Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Serikat Pekerja Pertamina Minta Presiden Jokowi Batalkan Kerjasama RDMP

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 26 September 2017
Serikat Pekerja Pertamina Minta Presiden Jokowi Batalkan Kerjasama RDMP

Ilustrasi kilang Pertamina (ANTARA FOTO/Jojon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Balongan (SPPBB) Kabupaten Indramayu meminta Presiden Jokowi untuk membatalkan kesepakatan kerja sama proyek pengembangan kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) melalui segala mekanisme yang merugikan negara (JV, Inbreng).

Hal ini dikatakan Ketua Umum SPPBB, Tri Wahyudi, saat menggelar jumpa pers di Sekretariat SPPBB Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (25/9).

Selain itu SPPBB meminta presiden Jokowi harus menerbitkan Perpres yang menugaskan pembangunan kilang baru sepenuhnya dilakukan oleh Pertamina sebagai penugasan negara. Dengan demikian, maka Pertamina akan dengan mudah mendapatkan dukungan permodalan.

" Kami sangat kecewa dengan adanya upaya pengkerdilan Pertamina dan privatisasi dalam rencana proyek pengembangan kilang," ujar Tri Wahyudi, Senin (25/9).

SPPBB juga meminta Kemenhubagar bersikap tegas dan mendukungan penuh terhadap perusahaan milik negara (Pertamina) dalam bisnis avtur. Hal itu dengan mensyaratkan jika pihak asing/swasta ingin berbisnis avtur di Indonesia maka mereka diharuskan membangun kilang untuk mengolah avtur di Indonesia.

" Disribusi (avtur milik asing/swasta) pun tidak hanya di daerah-daerah ‘basah’ saja," tegas Tri Wahyudi.

Lanjut Tri, saat ini ada upaya perusahaan asing/swasta dengan dukungan pemerintah untuk melakukan distribusi/berbisnis avtur, tapi hanya dilakukan pada bandara-bandara besar/daerah ‘basah’.

Adapun bandara besar/daerah ‘basah’ itu di antaranya di Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Manado, Balikpapan dan Batam.

Jika pemerintah tetap membuka dan memberi kesempatan kepada pihak asing/swasta untuk berbisnis avtur hanya pada bandara-bandara ‘basah’, maka pemerintah pun tidak boleh melarang Pertamina ketika menghentikan bisnis dan penyaluran avtur di bandara-bandara kecil di seluruh NKRI.

" SPPBB memandang ini merupakan usaha para pemburu rente yang terus berupaya mengkerdilkan Pertamina di sektor hulu, distribusi dan hilir," tutur Tri.

Oleh karenanya, lanjut Tri, SPPBB sangat mendukung program pengembangan kilang melalui proyek RDMP sebagai tuntutan pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri. Namun, hal itu dilakukan dengan menggunakan sumber dana dalam negeri (mandiri).

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Mauritz, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Ikuti berita menarik lainnya dari Cirebon dalam artikel: Wali Kota Cirebon Geram Tanggapi Pernyataan Dirjen Dukcapil

#PT Pertamina (Persero) Refinery Unit-VI Balongan #Pertamina #Presiden Jokowi #Indramayu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : SPBU bakal Dijaga Petugas Samsat untuk Menilang Penunggak Pajak
Pertamina menegaskan tidak ada kebijakan semacam itu dalam pelayanan.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] : SPBU bakal Dijaga Petugas Samsat untuk Menilang Penunggak Pajak
Indonesia
Kelangkaan BBM di Sumut, DPR Minta Pertamina Buka Penyebab Sebenarnya
Anggota Komisi XII DPR RI Elpisina meminta PT Pertamina mengungkap secara terbuka penyebab kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
Kelangkaan BBM di Sumut, DPR Minta Pertamina Buka Penyebab Sebenarnya
Indonesia
Polda Sumut Siaga 24 Jam, 786 Personel Kawal Distribusi BBM di 325 SPBU
786 personel Polda Sumut diturunkan untuk mengawal distribusi BBM di 325 SPBU selama 24 jam.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Polda Sumut Siaga 24 Jam, 786 Personel Kawal Distribusi BBM di 325 SPBU
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Bakal Hapus Pertalite
Unggahan berisi klaim “Pemerintah bakal hapus Pertalite” adalah konten palsu.
Frengky Aruan - Jumat, 17 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Bakal Hapus Pertalite
Indonesia
Pertamina Tambah 10 Mobil Tangki Buat Normalkan Pasokan BBM di Sumatera Utara
Peningkatan kebutuhan BBM dalam beberapa hari terakhir di Medan naik sekitar 5–10 persen dibandingkan rata-rata harian.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Pertamina Tambah 10 Mobil Tangki Buat Normalkan Pasokan BBM di Sumatera Utara
Indonesia
Pertamina Klaim Pasokan BBM ke SPBU di Sumut Berangsur Normal
Di samping upaya percepatan distribusi, Pertamina Patra Niaga juga memperketat pengawasan di seluruh rantai penyaluran BBM.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Pertamina Klaim Pasokan BBM ke SPBU di Sumut Berangsur Normal
Indonesia
Distribusi BBM di Sumatera Utara Bermasalah, Brimob Dikerahkan Jaga SPBU
Pengamanan itu dilaksanakan oleh personel Batalyon A Pelopor, Batalyon B Pelopor, dan Batalyon C Pelopor sebagai langkah preventif untuk memastikan proses distribusi dan pelayanan pengisian BBM berjalan lancar.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Distribusi BBM di Sumatera Utara Bermasalah, Brimob Dikerahkan Jaga SPBU
Indonesia
Harga Gas Nonsubsidi Bright Gas Turun Rp 4.000 - 8.000 Per Tabung
Harga baru itu merupakan harga jual di tingkat agen Bright Gas di wilayah Pulau Jawa mulai 14 Juli 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Harga Gas Nonsubsidi Bright Gas Turun Rp 4.000 - 8.000 Per Tabung
Indonesia
13 Tewas dalam Kecelakaan Pikap dan Truk di Indramayu, DPR Desak Evaluasi Total Keselamatan Transportasi
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mendesak evaluasi total sistem keselamatan transportasi darat setelah kecelakaan pikap dan truk di Indramayu menewaskan 13 orang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
13 Tewas dalam Kecelakaan Pikap dan Truk di Indramayu, DPR Desak Evaluasi Total Keselamatan Transportasi
Indonesia
Tertahan Sejak Maret, Kapal Pertamina Akhirnya Keluar dari Selat Hormuz
Keberhasilan tersebut juga merupakan buah dari dukungan dan komunikasi yang baik dengan otoritas terkait di Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Tertahan Sejak Maret, Kapal Pertamina Akhirnya Keluar dari Selat Hormuz
Bagikan