Seorang Petani Gaza Meninggal Terkena Peluru Tank Israel

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Jumat, 30 Maret 2018
Seorang Petani Gaza Meninggal Terkena Peluru Tank Israel

Tentara Israel (Foto: screenshot presstv)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dua petani Gaza menjadi korban peluru tank tentara Israel, pada Jumat (30/3). Satu orang meninggal dunia dalam insiden tersebut, dan satunya lagi terluka. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza.

Kedua petani terkena peluru di dekat kota Khan Younis. Pengakuan warga sekitar, korban sedang mengumpulkan hasil panen untuk dijual.

"Omar Samour, 27, menjadi pahlawan dan warga lain terluka akibat tentara Israel menyasar petani di timur desa Qarara," kata kementerian kesehatan dikutip dari Antara.

Kejadian ini semakin meningkatkan suasana tidak tegangan sehari menjelang unjuk rasa warga Palestina di sepanjang berbatasan dengan Israel. Tentara Israel menolak menanggapi dan menyatakan sedang memeriksanya.

Rencananya, masyarakat setempat akan melakukan unjuk rasa untuk menuntut pengungsi Palestina diizinkan kembali ke tempat sekarang disebut Israel.

Oleh karena itu, kesiagaan pasukan keamanan Israel ditingkatkan. Kepala tentara Israel dalam wawancara pada Rabu menyatakan lebih dari 100 penembak jitu dikerahkan di perbatasan Gaza menjelang unjuk rasa besar di dekat perbatasan tersebut.

Bocah Palestina digendong melihat lokasi serangan udara Israel, di selatan kota Gaza, Minggu (18/3).(ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Bocah Palestina digendong melihat lokasi serangan udara Israel, di selatan kota Gaza, Minggu (18/3).(ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

Penyelenggara dari sejumlah unsur, termasuk gerakan Hamas, yang menguasai Gaza, mengharapkan ribuan orang menjawab seruan mereka untuk berduyun-duyun ke kota tenda di lima tempat di sepanjang perbatasan peka untuk meminta hak pengungsi Palestina kembali ke tempat sekarang bernama Israel.

Tentara Israel, dengan alasan keamanan, menerapkan wilayah terlarang bagi warga Palestina atas daerah di dekat pagar perbatasan Israel.

Tanggal 30 Maret adalah saat memulai unjuk rasa menandai Hari Tanah guna memperingati enam warga Arab Israel, yang dibunuh pasukan keamanan Israel dalam unjuk rasa pada 1976 atas penyitaan tanah oleh pemerintah di Israel utara.

Unjuk rasa itu direncanakan berakhir pada 15 Mei, hari Nakba atau malapetaka bagi Rakyat Palestina, yang menandai pengusiran ratus ribuan orang Palestina dalam perang di sekitar penciptaan Israel pada 1948. (*)

Baca juga berita terkait di: Tentara Israel Tembak Mati Warga Palestina di Tepi Barat

#Palestina #Konflik Palestina #Israel
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Otoritas Israel telah meminta maskapai penerbangan asing tidak menugaskan pilot dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk terbang ke negara tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Dunia
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Pesawat Ethiopian Airlines menuju Tel Aviv dilaporkan putar balik setelah Israel mengetahui pilotnya warga Indonesia. Simak kronologi dan penyebabnya.
ImanK - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Kedua pemimpin juga dalam kesempatan itu sepakat untuk terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Dunia
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Iran bongkar dugaan plot rahasia Netanyahu yang rekayasa pembajakan pesawat flydubai FZ1073. Netanyahu dituduh mau fitnah Iran dan seret Donald Trump ke perang!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Dunia
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Seorang penumpang melihat salah seorang pilot ditusuk pilot lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Dunia
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah, tidak dapat dibenarkan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Bagikan