Pride Month

Sederet Musisi Rock Dunia Mendukung Komunitas LGBTQ

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 14 Juni 2021
Sederet Musisi Rock Dunia Mendukung Komunitas LGBTQ

Sejumlah musisi rock dan metal merupakan bagian dari LGBTQ. (Foto: pinterest/@lindarevees)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMASUKI bulan Juni tagar #pride menjadi trending di media sosial, terutama di Twitter. Bersamaan dengan tanda pagar bender dengan warna pelangi dan banyaknya ucapan Happy Pride Month. Apa itu Pride Month? Juni 2021 menjadi perayaan Pride Month ke-51, ketika jutaan orang merayakan dan mendukung komunitas LGBTQ.

Dilansir dari Cnet, peringatan Pride Month pada Juni berawal dari kejadian pada 28 Juni 1969, ketika polisi menggerebek klub gay bernama Stonewall Inn di New York, Amerika Serikat. Bulan ini merupakan suatu penghormatan peristiwa kerusuhan yang terjadi di klub Stonewall.

Aksi perlawanan tersebut berlangsung selama enam hari dan dikenal sebagai Kerusuhan Stonewall. Sebuah rapat umum di New York diadakan tahun berikutnya untuk memperingati ulang tahun pertama kerusuhan memulai tradisi Pride Month hingga saat ini.

Baca juga:

Seleb Pendukung Gerakan LGBTQ+

Berbagai kalangan merayakan Pride Month, tidak terkecuali musisi dari musik rock. Mereka adalah musisi yang dikatagorikan atau terdefinisikan sebagai lesbian, gay, biseksual, transgender atau pun panseksual. Merah Putih merangkum enam musisi rock/metal besar dunia dengan 'identitas' LGBTQ.

1. Billie Joe Armstrong

Sederet Musisi Rock Dunia Mendukung Komunitas LGBTQ
Bille Joe Armstrong mengaku biseksual. (Foto: Instagram/@dirty_rotten_bastard)

Pentolan dari band punk rock Green Day, Billie Joe Armstong pernah mengutarakan, dalam salah satu wawancara di tahun 1995 bahwa dirinya adalah seorang biseksual. Menurut musisi kelahiran 1972 ini, manusia pada dasarnya adalah biseksual, dan orangtua membebaskannya untuk menentukan gender yang diinginkan.

2. Elton John

Sederet Musisi Rock Dunia Mendukung Komunitas LGBTQ
Elton John mengaku seorang gay. (Foto: Instagram/@eltonjohn)

Musisi legendaris Elton John mungkin yang paling diingat ketika berbicara tentang LGBTQ. Pada pertengahan 1970an ia mengumumkan bahwa dirinya adalah biseksual. Lalu, satu dekade kemudian musisi asal Inggris ini kembali mengakui dirinya sebagai seorang gay.

3. Brian Molko

Sederet Musisi Rock Dunia Mendukung Komunitas LGBTQ
Brian Molko berdandan seperti permpuan untuk sindir homofobik. (Foto: Instagram/@brian_molko)

Vokalis sekaligus gitaris dari band rock Placebo, Brian Molko mengakui dirinya sebagai biseksual. Musisi kelahiran Belgium ini dikenal dengan penampilannya yang memakai lipstik dan makeup.

Ia juga mengaku berdandan seperti perempuan untuk menyindir para homofobik (perilaku dan perasaan negatif terhadap homoseksualitas atau orang-orang yang dianggap sebagai lesbian, gay, biseksual atau transgender).

Baca juga:

Kamala Harris, Wakil Presiden AS Pertama yang Ikut Parade Pride

4. Joan Jett

Sederet Musisi Rock Dunia Mendukung Komunitas LGBTQ
Joan Jett pentolan dari band The Runaways. (Foto: Instagram/@joanjett)

Mantan vokalis dan gitaris dari band punk The Runaways, Joan Jett selama bertahun-tahun menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal rumor bahwa dirinya adalah lesbian atau biseksual.

Hal tersebut diutarakan dalam wawancara dengan Out Magazine pada 1994. Jett mengatakan, “aku tidak mengatakan tidak, aku tidak mengatakan ya, aku mengatakan apa yang kamu inginkan, silahkan berasumsi.”

Menurut Joan Jett, seharusnya orang-orang seharusnya bisa lebih fokus terhadap musik yang diciptakan olehnya dibanding kehidupan peribadinya.

5. Gaahl

Sederet Musisi Rock Dunia Mendukung Komunitas LGBTQ
Vokalis dari Gorgoroth ini mengaku gay. (Foto: Instagram/@kristianespedalart)

Pria bernama asli Kristian Eivind Espedal ini merupakan vokalis dari band black metal asal Norwegia, Gorgoroth. Pria yang dikenal dengan nama Gaahl secara terbuka mengakui bahwa dirinya adalah gay.

6. Rob Halford

Sederet Musisi Rock Dunia Mendukung Komunitas LGBTQ
Vokalis Judas Priest mengakui dirinya gay. (Foto: Instagram/@robhalfordlegacy)

Pentolan dari band metal Judas Priest, Rob Halford mengakui bahwa dirinya seorang gay. Hal tersebut diutarakan di acara MTV pada 1998, dia menangis dan berkata, “ini adalah saat yang indah ketika kamu berjalan keluar dari lemari. Sekarang aku sudah melakukan itu dan aku telah membebaskan diri. Ini adalah perasaan yang luar biasa untuk melepaskan dan membuat pernyataan ini.” (far)

Baca juga:

Kenalkan Inklusi, Karakter LGBTQ Dimunculkan dalam Animasi Anak

#LGBT #Musisi #Musik #Pride Month
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Juicy Luicy Batal Tampil di Batam, Uan Kaisar Ungkap Alasan
Menurut Uan, ada kendala terkait dengan pembayaran bagasi serta kepastian penginapan yang menjadi bagian dari kebutuhan perjalanan mereka menuju Batam.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Juicy Luicy Batal Tampil di Batam, Uan Kaisar Ungkap Alasan
ShowBiz
Lirik Lagu 'Anak Kampung' yang Viral TikTok, Dipakai Dance oleh Personel Hearts2Hearts
Lagu 'Anak Kampung” kembali viral di TikTok. Versi Bulan Triana yang dirilis pada 2021 telah digunakan sekitar 1,5 juta kali, termasuk oleh Hearts2Hearts.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Lirik Lagu 'Anak Kampung' yang Viral TikTok, Dipakai Dance oleh Personel Hearts2Hearts
ShowBiz
Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Kurasi, Gandeng Empat Entitas Musik
Festival ini kembali menempatkan diri sebagai ruang pertemuan bagi berbagai elemen dalam ekosistem musik Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Kurasi, Gandeng Empat Entitas Musik
ShowBiz
Kevin Parker Tame Impala Setop Layani Permintaan Foto dan Tanda Tangan di Tempat Umum
Kevin Parker Tame Impala untuk sementara berhenti melayani permintaan foto dan tanda tangan di hotel, bandara, serta area parkir konser.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Kevin Parker Tame Impala Setop Layani Permintaan Foto dan Tanda Tangan di Tempat Umum
ShowBiz
Ketika Kuasa Membatasi Kebebasan, Jangar Suarakan Kritik Lewat Lagu 'Air Keras'
Jangar merilis single 'Air Keras' sebagai pembuka menuju album kedua, Raja Pasir. Lagu ini mengangkat isu tindakan represif dan kekuasaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Ketika Kuasa Membatasi Kebebasan, Jangar Suarakan Kritik Lewat Lagu 'Air Keras'
ShowBiz
SI JOJO Hadirkan 'Think I Like You', Cerita Ringan tentang Rasa yang Mulai Tumbuh
SI JOJO menghadirkan 'Think I Like You', lagu dengan lirik ringan yang menggambarkan fase awal ketika seseorang mulai menyadari rasa suka kepada orang lain.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
SI JOJO Hadirkan 'Think I Like You', Cerita Ringan tentang Rasa yang Mulai Tumbuh
ShowBiz
Synchronize Fest 2026 Hadirkan Reuni Geisha, Project Pop, hingga Ragam Pertunjukan Kolektif
Synchronize Fest 2026 digelar 16–18 Oktober di Gambir Expo Kemayoran. Ada Geisha, Project Pop, C’mon Lennon, Perunggu, hingga pertunjukan kolektif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Synchronize Fest 2026 Hadirkan Reuni Geisha, Project Pop, hingga Ragam Pertunjukan Kolektif
ShowBiz
Makna Lagu 'Dunia Imajiner', Ruang Khayal Rony Parulian dalam Album Kedua
Lagu ini menggambarkan sisi imajinatif dari sebuah perasaan, ketika kehadiran seseorang begitu memenuhi pikiran.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Makna Lagu 'Dunia Imajiner', Ruang Khayal Rony Parulian dalam Album Kedua
ShowBiz
'SaWaDiKa' Lisa Jadi MV Tercepat 2026 Raih 100 Juta Penonton
Music video lagu tersebut disebut menjadi video musik dengan pencapaian 100 juta penonton tercepat di YouTube sepanjang 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
'SaWaDiKa' Lisa Jadi MV Tercepat 2026 Raih 100 Juta Penonton
ShowBiz
SINTESIS, Kolaborasi Tiga Seniman Graffiti Jogja yang Mempertemukan Mural, Musik, dan Skateboard
SINTESIS mempertemukan YKRUMK, TECHOO, dan ZEINSONE dalam proyek kolaborasi graffiti yang menggabungkan mural, musik, dan skate bowl.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
SINTESIS, Kolaborasi Tiga Seniman Graffiti Jogja yang Mempertemukan Mural, Musik, dan Skateboard
Bagikan