Selain Periksa Orang Dekatnya, Polisi Buka Kemungkinan Ekshumasi Jasad Diplomat Kemenlu yang Tewas Misterius
Diplomat Arya Daru Pangayunan/ Instagram
MERAHPUTIH.COM - POLISI masih menyelidiki kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan, 39. Apalagi penyebab kematian korban masih misterius.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menuturkan lingkungan pertemanan korban akan diperiksa nantinya. "Para pihak terkait yang menjadi circle dari korban itu juga dilakukan komunikasi, dilakukan pengambilan keterangan," kata Ade kepada wartawan, Jumat (11/7).
Ade Ary mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui keseharian korban hingga akhirnya ditemukan tewas dengan kondisi wajah terikat dengan lakban di Menteng. "Mulai bagaimana sehari-hari korban, kegiatan korban, hingga akhirnya terjadi atau muncul ada peristiwa itu," ujarnya.
Polisi juga membuka kemungkinan melakukan ekshumasi terhadap jasad korban. "Nanti penyelidik yang akan mempertimbangkan (proses ekshumasi). Ini masih terus dilakukan pendalaman," kata Ade Ary.
Baca juga:
Ekshumasi adalah penggalian kembali terhadap mayat yang telah dikubur. Langkah ini dilakukan dengan maksud untuk pemeriksaan guna membantu menegakkan peradilan.
Pelaksanaan ekshumasi juga telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Selain itu, polisi juga akan menggandeng psikologi forensik. Hal tersebut untuk mendalami karakter korban ADP.
"Ya tahap selanjutnya itu, nanti akan dilakukan (pemeriksaan oleh psikologi forensik). Iya tadi untuk mendalami profilenya," tuturnya.(knu)
Baca juga:
DPR Curigai Kematian Diplomat Kemenlu Bukan Kasus Biasa, Polisi Diminta Segera Beri Penjelasan
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
WNI Anak Terkait ISIS Dibui Hampir 8 Bulan di Yordania, Kemenlu Pastikan Kondisinya Sehat
WNI Anak di Yordania Diduga Dukung ISIS, Kemenlu Pantau Proses Hukum
4 ABK WNI Diculik Bajak Laut, KBRI Desak Tanggung Jawab Perusahaan Kapal
Kota Basis Konsentrasi WNI di Iran Masih Aman, Kemenlu: Opsi Evakuasi Belum Mendesak
Kondisi Teheran 'dalam Bahaya', WNI Diminta Waspada dan Hindari Kerumunan
Kemenlu Pulangkan 3 WNI Terjebak di Yaman
Indonesia dan Negara OKI Kecam Kunjungan Pejabat Israel ke Somaliland
37 WNI di Venezuela Diimbau Waspada, KBRI Buka Hotline Darurat
Indonesia Undang Presiden Turkiye Hadiri KTT D8 di April 2026