Seniman Tak Mau Kalah dari Ilmuwan yang Temukan Olo, Ciptakan Warna Baru yang Disebut Yolo

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 26 April 2025
Seniman Tak Mau Kalah dari Ilmuwan yang Temukan Olo, Ciptakan Warna Baru yang Disebut Yolo

Stuart Semple klaim ciptakan warna cat baru hasil eksperimen ilmiah. (Foto: dok/IKEA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seorang seniman Inggris, Stuart Semple, mengklaim berhasil menciptakan sebuah warna cat yang sebelumnya tidak ada.

Warna ini ditemukan lewat eksperimen ilmiah di Amerika Serikat, tapi para ilmuwan mengatakan bahwa warna tersebut tidak bisa direplikasi.

Semple berhasil membuat versi warna biru-hijau ini berdasarkan penelitian di University of California, Berkeley.

Lewat situsnya, Semple menjual 150ml botol cat ini dengan harga Pounds 10.000 (sekitar Rp 185 juta). Namun, ia memberikan harga khusus kepada sesama seniman, hanya Pounds 29,99 (sekitar Rp 550 ribu).

Eksperimen di Berkeley menggunakan pulsa laser untuk menstimulasi sel-sel retina dari lima peneliti sehingga mereka bisa melihat warna di luar batas alami.

Cara Bikin Warna Baru

Semple, yang terkenal dengan cat hitam dan pink terpekat di dunia, menggunakan teknik sederhana untuk menciptakan warna ini.

Baca juga:

Ilmuwan Klaim Temukan Warna Baru yang Disebut Olo, Dianggap Bisa Bantu Penyandang Buta Warna

Semple mencampur berbagai pigmen dengan pemutih optik yang bisa menyerap cahaya ultraviolet dan memancarkannya kembali sebagai cahaya biru.

Dengan spektrometer, Semple memungkinkan cat buatannya mendekati warna yang diinginkan.

“Saya selalu berpikir bahwa warna harus bisa diakses oleh semua orang,” ujar Semple, yang juga memproduksi versi warna biru ultramarine Yves Klein, seperti dikutip theguardian.com (24/4).

Alasan Bikin Warna Baru

Semple berjuang agar warna-warna tidak hanya menjadi milik segelintir orang atau perusahaan. Sebelumnya, warna tersebut dinamai olo oleh ilmuwan yang melakukan eksperimen di Berkeley.

Semple menyebut versinya yolo. Ia sebelumnya pernah mereproduksi warna yang hanya tersedia untuk kalangan eksklusif saja.

Ketika seniman Anish Kapoor membeli hak eksklusif untuk cat hitam terpekat dunia, Semple memperkenalkan versi yang lebih hitam dan melarang Kapoor untuk menggunakannya.

Ilmuwan Austin Roorda, bagian dari tim Berkeley, menilai bahwa mustahil menciptakan ulang warna yang cocok dengan olo meski dia berencana membeli cat Semple. (*)

Baca juga:

Ilmuwan Berhasil Rekam Video Cumi Raksasa di Laut Dalam, Bentuknya Transparan dan saat Masih Kecil Berukuran 30 Sentimeter

#Sains #Seniman #Warna
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Dunia
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Data terbaru menyebut hal itu terjadi akibat gelombang panas musim panas yang ekstrem di puncak-puncak pegunungan Alpen.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Fashion
Hedgren dan Varsam Kurnia Hadirkan 'The Wayfarer', Tafsir Baru tentang Gaya dan Mobilitas
Hedgren berkolaborasi dengan seniman Indonesia Varsam Kurnia lewat “The Wayfarer”, yang mengangkat perjalanan, gaya personal, dan mobilitas generasi muda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Hedgren dan Varsam Kurnia Hadirkan 'The Wayfarer', Tafsir Baru tentang Gaya dan Mobilitas
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
ShowBiz
Seniman Samarinda Theo Nugraha Kolaborasi dengan Eks Drummer Sepultura di 'Prosthetic Reality'
Seniman bunyi asal Samarinda, Theo Nugraha, terlibat dalam album 'Prosthetic Reality' bersama Iggor Cavalera dan sejumlah nama musik ekstrem dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Seniman Samarinda Theo Nugraha Kolaborasi dengan Eks Drummer Sepultura di 'Prosthetic Reality'
Fun
TERASI 2026 Perluas Ruang Seni Inklusif, Gandeng Seniman Disabilitas dan Penyintas Kanker
TERASI 2026 digelar 13-17 Agustus di Jakarta dengan melibatkan seniman disabilitas, penyintas kanker, dan 60 ilustrator lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 Agustus 2026
TERASI 2026 Perluas Ruang Seni Inklusif, Gandeng Seniman Disabilitas dan Penyintas Kanker
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
ShowBiz
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
Sunyiruri dan Figura Renata resmi merilis EP kolaboratif 'Menyanyikan Usman Arrumy'. Menginterpretasikan puisi-puisi Usman Arrumy di lima lagu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
Bagikan