MERAHPUTIH.COM - SYNCHRONIZE Fest 2026 tidak ingin berhenti sebagai agenda musik tahunan. Festival ini kembali menempatkan diri sebagai ruang pertemuan bagi berbagai elemen dalam ekosistem musik Indonesia, mulai dari komunitas, kolektif, label, musisi, pelaku kreatif, hingga penonton. Di ruang tersebut, berbagai pihak dapat bertemu, bertukar energi, dan menciptakan pengalaman bersama.
Gagasan tersebut diterapkan melalui pendekatan kuratorial yang semakin luas. Pada penyelenggaraan tahun ini, Synchronize Fest memberikan kesempatan kepada sejumlah pihak dari ekosistem musik Indonesia untuk membawa sudut pandang mereka masing-masing ke dalam festival. Hal itu diwujudkan melalui kolaborasi dengan empat entitas kurator yang akan mengisi dan memberikan warna berbeda pada Synchronize Fest 2026.
Gigs Stage Dikurasi Krapela
Gigs Stage tahun ini dikurasi oleh Krapela, ruang modular kreatif yang berlokasi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, dan dikenal sebagai tempat untuk berbagai kegiatan serta acara.
Dalam Synchronize Fest 2026, Krapela membawa spektrum musik yang luas dengan penekanan pada berbagai genre dan subgenre dari ranah musik bawah tanah. Kurasi tersebut terinspirasi dari keberagaman scene dan komunitas yang tumbuh dalam ekosistem musik Indonesia, kemudian diterjemahkan ke dalam sebuah manifesto pertunjukan.
Kehadiran Krapela sebagai kurator Gigs Stage juga menjadi kolaborasi perdana mereka dengan Synchronize Fest. Sejumlah nama yang akan tampil di panggung tersebut antara lain Alice, Aryo Adhianto, Baur, Coldskin, Det-Plag Lust, Dirty Dogs Aggression, Gnarly Club, Jo Soegono, Mad Madmen, Masakre, Of Wax, Passive Income, Patras, Peron, Quest, Rantau, Remuk, dan Sunne.
Baca juga:
Synchronize Fest 2026 Hadirkan Reuni Geisha, Project Pop, hingga Ragam Pertunjukan Kolektif
Oleng Upuk dan Eksplorasi Musik Elektronik
Sementara itu, panggung Oleng Upuk dikurasi oleh LaMunai Records. Label rekaman independen asal Jakarta yang didirikan Rendi Pratama tersebut selama ini berfokus pada pengarsipan, pelestarian, serta perilisan kembali karya-karya musik klasik Indonesia.
Untuk Oleng Upuk di Synchronize Fest 2026, LaMunai Records membawa eksplorasi terhadap berbagai pergerakan kolektif dansa bawah tanah dan musik elektronik. Kurasi tersebut dihadirkan untuk mempertemukan ragam budaya pesta dengan audiens festival yang lebih luas.
Sejumlah nama akan mengisi panggung ini, di antaranya Aneka Nada Selekta, Bagvs, Cristal no. 5, Dangerdope, Danny, Disko Tanah: DJ Desa X Fahmy Fay (Toton Caribo, Jacson Zeran, Ecko Show), Habibi Funk, Dizkorea, Prontaxan: Is The Best, Jiwa Jiwa, Kenya, Lamunai Music Services, Mantaslcmate X Muztang (Javabass Soundsystem), Noirlab, Pak Kardiman, PNNY, Poppin Class, Dub Container, Radio Rumah Oma, SingSing Berkaraoke, Uda Sjam, Walearic, Wicker Basket, Quirk it!, hingga penampilan khusus Dipha Barus: Pop Samping.
Panggung Getarrr dan Eksplorasi Musik Orkes
Panggung Getarrr kembali berada di bawah kurasi kolektif Kobra Musik yang dipimpin Dado Darmawan. Panggung ini sejak awal membawa semangat pergerakan musik orkes yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Kultur orkes menjadi fondasi utama Getarrr, termasuk penggunaan gendang yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari karakter panggung tersebut. Setelah musik orkes yang tampil di Panggung Getarrr mendapatkan perhatian lebih luas, tahun ini kurasinya kembali diperluas dengan membawa eksplorasi permainan gendang ke dalam berbagai bentuk musik.
Deretan penampil yang akan hadir mencakup Babaloman, Clever Moose, Deandra Nadira, El Karmoya, Kelalawar Malam, Maria Tambun, Santet, OM PMR, Olsam, OM New Eleng, Orkes Bagong Februari, Orkes Ndugal NDGJ, Orkes Nunung CS, Orkes Trotoar, OT The Hendrix, Sukses Lancar Rejeki, Symphoni Polyphonic Geng Format Black Sabar, dan Tahlilan.
RedWhite Jazz Lounge kembali Hadir
Satu lagi ruang yang hadir dalam Synchronize Fest 2026 yakni RedWhite Jazz Lounge. Ruang kreatif yang dahulu pernah hadir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, sekitar 2011 ini menjadi tempat berkumpul bagi musisi, pelaku, dan penikmat musik jazz. Keterbatasan ruang pertunjukan jazz pada masa kini menjadi salah satu alasan Synchronize Fest menghadirkan kembali pengalaman RedWhite Jazz Lounge. Kehadirannya pada 2026 sekaligus menjadi perjalanan nostalgia bagi para penikmat musik jazz.
RedWhite Jazz Lounge dikurasi langsung oleh pendirinya, Indra Lesmana, yang juga merupakan salah satu legenda musik jazz Indonesia. Ruang ini akan menghadirkan suasana yang diisi dengan jam session, live session, DJ set, talkshow, hingga games.
Sejumlah musisi yang akan tampil di antaranya Gerald Situmorang, Linlefingers, Song Brothers, EQ Puradiredja, Kenny Gabriel, LLW, Greybox, Bergas, dan Teza Sumendra.
Melalui pengumuman lineup tersebut, Synchronize Fest 2026 sekaligus membuka penjualan tiket harian. Harga tiket dimulai dari Rp 285.000 untuk kategori daily early early entry dengan akses masuk sebelum pukul 14.00, sedangkan tiket regular daily dibanderol Rp 385.000.
Dengan melibatkan empat entitas kurator dari latar yang berbeda, Synchronize Fest 2026 kembali memperlihatkan upayanya menjadikan festival sebagai ruang yang lebih luas dari sekadar panggung pertunjukan. Beragam komunitas, genre, generasi, dan kultur musik mendapatkan kesempatan untuk bertemu dalam satu perayaan yang sama.(Far)
Baca juga:
Lineup Fase 2 Synchronize Fest 2026 Resmi Dirilis, Cek Daftar Lengkap Penampilnya