Semrawut Pasar Tasik, Anies-Sandi tak Belajar dari Relokasi PKL Tanah Abang

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 16 April 2018
Semrawut Pasar Tasik, Anies-Sandi tak Belajar dari Relokasi PKL Tanah Abang

Kemacetan, hiruk-pikuk porter dengan troli serta pedagang kaki lima (PKL) yang memenuhi sudut jalan lingkar Pasar Tanah Abang masih menjadi permasalah klasik yang belum terselesaikan.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kebijakan Pemprov DKI Jakarta kembali menuai kontroversi. Kali ini, relokasi pedagang pasar Tasik yang membuat semrawut di kawasan Jalan Cideng Timur, Jakarta Pusat, tepatnya di sekitar Pasar Tomas, hingga mengarah ke Jalan Jatibaru Raya menuju Kebon Sirih.

Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menyayangkan sikap Pemprov yang mengambil kebijakan tanpa kajian. Menurut dia, Pemprov DKI seharusnya sebelum melakukan kebijakan atau relokasi Pasar Tasik melakukan kajian terlebih dahulu, apakah kebijakan itu berdampak buruk kepada masyarakat atau tidak. Misalnya, kajian itu berupa rekaya lalu lintas di sekitar wilayah Tanah Abang sebelum lakukan relokasi pedagang Pasar Tasik.

"Ya sebelum Pemprov melakukan relokasi PKL harusnya kan ada kajian kajian terlebih dahulu. Rekayasa lalu lintasnya bagaimana kalau merelokasi ketempat yang baru bagai mana. Mesti ada kajian kajian dahulu," kata Gembong saat kepada MerahPutih.com, Senin (16/4).

"Jangan sampai begitu sudah terpindahkan ke lokasi baru akhirnya dampaknya lebih patal gitu, yang harus kita hindari gitu loh," imbuh politikus dari partai banteng itu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Wakil Gubernur Sandiaga Uno (kanan) menyampaikan pidato usai serah terima jabatan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/10). Foto: Antara

Kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yakni Dinas Perhubungan (Dishub) DKI dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga mendapat sorotan. Mereka dinilai tidak teliti dalam melaksanakan kebijakan relokasi Pasar Tasik yang menyebabkan macet di sekitar Tanah Abang. "Enggak bisa hanya UMKM sendiri. Misalkan dengan dinas perhubungannya gimana, misalnya kan bisa duduk bareng, karena pasrial untuk menentukan hal itu," tandas Gembong

Dalih Pemprov DKI

Sedangkan, Pemprov DKI berdalih sedang melakukan negosiasi dengan Polda Metro Jaya dan pihak swasta dalam penggunaan wilayah Bongkaran untuk para pedagang Pasar Tasik, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Sementara negosiasi terus berlanjut, untuk penggunaan dari pembongkaran selama proses hukum berlangsung," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (16/4).

Sandiaga saat ini juga tengah mencari solusi lain bagi pedagang Pasar Tasik yang memungkinkan pemprov DKI tetap bisa memberikan sarana dan lahan kepada para pengusaha tersebut. "khususnya memasuki bulan ramadan," jelasnya

Hal itu dilakukan Pemprov DKI Jakarta mengurangi kemacetan parah saat ini di Pasar Tanah Abang, karena relokasi sementara Pasar Tasik ke wilayah Cideng Timur.

Mantan Ketua HIPMI ini pun mengaku saat ini Pasar Tasik di wilayah Cideng Timur sudah semakin bertambah. Dengan begitu, pihaknya akan menyiapkan lahan untuk para pedagang Pasar Tasik.

"Jumlah pedagangnya bisa lebih banyak yang ditampung, dan kita harapkan bisa menciptakan lapangan kerja," tutur Sandiaga.

Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno. (MP/Rizki Fitrianto)
Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno. (MP/Rizki Fitrianto)

Untuk kemacetan, Sandi menduga hal itu diakibatkan juga karena para pedangan Tanah Abang masih berjualan di bahu jalan. Dengan demikian, dia meminta kepada orang kepercayaan Pemprov DKI membantu merelokasikan para pedagang yang masih berjualan di bahu jalan untuk dipindahkan ke wilayah Cideng Timur.

"Karena kemarin ini ternyata ada penambahan jumlah pedagang sehingga masih ada yang berdagang di bahu jalan. Pak Kasir dan pak Haji yang kami temui menjamin bahwa kalau misalnya masih ada yang berdagang di bahu jalan, bisa kita tindak dan kita pindahkan untuk masuk ke Cideng Timur," ujarnya.

Jatuh ke Lubang yang Sama

Kebijakan Pemprov sebelumnya, yaitu penataan PKL yang diperbolehkan berdagang di Jalan Jati Baru, Tanah Abang berujung pelaporan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Polda Metro Jaya.

Pemprov dinilai tak memiliki aturan hukum soal penutupan kawasan Tanah Abang. Kebijakan itu dinilai melanggar tiga peraturan yakni Peraturan Daerah tentang rencana detil tata ruang, Peraturan Daerah tentang ketertiban umum, serta Undang-Undang tentang Lalu Lintas.

Wakil Ketua Bidang Riset Dan Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno menilai kebijakan Pemprov DKI menutup jalan untuk PKL adalah keliru.

Kebijakan itu sudah melanggar pasal 12 Undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan. Dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas juga disebut bahwa penggunaan jalan selain kepentingan lalu lintas diperbolehkan jika ada jalan alternatif.

Denurut pasal 130, izin penggunaan jalan bukan di tangan kepala daerah, namun di tangan Polri. Turunan aturan ini adalah Peraturan Kapolri nomor 10 tahun 2012 tentang Pengaturan Lalu Lintas dalam Keadaan Tertentu dan Penggunaan Jalan Selain untuk Kegiatan Lalu Lintas.

Peraturan Kapolri, tak mengenal penggunaan jalan untuk kepentingan dagang atau ekonomi. Pasal 16 aturan ini hanya membolehkan penutupan jalan untuk kegiatan keagamaan, kenegaraan, olah raga, dan seni-budaya.

Kemudian, Pengamat Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan menanggapi soal kemacetan parah di Tanah Abang akibat imbas dari membeludaknya pedagang Pasar Tasik yang baru saja direlokasi ke wilayah Cideng Timur.

Menurut dia, menghindari kemacetan parah di Tanah Abang, seharusnya Pemprov DKI melakukan penataan secara menyeluruh, dari penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), dan juga penataan lalu lintas di wilayah Tanah Abang.

"Ya sebetulnya kan itu harusnya dilakukan penataan secara menyeluruh penataan tanah abang, jadi ga bisa sporadis seperti kaya kemaren yang dilakukan oleh gubernur, harsnya menyeluruh apa itu, itu kn masalah penataan lalu lintasnya," kata Tigor, saat dihubungi MerahPutih.com, Senin (14/4).

tanah abang
Pasar Tanah Abang. (MP/Dery Ridwansah)

Tigor juga mengimbau kepada Pemprov DKI untuk melakukan pengawasa kepada angkutan umum untuk tidak berhenti disembarang tempat di wilayah Tanah Abang.

Tak hanya itu, ia juga meminta Pemprov DKI untuk segera membangun transit oriented development (TOD) di wilayah tersebut untuk terintegritasi seluruh angkutan umum.

"Steril dulu tuh jalan raya, dibuat steril dulu itu jalan raya ya ga boleh ada yang ngetem sembarangan ga boleh naik turun penumpang sembarangan dijaga semua diarahkan semua ke terminal," tuturnya

"Misalnya dibangun sistem angkutan melingker menyeluruh untuk kawasan tanah abang terintegrasi. Sehingga orang mudah dari stasiun mudah ke terminal atau sebaliknya atau dari belanja dari terminal stasiun sebaliknya. Sehingga orang ga ada gitu yang ngetem-ngetem ia kalau sudah itu nanti juga kaki limanya akan bersih yah. Karena ga aada penumpukan orang gitu," tutupnya (Asp)

#Tanah Abang #Sandiaga Uno
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Legislator PKB Dukung Pembangunan Rusun Subsidi di Kawasan Tanah Abang
Pembangunan rusun bersubsidi tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
Legislator PKB Dukung Pembangunan Rusun Subsidi di Kawasan Tanah Abang
Indonesia
Rencana Pembangunan Rusun Subsidi di Tanah Abang Tuai Sorotan, DPR Minta Tak Ada Sengketa Lahan
Rencana rusun subsidi di Tanah Abang menuai sorotan DPR. Syafiuddin Asmoro meminta pemerintah memastikan status lahan tak dalam sengketa sebelum pembangunan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 April 2026
Rencana Pembangunan Rusun Subsidi di Tanah Abang Tuai Sorotan, DPR Minta Tak Ada Sengketa Lahan
Indonesia
Viral Video Pemalakan Sopir Bajaj di Tanah Abang, Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku
Video pemalakan sopir bajaj di Tanah Abang viral. Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku berinisial DP. Tegaskan tak ada toleransi premanisme.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Viral Video Pemalakan Sopir Bajaj di Tanah Abang, Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku
Indonesia
Pemkot Jakpus Awasi Ketat Parkir dan PKL Liar di Tanah Abang Jelang Lebaran
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, memastikan pengawasan parkir liar dan pedagang di kawasan Tanah Abang diperketat selama Ramadan.
Dwi Astarini - Kamis, 26 Februari 2026
Pemkot Jakpus Awasi Ketat Parkir dan PKL Liar di Tanah Abang Jelang Lebaran
Indonesia
Tarif Parkir Rp 100 Ribu Viral, Pramono Pastikan Jukir Liar Tanah Abang Bakal Ditindak
Tarif parkir Rp 100 ribu di Tanah Abang kini viral. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bakal menindak tegas jukir liar di kawasan tersebut.
Soffi Amira - Kamis, 19 Februari 2026
Tarif Parkir Rp 100 Ribu Viral, Pramono Pastikan Jukir Liar Tanah Abang Bakal Ditindak
Indonesia
Saat Wagub Rano Minta Warga Maklumi Juru Parkir Liar di Bulan Ramadan
Ia berujar kehadiran jukir liar itu merupakan suatu hal umum yang biasanya terjadi di awal Ramadan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 19 Februari 2026
Saat Wagub Rano Minta Warga Maklumi Juru Parkir Liar di Bulan Ramadan
Indonesia
Rano Bereskan Jukir di Tanah Abang, 3 Hari Jadi Lebih Tertib
Pemprov DKI Jakarta bersama kepolisian dan TNI telah menindaklanjuti kasus ini dengan menangkap pelaku dan melakukan pembinaan.
Dwi Astarini - Rabu, 18 Februari 2026
Rano Bereskan Jukir di Tanah Abang, 3 Hari Jadi Lebih Tertib
Indonesia
Pusat Grosir Blok A Tanah Abang Tutup Pada 1 Januari 2026
Jumlah pengunjung meningkat sekitar lima persen meningkat dari biasanya sejak awal Desember 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Desember 2025
Pusat Grosir Blok A Tanah Abang Tutup Pada 1 Januari 2026
Indonesia
Puluhan Rumah Hangus Terbakar di Benhil, Ratusan Korban Terpaksa Mengungsi di GOR Tanah Abang
Kebakaran hebat melanda kawasan Kelurahan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, Minggu (16/11) malam
Wisnu Cipto - Senin, 17 November 2025
 Puluhan Rumah Hangus Terbakar di Benhil, Ratusan Korban Terpaksa Mengungsi di GOR Tanah Abang
Indonesia
Penembak Pengacara di Tanah Abang Ngaku Kesal Diintimidasi dan Merusak Lahan yang Dijaga
Pelaku berinisial HD, 37, mengaku melakukan penembakan tersebut karena kesal kepada korban.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Oktober 2025
Penembak Pengacara di Tanah Abang Ngaku Kesal Diintimidasi dan Merusak Lahan yang Dijaga
Bagikan