang atau bahkan hilang.

Gunakan minyak esensial

Minyak esensial memiliki efek yang mampu redakan sakit kepala sebelah. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

Menghirup aroma minyak esensial juga dipercaya dapat meredakan sakit kepala sebelah. Efek yang ditimbulkan juga beragam misalnya minyak esensial lavender memiliki efek penenang sedangkan peppermint memiliki efek yang mampu meredakan sakit kepala sebelah akibat stres. (waf)

Baca Juga:

Mengenal Holiday Blues, Kondisi Stres saat Hari Libur Datang

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan