Merahputih.com - Warung Mie dan Babi Tepi Sawah yang berada di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo didatangi 4 orang tidak dikenal (OTK) berpenutup wajah dan melakukan pembakaran, Sabtu (12/9) pukul 03.30 WIB. Lokasi kejadian kini dipasang garis polisi. Tidak ada korban jiwa atas peristiwa itu
Lokasi sasaran dibakar merupakan ruang bagian pojok depan yang digunakan untuk gudang dan kamar karyawan.
Mobil Polsek Grogol dan dua anggota berjaga di lokasi kejadian. Diketahui, sebelum kejadian, keberadaan warung ini sempat ditolak warga dengan memasang spanduk penolakan.
Pemkab Sukoharjo dan Polsek Grogol telah mediasi kedua belah pihak tetapi tidak ada titik temu. Pemilik warung yang merasa telah mengantongi izin dari Pemkab Sukoharjo tetap berjualan hingga terjadi pembakaran.
Baca juga:
Presiden Prabowo Perintahkan Pencabutan Izin Korporasi yang Terlibat Pembakaran Hutan
Pemilik Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto, mengatakan pihaknya mendapati kejadian tersebut setelah diberitahu dua orang karyawannya yang menjaga warung.
Itu yang terbakar itu satu gudang, dan satu tempat tidur, dan atap. Saya dapat laporan kejadian itu sekitar pukul 03.30 WIB,
kata Jodi, Sabtu (12/9).
Dikatakannya, akibat kejadian ini menutup sementara tempat usahanya itu. Dan telah mengumumkan di akun medsos tempat usahanya tersebut.
Kejadian sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu warungnya didatangi empat orang tidak dikenal,
kata dia.
Tempat usahanya ini, kata dia, dijaga dua orang karyawan. Satu orang di bagian depan, dan satu orang lagi ada di bagian belakang.
Jadi sebelum dibakar. Warung tersebut didatangi empat orang tak dikenal. Datang mendobrak pintu tempat tidur karyawan saya diminta keluar,
katanya.
Jodi mengatakan empat orang tak dikenal itu berbagi peran. Bahkan, ada yang menodongkan senjata tajam dan menyuruh keluar.
Pelaku menyuruh saksi (karyawan warung) menjongkok di depan, dan mengatakan diam, lalu disuruh berhitung satu sampai seribu. Satu orang merusak barang, yang satu orang membakar gudang dan tempat tidur,
paparnya.
Dia menegaskan kasus ini merupakan tindak pidana pengerusakan dan pengancaman pada karyawannya. Tidak ada luka sama sekali dari ancaman itu.
"Tidak ada penganiayaan, tidak ada pemukulan. Cuma hanya pengancaman biar tidak bergerak, supaya mereka bisa melakukan apa yang dia inginkan,” ucap dia.
Dia menyebut pelaku empat orang itu pakai penutup wajah semua atau sebo. Semua barang tidak ada yang hilang diambil dan hanya dirusak.
“Kejadian berlangsung sekitar 30-40 menit. Setelah membakar langsung pergi. Naik motor, saling berboncengan,” kata dia.
Dia menambahkan kedua karyawannya yang jadi korban pengancaman menjadi ketakutan dan trauma. Pihaknya menduga aksi ini sudah direncanakan karena CCTV juga terbakar
“Orang tak dikenal tersebut sudah membawa bensin. Ini bisa disimpulkan memang sudah direncanakan,” tandasnya
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Dan pihaknya telah menangani kasus ini dengan melakukan penyelidikan.
“Ada saksi juga yang melihat. Kita langsung selidiki, karena memang sengaja ada yang bakar,” kata Anggaito. (Ismail/Jawa Tengah)