Senin 10 Maret, Operasional 11 Bandara Utama Jerman Terganggu 24 Jam Imbas Mogok Massal Buruh
Arsip - Pesawat mendarat dan lepas landas di Bandara Frankfurt, Jerman. (ANTARA/Xinhua/Lu Yang/aa)
MerahPutih.com - Serikat pekerja ver.di mengumumkan aksi mogok kerja besar-besaran lanjutan selama 24 jam di 11 bandara utama Jerman pada Senin (10/3) lusa. Kamis 27 Februari lalu, mereka telah menggelar aksi mogok serupa selama 48 jam.
Bandara yang terdampak aksi mogok awal pekan depan itu meliputi Frankfurt, Munich, Berlin-Brandenburg, Hamburg, Cologne-Bonn, Dusseldorf, Dortmund, Stuttgart, Bremen, Hannover, dan Leipzig/Halle.
Aksi mogok massal pekerja bandara itu sebagai buntut dari perselisihan upah yang masih berlangsung antara serikat pekerja dan pemerintah federal serta pemerintah daerah.
Baca juga:
Jerman Kritik Kebijakan Tarif AS, Sebut Kerugian akan Dirasakan Konsumen
Serikat ver.di menuntut kenaikan gaji sebesar 8 persen atau peningkatan upah bulanan minimum sebesar 350 euro (sekitar Rp 6,1juta) bagi anggotanya, serta kompensasi yang lebih baik untuk jam kerja tidak beraturan dan tambahan tiga hari cuti tahunan.
“Kami membutuhkan kondisi kerja yang lebih baik, lebih banyak waktu istirahat, dan kompensasi yang layak bagi semua pegawai sektor publik, termasuk ribuan rekan yang menjaga kelancaran lalu lintas udara setiap hari,” demikian pernyataan serikat ver.di, dikutip dari Antara, Sabtu (8/3).
Selama aksi mogok nanti, para pekerja di 10 bandara itu berencana menggelar demonstrasi sepanjang hari. Oleha karenanya dapat dipastikan 10 bandara utama Jerman yang terdampak tidak dapat beroperasi selama aksi mogok massal itu.
Baca juga:
Gangguan Komputer Landa Bandara Jerman, Pemeriksaan Penumpang Berjam-jam
Ver.di merupakan serikat pekerja terbesar di Jerman yang mewakili pekerja di sektor jasa. Dibentuk 2001 silam, Ver.di berbasis di Berlin dengan anggota saat ini sedikitnya 2,6 juta pekerja. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Jerman Ragu Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Belum Cocok Sama Formatnya
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Cuaca Ekstrem, AirNav Lakukan Divert dan Holding di Bandara Soetta
Gelapan Ditanya Pendidikan, Pramugari ‘Gadungan’ Batik Air Tertangkap Basah
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi