Sekjen PSI Berharap Hakim Sidang Ahok Tak Pedulikan Desakan Massa

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 04 Mei 2017
Sekjen PSI Berharap Hakim Sidang Ahok Tak Pedulikan Desakan Massa

Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni meminta hakim tidak menghiraukan desakan massa melalui aksi yang dilakukan dalam setiap persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok.

Raja menjelaskan, sejarah panjang kasus penistaan agama di negeri ini selalu melibatkan massa dengan jumlah banyak untuk menekan pengadilan. Namun ia yakin, hakim akan bersikap objektif dengan memutus sesuai fakta-fakta pada persidangan.

"Kita tahu pengadilan sejatinya adalah institusi yang independen, pertimbangannya adalah legal formal. Mestinya tidak dipengaruhi oleh persepsi publik atau desakan dari massa," kata Raja di Kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/5).

Raja meyakini, jika mengacu kepada fakta-fakta dalam persidangan, Ahok akan diputus bebas oleh hakim. Ia menilai, tidak ada fakta hukum yang membuktikan bahwa mantan Bupati Belitung Timur itu memiliki niat untuk menistakan agama.

"Karena tidak ada satu pun fakta hukum yang bisa dibuktikan bahwa dia melakukan penodaan agama. Tidak ada satu alat bukti pun bahwa dia memiliki niat untuk melakukan penistaan agama," katanya.

Menurut dia, Jaksa Penuntut Umum sudah tidak mempunyai kepercayaan diri untuk kemudian tetap konsisten dengan apa yang disangkakan terhadap Ahok.

"Bahkan jaksa sendiri sudah mundur, awalnya dua pasal, termasuk 156a sekarang tinggal 156," tandasnya.

Raja menegaskan, di dalam negara demokrasi salah satu pilar terpenting adalah law invoicement atau penegakkan hukum.

Menurut dia, penegakkan hukum yang ideal adalah memberikan kepercayaan penuh kepada institusi peradilan untuk mengambil keputusan seadil-adilnya berdasarkan fakta hukum yang ditemukan dalam persidangan tanpa ada intervensi dari pihak mana pun.

"Saya percaya hakim independen. Tidak akan terpengaruh oleh desakan massa dan ancaman. Fakta-fakta persidangan yang kemudian akan dijadikan satu-satunya alasan untuk mengambil keputusan," ujarnya. (Pon)

Baca berita terkait kasus penistaan agama lainnya di:

#Kasus Penistaan Agama #Basuki Tjahaja Purnama #PSI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Pramono Anung Murka, Tutup Pintu Maaf Bagi Pelaku Dugaan Penistaan Agama Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Quran
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menolak maaf dan memproses hukum panitia The Sounds Project atas dugaan penistaan agama berupa promo miras berkedok hafalan surah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 12 Agustus 2026
Pramono Anung Murka, Tutup Pintu Maaf Bagi Pelaku Dugaan Penistaan Agama Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Quran
Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Ia menyebut ini menjadi hal yang positif bagi kerja-kerja politik di Dapil Jateng 5 khususnya di Solo dan Jawa Tengah
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Indonesia
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bahkan kawasan kerap mendapatkan julukan sebagai daerah pemilihan terketat mengingat keberadaan sejumlah figur politisi berbobot tinggi
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bagikan