Selain Mahasiswa Cum Laude, Pemuda Asli Papua Juga Dapat Kuota Khusus CPNS

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 07 September 2017
Selain Mahasiswa Cum Laude, Pemuda Asli Papua Juga Dapat Kuota Khusus CPNS

ilustrasi seleksi penerimaan CPNS (Foto Setkab)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lowongan CPNS 60 Kementerian dan lembaga sudah dibuka sejak Selasa 5 September 2017. Pada penerimaan CPNS tahun ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN- RB) menyediakan kuota khusus untuk para mahasiswa lulusan Cum Laude.

Menteri PAN-RB Asman Abnur mengatakan, kuota sebesar 10 persen atau sekitar 1800an CPNS disiapkan bagi mereka yang lulusan cum laude. Namun ada persyaratan khusus yang harus diikuti oleh para calon PNS.

"Syaratnya sesuai PP nomor 11 tahun 2017 seperti berasal dari Universitas berakreditasi A dan umur tidak boleh lebih dari 35 tahun," jelasnya usai menjadi pembicara di Hotel East Park Yogyakarta, Rabu (6/10).

Kemenpan RB juga memberikan kuota khusus bagi para Pemuda asli Papua. Hal ini bertujuan untuk memeratakan kesempatan kerja bagi seluruh warga negara Indonesia. "Ini dilakukan karena kami mencoba ASN jadi perekat nasional,"tegas Asman.

Namun, seluruh pendaftar lulusan cumlaude maupun pemuda Papua tetap harus mengikuti tes seleksi dengan sistem ranking. Hasil tes kemudian akan dibuat peringkat pemilihan CPNS.

Pemuda Papua yang lolos tes akan ditempatkan di seluruh Kementerian dan Lembaga.

Tahun ini, ada sekitar 17.428 posisi yang dibutuhkan diseluruh kementerian atau lembaga. Sementara di Pemprov Kalimantan Utara dibutuhkan sebanyak 500 orang.

Persyaratan dan ketentuan pendaftaran bisa dilihat di website Kementerian PAN-RB menpan.go.id, situs Badan Kepegawaian Negara (BKN) sscn.bkn.go.id, serta situs kementerian atau lembaga bersangkutan. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya pada artikel di: Warga Berebut Ambil Gunungan Grebeg Keraton Yogyakarta

#Yogyakarta #Penerimaan CPNS #Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Pengunjung melihat berbagai koleksi alat musik Gamelan milik Mbah Maridjan yang terdampak erupsi di Museum Mbah Maridjan Desa Kinarejo, Rabu (14/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Berita Foto
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Wisatawan menyusuri bagian dalam Bunker Kaliadem di Lereng Gunung Merapi, Kinarejo, Desa Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14/10/26).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Berita Foto
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Pengunjung berbincang dengan petugas saat kunjungan ke Griya Batik Jogja di Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 13 Oktober 2026
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Bagikan