Sedih Kehilangan Anabul? Pembuat Mainan di Filipina Hadirkan Solusi

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Kamis, 06 April 2023
Sedih Kehilangan Anabul? Pembuat Mainan di Filipina Hadirkan Solusi

Pampanga Teddy Bear siap menghadirkan boneka replika dari hewan peliharaan yang sudah mati. (Foto: Instagram/@pampangateddy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ANABUL alias anak bulu (anabul), baik itu anjing atau kucing, bukan hanya sekadar ‘hewan peliharaan’ semata. Bagi beberapa orang, mereka bagian dari anggota keluarga. Dibesarkan, dirawat, dan disayang hingga bertahun-tahun bahkan sampai belasan tahun.

Tak mengherankan bila ketika anabul mati, maka kesedihan dan kehilangan bisa membayangi mereka berhari-hari. Melihat hal ini, pembuat mainan di Filipina memiliki ide mengisi kehampaan itu dengan menghadirkan replika anabul yang sudah mati.

Mayoritas “obat” yang jadi penghilang rasa sedih dan hilang ketika anabul mati adalah foto, video, bahkan sampai ada yang esktrem, yaitu pengawetan alias taksidermi.

Solusi yang dibuat oleh perusahaan pembuat mainan Pampanga Teddy Bear Factory disebut tidak ekstrem dan benar-benar membuat boneka replika dari hewan kesayangan kliennya.

Baca juga:

Pawsonify x Persona 5 Hadirkan Kalung untuk Anabulmu

teddy bear
Perusahaan pembuat mainan ini mengklaim membuat sedetail mungkin agar boneka yang dipesan klien serupa dengan anabulnya. (Foto: Instagram/@pampangateddy)

Pemilik Pampangan Teddy Bear Factory, David Tan, bekerja dengan 20 karyawannya untuk membuat boneka replika yang diusahakan agar semirip mungkin dari anabul milik kliennya.

Boneka dibuat menggunakan bulu sintetik yang kemudian diwarnai dengan memanfaatkan airbrush guna menciptakan warna hingga pola di bulu identik.

Ide bisnis ini awalnya tidak terbersit di benak David Tan. Dia sebermula fokus menjajakan produk garmen dan pakaian jadi.

Namun setelah enam bulan berjalan, Tan menyadari bahwa salah satu karyawannya yang bertugas menjadi pembuat pola ternyata memiliki keahlian membuat boneka.

Dari sinilah dia mulai memberikan proyek pembuatan boneka ke karyawan itu hingga akhirnya Tan memutuskan mengubah fokus bisnisnya.

Tentu saja membuat boneka dan menghasilkan produk replika anabul merupakan hal yang berbeda. Dalam membuat replika, si pembuat boneka harus mampu menghadirkan produk yang realistik dan dibuat semirip mungkin dengan anabul yang mati.

Tan dan timnya terus mengasah kemampuannya selama bertahun-tahun. Hingga sekarang, Pampangan Teddy Bear Factory digadang-gadang bisa membantu pemilik hewan peliharaan mengobati rasa rindunya dengan boneka replika yang bisa dipeluk.

Baca juga:

Yuk, Rutin Periksa Anabul ke Dokter Hewan

pampanga teddybear
Per bonekanya, Pampanga Teddy Bear membanderol sekitar Rp900 ribuan (Foto: Instagram/@pampangateddy)

Seperti diungkapkan Jaja Lazarte yang sudah mengkremasi anjing kesayangannya yang mati. Dengan replika itu, ia lebih tak merasakan kesepian.

“Meskipun abunya ada di sini, dan ingatannya ada di sini, jauh lebih baik melihat sesuatu yang benar-benar mirip dengannya,” tambah Lazarte, sebagaimana dikutip dari Reuters (6/4).

Pembuatan boneka replika membutuhkan satu hingga dua hari per bonekanya setelah karyawan Tan memperoleh informasi detail serta berbagai syarat untuk desainnya. Antara lain ras hewan peliharaan tersebut, foto, gambar, hingga ukuran. Semua demi memastikan replika sedetail mungkin.

Walau harga satu boneka replika anabul ini dibanderol 3.500 Peso atau setara dengan Rp 960.413, klien perusahaan pembuat mainan dari Filipina ini disebut merasa puas dengan pelayanan serta boneka yang dibuat Teddy Bear Factory. (aru)

Baca juga:

Sederet Aktivitas Seru untuk Main Hati Bersama Anabul

#Kucing #Anjing #Hewan Peliharaan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Ilmuwan Temukan Leopardus tilcayo: Spesies Kucing Liar Baru yang Mengubah Sejarah Genetik Kucing Dunia
Heboh penemuan spesies kucing liar baru bernama Leopardus tilcayo di Bolivia, yang pertama dalam 100 tahun terakhir! Berawal dari hewan pungut, kucing mungil ini guncang dunia sains berkat tes DNA.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Ilmuwan Temukan Leopardus tilcayo: Spesies Kucing Liar Baru yang Mengubah Sejarah Genetik Kucing Dunia
Fun
Nutrisi Tepat Jaga Kesehatan Anabul, Bisa Habiskan Lebih Banyak Waktu Bersama Kesayangan
Para pemilik hewan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anabul kesayangan mereka.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Nutrisi Tepat Jaga Kesehatan Anabul, Bisa Habiskan Lebih Banyak Waktu Bersama Kesayangan
Indonesia
Di Jaksel Ada 139 Dokter Hewan, 61 Beroperasi Tanpa Izin Praktik Sah
Dari 139 dokter hewan yang beroperasi di Jaksel, hampir setengahnya belum mengantongi Surat Izin Praktik (SIP) sah.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
Di Jaksel Ada 139 Dokter Hewan, 61 Beroperasi Tanpa Izin Praktik Sah
Indonesia
Komunitas KucingMu Berdiri, Kucing Sekarang Bisa Punya KTA Muhammadiyah
: Muhammadiyah DIY meluncurkan Komunitas KucingMu sebagai wadah dakwah pecinta hewan. Uniknya, ada KTAM khusus kucing yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Komunitas KucingMu Berdiri, Kucing Sekarang Bisa Punya KTA Muhammadiyah
Indonesia
Jakarta Diperkirakan Punya 300 Ribu Kucing Liar, Pemprov Perluas Program Sterilisasi
Dinas KPKP DKI Jakarta memperkirakan populasi kucing liar mencapai 300 ribu ekor. Pemprov memilih program sterilisasi dan Trap Neuter Return (TNR).
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Juli 2026
Jakarta Diperkirakan Punya 300 Ribu Kucing Liar, Pemprov Perluas Program Sterilisasi
Lifestyle
Gohan: Cerita Anjing Dengan Bermacam Tuan Dari Berbagai Latar Belakang
Dinamika ceritanya tak hanya fokus menyoroti tingkah laku lucu anjing tersebut, namun juga konflik yang mengancam nyawa
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 17 Mei 2026
Gohan: Cerita Anjing Dengan Bermacam Tuan Dari Berbagai Latar Belakang
Fun
PetFest Indonesia 2026 Tawarkan Pengalaman Imersif, dari Petting Zoo hingga Safari Garden
PetFest Indonesia 2026 hadir di ICE BSD dengan konsep Petropolis. Ada petting zoo, adopsi hewan, hingga safari garden. Tiket mulai Rp50.000.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
PetFest Indonesia 2026 Tawarkan Pengalaman Imersif, dari Petting Zoo hingga Safari Garden
Berita
Dari Hama Jadi Cuan, Di Meksiko Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Camilan Hewan
Start-up di Meksiko mengolah ikan sapu-sapu menjadi camilan hewan bernutrisi. Inovasi ini jadi solusi masalah lingkungan sekaligus peluang bisnis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Dari Hama Jadi Cuan, Di Meksiko Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Camilan Hewan
Fun
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Minat pelihara ular meningkat. Ball python jadi pilihan pemula karena jinak, mudah dirawat, dan minim risiko gigitan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Fun
Mudik Tanpa Khawatir, Ini 5 Tips Aman Menitipkan Anabul di Pet Hotel
Ingin menitipkan hewan peliharaan saat mudik Lebaran? Simak 5 tips memilih pet hotel agar anabul tetap aman, sehat, dan tidak stres selama ditinggal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 16 Maret 2026
Mudik Tanpa Khawatir, Ini 5 Tips Aman Menitipkan Anabul di Pet Hotel
Bagikan