Parenting

Sering Memberikan Tekanan pada Anak? Ini Akibatnya!

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juli 2019
Sering Memberikan Tekanan pada Anak? Ini Akibatnya!

Sering Menekan Anak_ Ini Akibatnya! (Foto: Pixabay/Rickey123)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENJADI orangtua memang tidak sulit dan tidak mudah alias gampang-gampang-susah. Memiliki anak adalah sebuah anugerah yang harus kita jaga dan bimbing karena anak merupakan titipan Tuhan. Kebahagiaan sudah pasti dirasakan bagi mereka yang sudah diberi momongan tetapi rasa cemas selalu menghantui orangtua hampir sepanjang waktu.

Banyak orangtua yang kerap khawatir anaknya tidak tumbuh menjadi anak yang baik dan berprestasi. Akibatnya orangtua menjadi sangat keras dan terlalu menekan anak. Misalnya jam belajar yang harus tepat, nilai yang harus paling tinggi di kelas, bahkan jarang sekali boleh keluar untuk bermain.

Baca juga:

Orangtua, Berikan Motivasi untuk Anak Semangat Belajar di Sekolah

Perlu kamu ketahui, terlalu menekan anak berdampak buruk bagi tumbuh kembangnya. Seringkali anak yang terlalu ditekan malah tumbuh menjadi sosok yang malah kebalikan dari harapan orangtua.

Melansir dari laman The Guardian, rata-rata orangtua tidak menyadari hal ini. Jangan terlalu sering menyalahkan anak atau lingkungan sekitarnya, karena bisa jadi kamu adalah penyebab yang sebenarnya! Wah, apa saja ya kira-kira dampaknya? Yuk lihat ulasannya di bawah ini.

1. Anak Tidak Mengenal Dirinya Sendiri

Sering Memberikan Tekanan pada Anak? Ini Akibatnya!
Tidak mengenal dirinya sendiri (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Anak sering diistilahkan sebagai secarik kertas putih yang bersih. Orangtua seharusnya membimbing anak dalam mengisi lembaran tersebut agar menjadi indah.

Terlalu menekan anak dengan harapan dan keinginanmu sama saja memaksa mereka untuk menjadi boneka yang bisa kamu mainkan peranannya.

Akibatnya anakmu tidak akan mengenal dirinya sendiri. Mereka akan kehilangan jati diri dan cenderung tidak ingin bersosialisasi dengan siapapun karena kerap merasa takut. Anak tidak akan pernah menjadi dirinya sendiri.

2. Terlalu Bergantung Pada Orangtua

Sering Memberikan Tekanan pada Anak? Ini Akibatnya!
Terlalu bergantung pada orangtua (Foto: Pixabay/StockSnap)

Percayalah ketika kamu tidak menuntut banyak hal dan tidak bersikap terlalu keras, anakmu akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Baca juga:

Dampingi Anak saat Beradaptasi di Lingkungan Sekolah Baru

Dengan terlalu mengontrol gerak-gerik anak, kamu hanya akan membuatnya terlalu bergantung padamu sehingga mereka tidak akan bisa hidup sendiri secara mandiri.

3. Gangguan Mental

Sering Memberikan Tekanan pada Anak? Ini Akibatnya!
Gangguan mental (Foto: Pixabay/Mohamed_hassan)

Anak yang terlalu ditekan cenderung terlalu sering menahan emosinya karena dilarang untuk bereskpresi. Tetapi yang namanya kesabaran selalu ada batasnya.

Jika anakmu sudah tidak bisa menahan emosinya, bisa jadi mereka marah secara meledak-ledak tanpa tahu situasi dan tempat.

Mereka juga akan tumbuh menjadi pribadi yang anti sosial dan cenderung meniru sikapmu yang suka mengontrol ketika tumbuh dewasa. Anak yang terlalu ditekan akan menjadi pribadi yang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.

4. Menurukan Kemampuan Intelektual Anak

Sering Memberikan Tekanan pada Anak? Ini Akibatnya!
Menurunkan kemampuan intelektual (Foto: Pixabay/Ernestoeslava)

Hidup dalam tekanan dan selalu stres akan membuat anak sering kehilangan konsentrasi. Akibatnya performa dalam kelas akan menurun dan cenderung mendapat nilai yang jelek.

Baca juga:

Ucapkan 4 Hal Ini untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Alih-alih terlalu menekan, cobalah menuntun hidupnya dengan lembut. Dukung minat dan bakatnya serta jadilah sahabatnya di kala sedih. Dengan begitu anakmu akan senantiasa merasa bahagia. (mar)

#Parenting #Anak #Ibu Dan Anak #Tumbuh Kembang Anak #Anak-anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Indonesia
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada seorang ibu asal Cimahi, Nina Saleha, atas kasus kelalaian perawat yang menyerahkan bayinya kepada orang lain.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang mulai berlaku 28 Maret 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Maret 2026
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Bagikan