Selain Ngantuk, Inilah Penyebab Lain Menguap

Zahrina IdzniZahrina Idzni - Senin, 02 Januari 2017
Selain Ngantuk, Inilah Penyebab Lain Menguap

Menguap (Abdullah Mutazahhid wordpress)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Health - Menguap merupakan salah satu kondisi dimana seseorang merasakan rasa bosan atau tidak fokus saat berada di suatu tempat dengan menyebabkan rasa ngantuk melanda melalui stimulasi sistem pengatur tidur.

Namun ternyata, selain mengantuk ada juga penyebab lainnya mengapa seseorang menguap, berikut beberapa:

1. Proses pendinginan Otak

Menurut peneliti dari University of Princeton, saat menguap, peregangan mulut yang melebar akan meningkatkan aliran darah di leher, wajah serta kepala. Ini akan meningkatkan aliran darah ke bagian-bagian tersebut.

Selanjutnya, proses peregangan mulut tersebut diikuti dengan pengambilan napas panjang dan dalam. Ini membuat turunnya cairan spinal dan darah dari otak.

Udara dingin yang masuk ke mulut saat menarik napas akan mendinginkan cairan tersebut. Selain itu, orang akan lebih sering menguap di saat udara dingin dibandingkan saat udara panas.

2. Kurangnya Oksigen di Otak

Menguap dapat disebabkan oleh kurangnya oksigen di otak maupun darah, dan meningkatnya kadar karbondioksida. Menguap dipercaya dapat mengeluarkan udara kotor dari paru-paru, dan meningkatkan aliran karbondioksida ke otak.

Namun, ada sebuah studi yang membantah teori ini. Mereka meyakini bahwa frekuensi menguap tidak berhubungan dengan terhirupnya udara yang bercampur karbondioksida ataupun oksigen murni.

3. Disebabkan Gangguan Kesehatan

Meskipun jarang terjadi, namun menguap juga dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan. Seperti kondisi seseorang yang terlalu sering menguap dalam satu menit.

Selain beberapa faktor diatas, ternyata menguap bisa juga menular seperti saat seseorang menguap, orang lain yang melihatnya dapat ikut menguap juga.

#Kesehatan #Penyebab Menguap
Bagikan
Ditulis Oleh

Zahrina Idzni

Gaul, supel dan berkibarlah bendera negeri, Merah Putih Jaya

Berita Terkait

Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - 44 menit lalu
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - 2 jam, 17 menit lalu
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Berita Foto
Momen Garda Medika Hadirkan Fitur Express Discharge Permudah Layanan Rawat Jalan
President Director Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus memberikan pemaparan dalam peluncuran Express Discharge di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 12 November 2025
Momen Garda Medika Hadirkan Fitur Express Discharge Permudah Layanan Rawat Jalan
Indonesia
Cak Imin Imbau Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Daftar Ulang Biar Bisa Diputihkan
Pemerintah akan memutihkan tunggakan 23 juta peserta BPJS Kesehatan mulai akhir 2025.
Wisnu Cipto - Rabu, 05 November 2025
Cak Imin Imbau Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Daftar Ulang Biar Bisa Diputihkan
Indonesia
23 Juta Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Dihapuskan, Ini Syarat Penerimanya
Program penghapusan tunggakan iuran BPJS Kesehatan ini akan dimulai pada akhir 2025
Wisnu Cipto - Rabu, 05 November 2025
23 Juta Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Dihapuskan, Ini Syarat Penerimanya
Bagikan