Selesainya Sodetan Ciliwung Bukti Kebijakan Gubernur Tak Boleh Bertentangan Presiden
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dalam sambutan peresmian sodetan Ciliwung di Inlet Sodetan Ciliwung Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (31/7/2023). ANTARA/Siti Nurhaliza
MerahPutih.com - Setelah mangkrak kurang lebih 6 taun, Sodetan Ciliwung yang dibangun untuk mengatasi banjir di Jakarta telah diresmikan, Senin (31/7) pagi. Sodetan Kali Ciliwung merupakan proyek peninggalan Presiden Joko Widodo saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI pada 2012 lalu.
Sekretaris Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta, William A. Sarana mengatakan, langkah cepat Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono yang telah menyelesaikan proyek Sodetan Ciliwung patut diancungi jempol.
Baca Juga:
Pj Heru Sebut Sodetan Ciliwung Inisiasi Jokowi Atasi Banjir Jakarta
"Ini jadi pembelajaran. Kalau Pj Gubernur tegak lurus dengan Presidennya, masalah apapun cepat selesai. Indonesia adalah negara kesatuan, Presiden adalah pimpinan dari seluruh Gubernur," ucapnya.
Selain itu, konstitusi juga mengamanahkan bahwa dalam NKRI, presiden adalah Kepala Pemerintahan yang punya kewenangan mengatur dan mengkoordinasikan jalannya pemerintah daerah di luar bingkai otonomi daerah.
"Gubernur tidak boleh punya agenda sendiri yang bertentangan dengan Kebijakan Presiden. Dalam hal ini misalnya, Gubernur bertugas membebaskan lahan dan Presiden melalui Menteri PUPR melakukan normalisasi. Kalau Gubernur punya konsep bertentangan dengan Presiden dalam penanganan banjir, maka proses itu akan mangkrak," jelasnya.
Baca Juga:
Sodetan Ciliwung Diresmikan, Jokowi Klaim Mayoritas Persoalan Banjir Jakarta Beres
William mengatakan dalam mengurus DKI Jakarta dengan masalah kompleksnya tidak bisa dilakukan oleh Gubernur sendirian, harus bersama Presiden karena berkaitan dengan kota-kota sekitar Jakarta seperti Bogor misalnya dalam kontek pengendalian banjir dari hulu ke hilir.
"Diperlukan sinergitas antara gubernur yang memimpin daerah dengan pemerintah pusat, khususnya Presiden untuk mengatur kebijakan antar Provinsi nantinya," tegas William. (Asp)
Baca Juga:
Pj Heru Klaim Sodetan Ciliwung ke BKT Kurangi Banjir Radius 200 Hektare
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Pasar Tumpah Bikin Kios Resmi Sepi, Pengamat Minta Gubernur Pramono Bereskan
1.790 Pasukan Orange Disiagakan Angkut Sampah Bekas Banjir
Fraksi Golkar DPRD DKI Sebut Pembangunan JPO akan Geliatkan Usaha di Sarinah
Penuhi Pasokan Daging di 2026, Pemprov DKI bakal Impor 7.500 Sapi dari Australia
Bukan Rp 100 Miliar, Gubernur Pramono Tegaskan Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said hanya Rp 254 Juta
Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob hingga 20 Januari 2026
El Clasico Barcelona vs Real Madrid Siap Digelar di Jakarta, Gubernur Pramono Siap Berikan Dukungan
Sejumlah Warga Asrama Polisi di Mampang Terjebak Banjir Besar, Prioritas Evakuasi
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan