Kesehatan

Seks saat Haid, Pertimbangkan Manfaat dan Risikonya

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 26 Agustus 2022
Seks saat Haid, Pertimbangkan Manfaat dan Risikonya

Dianggap tabu, tapi ternyata berhubungan seks saat haid memiliki manfaat. (foto: freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERDEBATAN seputar boleh tidaknya hubungan seks saat haid selalu panas. Meski acap dianggap tabu, berhubungan seks saat haid faktanya punya manfaat. Namun, di saat yang sama, hal itu membawa risiko bagi perempuan. Sebelum memutuskan untuk melakukan hubungan seks saat haid, kamu perlu menimbang manfaat dan risikonya.

Beberapa agama dan budaya menganggap hubungan seks saat haid sebagai hal yang dilarang atau tabu. Meski demikian, hubungan seks saat haid sebenarnya tergolong aman secara medis. Bahkan ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh.

BACA JUGA:

Jenis Makanan yang Harus Dihindari saat Haid

1. Meredakan kram

Seperti dikabarkan Alodokter, salah satu manfaat berhubungan seks saat haid ialah membantu meredakan kram perut saat haid. Hal itu disebabkan pelepasan hormon endorfin saat orgasme. Pelepasan hormon itu diyakini dapat meredakan kram perut yang dialami saat haid.

Selain pelepasan hormon endorfin, aktivitas seksual juga akan merangsang pelepasan hormon oksitosin yang dapat meredakan ketidaknyamanan yang kamu rasakan selama haid.

kram perut

Seks saat haid dapat menghilangkan kram yang sering dialami perempuan. (foto: freepik/lifestylememory)

2. Mempersingkat waktu haid

Berhubungan seks saat haid membuat durasi haid menjadi lebih singkat. Saat orgasme, kontraksi uterus akan mengeluarkan darah haid menjadi lebih cepat. Efeknya, waktu haid mungkin akan menjadi lebih pendek bila kamu melakukan hubungan seks saat haid.

3. Meredakan sakit kepala

Berhubungan seks saat haid dapat meredakan sakit kepala yang muncul selama menstruasi. Hal ini diyakini karena adanya pelepasan hormon endorfin selama seks berlangsung.

kondom

Gunakan kondom ketika berhubungan intim saat haid untuk menghindarkan dari risiko terkena infeksi menular seksual. (foto: freepik/schantalao)

Meski banyak anggapan yang menyatakan bahwa berhubungan seks saat haid dapat mencegah kehamilan, sebenarnya peluang untuk hamil tetap ada. Beberapa perempuan memiliki siklus haid yang tidak teratur sehingga mungkin saja terjadi ovulasi dini, padahal sperma bisa bertahan sampai 7 hari di dalam rahim.

BACA JUGA:

Waspadai Endometriosis, Jangan Remehkan Nyeri Haid

Berhubungan seks saat haid juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi menular seksual, karena serviks yang terbuka selama haid dapat mempermudah penularan infeksi. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan kondom ketika berhubungan intim saat haid.

Selain itu, berhubungan seks saat menstruasi juga bisa membuat darah haid mengenai kamu dan pasangan, serta mengotori seprai. Jadi, sebaiknya menggunakan alas tambahan, seperti handuk, ketika berhubungan seks saat haid.

Ketika kamu dan pasangan ingin melakukan hubungan seks saat haid, satu hal yang tidak kalah penting ialah komunikasi. Tanyakan dulu kepada pasangan apakah ia mau melakukan hubungan seks saat haid. Jika kamu tidak menginginkannya atau pasangan menolak, jangan memaksa, karena tidak semua orang dapat menikmati hubungan seks saat haid.

Jika kamu dan pasangan ragu atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter, sehingga hubungan seks yang kamu dan pasangan lakukan saat haid tetap aman dan nyaman.(DGS)

BACA JUGA:

Olahraga Nyaman saat Haid

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan