Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Serbia Dituduh Coba Menganeksasi Wilayah Utara Kosovo

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Oktober 2023
Serbia Dituduh Coba Menganeksasi Wilayah Utara Kosovo

Kosovo - Serbia. (Tangkapan Layar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bentrokan terjadi di desa Banjska, Kosovo utara di dekat perbatasan Serbia, ketika sebuah kelompok bersenjata Serbia memblokir sebuah jembatan dengan dua truk.

Baku tembak terjadi setelah kelompok itu melepaskan tembakan ke arah polisi, membuat seorang polisi tewas dan lainnya terluka.

Baca Juga:

Kim Jong-un Dukung Upaya Rusia Menangkan Perang di Ukraina

Sejumlah besar pasukan keamanan kemudian dikerahkan di wilayah itu, serta perbatasan Bmjak antara Kosovo dan Serbia ditutup.

Otoritas Kosovo mengatakan memiliki bukti Serbia mencoba menganeksasi wilayah utara negara itu dan para penyerang telah mempersiapkan hal ini sejak lama di pangkalan militer.

"Organisasi teroris ini hanya memiliki satu tujuan: menganeksasi bagian utara Republik Kosovo," kata Menteri Dalam Negeri Kosovo Xhelai Svecia.

"Dalam rangka mewujudkan tujuannya, institusi Serbia mengatur militer, logistik, dan kapasitas keuangan mereka," kata Svecia.

Menurut Svecia, Presiden Serbia Aleksander Vucic, Menteri Pertahanan Milos Vucevic dan Kepala Staf Militer Milan Mojsilovic berhubungan langsung dalam upaya tersebut.

"Presiden Serbia berusaha menyangkal fakta bahwa negaranya terlibat dalam rencana dan eksekusi serangan 24 September, namun dokumen yang kami keluarkan sebelumnya dan rekaman yang akan kami siarkan hari ini adalah bukti nyata keterlibatan militer dan struktur negara dalam organisasi ini," kata dia.

Kawasan tersebut menjadi lokasi kerusuhan sejak April, ketika etnis lokal Serbia memboikot pemilu di Kosovo utara, menyusul protes menentang pemilihan walikota etnis Albania. Hingga kini Albania menjadi etnis terbesar di Kosovo, menyusul Serbia, di mana setengahnya tinggal di bagian utara negara itu.

Di tengah kerusuhan terkait pemilu, pasukan penjaga perdamaian NATO dikerahkan, termasuk sekelompok bala bantuan tambahan dari Turki.

Minggu lalu telah terjadi “pengerahan militer Serbia dalam jumlah besar di sepanjang perbatasan dengan Kosovo,” menurut Dewan Keamanan Nasional AS, yang juru bicaranya menyebut pengerahan tersebut sebagai “perkembangan yang sangat mengganggu stabilitas.”

Pada Sabtu, Kosovo meminta Serbia untuk menarik mundur tentaranya. Serbia menyangkal terlibat dalam peningkatan militer di sepanjang perbatasan dengan Kosovo.

"Sebuah kampanye kebohongan telah diluncurkan terhadap kami, Serbia. Mereka telah berbohong mengenai kehadiran pasukan militer kami faktanya, mereka merasa terganggu karena Serbia memiliki apa yang mereka gambarkan sebagai senjata canggih,” ujar Presiden Serbia Aleksander Vucic.

Kosovo menyatakan, kemerdekaannya dari Serbia pada 2008 dan memperoleh pengakuan dari banyak negara, termasuk Turki. Namun Serbia tidak pernah mengakui Kosovo dan menyatakan wilayah tersebut masih menjadi bagian dari Serbia.

Baca Juga:

1 Juta Warga Tinggalkan Sudan Akibat Perang Antara Militer dan RSF

#Perang #Kewarganegaraan Serbia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Arab Saudi Tembak Jatuh Drone Iran Yang Sasar Kilang Minyak
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam serangan tersebut, dan menegaskan tekad kerajaan “untuk menjaga keamanan dan kedaulatannya
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
Arab Saudi Tembak Jatuh Drone Iran Yang Sasar Kilang Minyak
Dunia
PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran juga telah melancarkan serangan ke Yordania hingga menewaskan personel militer Amerika Serikat di sana.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain
Dunia
Qatar, Mesir, Pakistan Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari Antara AS dan Iran
Pada 18 Juni malam, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang mengatur pengakhiran konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Qatar, Mesir, Pakistan Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari Antara AS dan Iran
Indonesia
Iran Siap Perang Darat Jika AS Menginvasi Pulau Kharg
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), seperti dikutip kantor berita Tasnim, menyatakan akan segera memukul mundur segala upaya pasukan AS memasuki wilayah Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 20 Juli 2026
 Iran Siap Perang Darat Jika AS Menginvasi Pulau Kharg
Dunia
Iran Serang Sistem Rudal Patriot Pangkalan AS di Kuwait
Kota pelabuhan Bandar Abbas, salah satu pusat perdagangan terpenting di Iran bagian selatan, dilaporkan hampir sepenuhnya terisolasi akibat pengeboman Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 19 Juli 2026
Iran Serang Sistem Rudal Patriot Pangkalan AS di Kuwait
Indonesia
Timur Tengah Memburuk, Pemerintah Siapkan Rencana Evakuasi Pekerja Migran
Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif apabila situasi memburuk, termasuk skenario evakuasi dalam skala besar terhadap WNI yang berada di kawasan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Timur Tengah Memburuk, Pemerintah Siapkan Rencana Evakuasi Pekerja Migran
Indonesia
AS Serang Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, dan Bandar Abbas Iran, 50 Ribu Tentara Sudah di Timur Tengah
Trump telah memerintahkan blockade selat hormuz dan berencana menarik pungutan 20 persen dari kargo yang diangkut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
AS Serang Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, dan Bandar Abbas Iran, 50 Ribu Tentara Sudah di Timur Tengah
Dunia
Trump Dikabarkan Setujui Serangan ke Bandara Yaman, Sasar Pimpinan Hauthi Balik dari Iran
Mohammed al-Farah, anggota biro politik gerakan Houthi, mengatakan bahwa AS mendorong Arab Saudi menuju perang melawan Houthi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
Trump Dikabarkan Setujui Serangan ke Bandara Yaman, Sasar Pimpinan Hauthi Balik dari Iran
Indonesia
Dalam 48 Jam, Iran Serang Pangkalan AS di Timur Tengah Dengan Rudal dan Drone Skala Besar
Ketegangan di kawasan meningkat dalam beberapa hari terakhir seiring saling balas serangan antara pasukan Amerika Serikat dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
Dalam 48 Jam, Iran Serang Pangkalan AS di Timur Tengah Dengan Rudal dan Drone Skala Besar
Indonesia
Setelah Serang Pangkalan BBM AS di Oman, Ledakan Landa Wilayah Iran Selatan
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islami (IRGC) Iran mengklaim telah menyerang pusat dukungan logistik dan platform pengisian bahan bakar yang melayani kapal induk Amerika Serikat di Pelabuhan Duqm di Oman
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
Setelah Serang Pangkalan BBM AS di Oman, Ledakan Landa Wilayah Iran Selatan
Bagikan