Semua Relawan Vaksin COVID-19 Sudah Disuntik

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 19 Oktober 2020
Semua Relawan Vaksin COVID-19 Sudah Disuntik

Ilustrasi (Antara/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Semua relawan uji klinis vaksin COVID-19 di Bandung telah tuntas mendapat suntik vaksin pertama. Uji klinis fase akhir ini pertama kali dilakukan Agustus 2020. Penyuntikan vaksin terhadap relawan dilakukan terjadwal tiap dua pekan sekali.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, jumlah relawan yang ikut uji klinis vaksin buatan Sinovac, Tiongkok itu sebanyak 1.620 orang.

“Dengan demikian, target relawan untuk uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 sudah sesuai dengan rencana awal, pada saat pencanangan uji klinis 3, pada Agustus 2020 yang lalu,” kata Honesti, dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga:

Indonesia Butuh 340 Juta Vaksin COVID-19

Honesti menyatakan hal tersebut dalam kegiatan kunjungan Inspeksi Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) pada hari Jum’at 16 Oktober 2020 ke beberapa site uji klinis fase 3 di Bandung.

Ia menambahkan, jumlah relawan yang mendaftar seluruhnya menurut tim uji klinis fase 3 atau tahap akhir ini sebenarnya lebih dari yang ditargetkan yakni sebesar 1.800 relawan.

 Ilustrasi - ANTARA/REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi / File Foto/pri.
Ilustrasi - ANTARA/REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi / File Foto/pri.

Tiap relawan dalam uji klinis yang dilakukan peneliti Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Unpad ini mendapat dua kali suntik. Sementara jumlah relawan yang telah mendapatkan dua kali penyuntikan sebanyak 1.074.

“Sedangkan sebanyak 671 relawan, sudah dalam tahap pengambilan darah pasca penyuntikan kedua/masuk periode monitoring,” kata Honesti.

Baca Juga:

Munas MUI Bakal Keluarkan Fatwa Vaksin COVID-19 Sampai Komunisme

Dari sebanyak 671 relawan yang masuk dalam tahap monitoring, 540 di antaranya sudah menjalani tahap pemeriksaan imunogenisitas, yang berfungsi untuk mengetahui apakah kekebalan relawan muncul pasca-diberikan dua kali suntikan dari vaksin Covid-19.

Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 mulai dari bahan baku dan lainnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan terbang ke Sinovac China untuk visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China, termasuk LP POM MUI untuk melaksanakan audit halal.

BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi Vaksin Covid-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP). Saat ini, uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 masih berjalan di minggu kedua Bulan Oktober 2020 ini. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Hasil Uji Klinis Vaksin COVID-19 di Bandung Tunjukkan Hasil Menggembirakan

#Virus Corona #Vaksin Covid-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Terkoneksi Bluetooth di Aplikasi Handphone
Informasi ini diunggah akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela”.
Frengky Aruan - Senin, 09 Juni 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Terkoneksi Bluetooth di Aplikasi Handphone
Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kasus Autoimun Meroket Akibat Vaksinasi COVID-19
Reaktivitas silang antara protein SARS-CoV-2 pada vaksin dan protein manusia dapat menyebabkan berbagai kondisi autoimun, dari dermatitis ringan, kerusakan organ, kelumpuhan, sampai kematian.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 Oktober 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Kasus Autoimun Meroket Akibat Vaksinasi COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 AstraZeneca Penyebab Sakit Jantung
Beredar narasi yang mengeklaim vaksin Astrazeneca merupakan penyebab jantung terasa sakit tanpa sebab.
Frengky Aruan - Jumat, 09 Agustus 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 AstraZeneca Penyebab Sakit Jantung
Lifestyle
Kemenkes Jelaskan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Disebut Timbulkan Thrombocytopenia Syndrome
Dwi Astarini - Kamis, 02 Mei 2024
Kemenkes Jelaskan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Disebut Timbulkan Thrombocytopenia Syndrome
Indonesia
Indonesia Miliki Sisa Vaksin COVID-19 Sekitar 5,22 Juta Dosis
Terdapat sebanyak 1.345 kasus aktif pada Januari hingga Maret 2024. Adapun kasus mingguan mencapai 28 kasus, dan pengecekan mingguan sebanyak 7.700 kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Maret 2024
Indonesia Miliki Sisa Vaksin COVID-19 Sekitar 5,22 Juta Dosis
Bagikan