Cegat Armada Global Sumud Flotilla, Israel Pastikan Kondisi Aktivis Aman
Aktivis Greta Thunberg ditangkap Angkatan Laut Israel.(foto: Israel Foreign Ministry)
MERAHPUTIH.COM — ISRAEL mencegat armada Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan ke Gaza dan menahan ratusan aktivis, termasuk aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg.
Menurut Kementerian Luar Negeri Israel para aktivis dibawa ke Pelabuhan Ashdod untuk dideportasi. Kapal pertama dihentikan sekitar 70 mil laut dari pantai Gaza di perairan internasional, sedangkan lainnya dicegat lebih dekat. Meski wilayah itu berada di luar yurisdiksi Israel, militer Israel mengklaim kapal-kapal tersebut melanggar blokade laut yang sah dan mendekati zona pertempuran aktif.
GSF menyebut tindakan itu ilegal dan menuduh Israel berusaha menghentikan misi sipil damai yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung ke Gaza. Armada Global Sumud Flotila berangkat dari Spanyol sebulan lalu dengan lebih dari 40 kapal dan 500 penumpang, termasuk anggota parlemen Eropa, pengacara, dan aktivis.
Israel telah melabeli armada itu sebagai yacht provokasi dan menegaskan bahwa Thunberg dan rekan-rekannya aman dan sehat. Sementara itu, GSF mengatakan salah satu kapal mereka, Mikeno, mungkin sempat memasuki perairan Gaza.
Baca juga:
Ini merupakan kali ketiga Israel menggagalkan upaya pengiriman bantuan laut ke Gaza setelah dua pencegatan sebelumnya pada Juni dan Juli.
Upaya bantuan ke Gaza mendapat hambatan besar karena Israel membatasi aliran pangan dan obat-obatan dengan alasan mencegahnya jatuh ke tangan Hamas. Laporan badan pangan PBB (IPC) bulan lalu mengonfirmasi adanya kelaparan di Gaza, menyebutnya akibat hambatan sistematis Israel terhadap masuknya bantuan. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak laporan itu sebagai kebohongan mutlak.(dwi)
Baca juga:
223 Aktivis Internasional Global Sumud Flotilla Ditangkap Israel Saat Menuju Gaza
Bagikan
Berita Terkait
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Trump Klaim Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Bakal Didukung Banyak Negara
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina