SBY Curhat Lagi, Sering Diajak Gabung Jokowi, Tapi Mentok di Megawati

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 26 Juli 2018
SBY Curhat Lagi, Sering Diajak Gabung Jokowi, Tapi Mentok di Megawati

Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan). Foto: ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan Presiden Joko Widodo kerap mengajak partainya untuk berada di dalam pemerintahan. Namun, Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri disebut SBY sebagai penghalangan kedua kubu bisa bersatu.

"Pak Jokowi sungguh-sungguh untuk ajak Partai Demokrat dalam pemerintahan. Kalau ada yang bilang SBY kena PHP, sama sekali tidak," kata SBY saat jumpa pers di kediamannya, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, semalam.

Setiap kali melakukan pertemuan dengan Jokowi, SBY mengungkapkan dirinya ragu jika partai-partai koalisi pendukung akan menerima Demokrat di dalam pemerintah. "Dia (Jokowi) jawab ya bisa karena presidennya saya," ucap SBY menirukan jawaban Jokowi.

SBY menjelaskan hubungannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menjadi pengganjal tawaran Jokowi kepada Demokrat untuk bergabung di pemerintah. "Pertanyaan saya, hubungan saya dengan Ibu Megawati belum pulih. Masih ada hambatan dan jarak di situ," ungkapnya.

SBY jokowi
Presiden Jokowi dan SBY di Istana (Biro Pers Setpres)

Sebelumnya, Ketum Demokrat itu mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Presiden Jokowi selama satu tahun belakangan. Fakta itu disampaikan SBY usai menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya, di Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/7).

Komunikasi itu, kata SBY, dilakukan untuk menjajaki kemungkinan kebersamaan dalam pemerintahan mendatang. Sebetulnya, SBY mengklaim jika Jokowi berharap Demokrat berada di dalam koalisi pemerintahan di pemilu tahun depan.

Namun sayangnya, kata SBY, ada beberapa hal yang menyebabkan penjajakan tersebut tak berjalan mulus. "Pak Jokowi berharap Demokrat berada di dalam. Tapi juga sadar ada hambatan dan rintangan. Tidak perlu saya jelaskan secara detail," ungkap mantan Presiden RI ke-6 itu. (Pon)

#Jokowi #Megawati Soekarnoputri #SBY
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dari Istana ke Dunia Sastra, SBY Rilis Novel Perdana 'Diana Memang Manja'
Proses penulisan novel ini berlangsung di tengah berbagai kesibukan dan perjalanan SBY ke sejumlah negara.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Dari Istana ke Dunia Sastra, SBY Rilis Novel Perdana 'Diana Memang Manja'
Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Bagikan