Sarana Jaya Akui Lahan Misterius 70 Hektare untuk Rumah DP 0 Rupiah

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 01 April 2021
Sarana Jaya Akui Lahan Misterius 70 Hektare untuk Rumah DP 0 Rupiah

Ilustrasi - Sertifikat tanah (Foto: Antara/Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Teka-teki lahan misterius seluas 70 hektare (ha) yang dibeli BUMD Pembangunan Sarana Jaya terjawab sudah. Sarana Jaya mengakui tanah puluhan hektare itu untuk pembangunan program Rumah DP 0 Rupiah.

Hal itu diungkap oleh Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz saat rapat bersama dengan BUMD Sarana Jaya di gedung DPRD, Rabu (31/3).

Aziz mengatakan, dari pengakuan Sarana Jaya, lahan tersebut untuk proyek program Rumah Tanpa DP andalan Gubernur Anies Baswedan yang belakangan ramai jadi sorotan karena tersandung kasus korupsi.

Baca Juga:

Sarana Jaya Janji Kembalikan Uang Rp200 Miliar Permintaan DPRD

"Secara lisan mereka sudah menyebut ini (lahan 70 hektare) untuk DP 0 Rupiah," katanya.

Dengan begitu, Aziz meminta, Sarana Jaya untuk secepatnya mengirimkan dokumen secara detail ke DPRD DKI ihwal lahan 70 ha ini, mulai dari lokasi lahan, ukuran, hingga harga lahan.

Politikus PKS ini mengklaim, Komisi B berkali-kali meminta dokumen detail lahan 70 ha itu, tapi Sarana Jaya tak menggubris.

"Kami minta sejak awal ada dokumen yang menyatakan pembelian lahan ini untuk apa. Sehingga nanti dengan dokumen itu bisa jelas syarat-syarat yang harus dipenuhi," ungkapnya.

DPRD DKI Jakarta. (Antara)
DPRD DKI Jakarta. (Antara)


Aziz mengungkapkan, kalau memang lahan 70 hektare untuk Rumah DP 0 Rupiah, Sarana Jaya harus dokumen mengenai sistem zonasi karena kebijakan itu membangun gedung yang tinggi.

Aziz menegaskan, setelah kejadian korupsi di program DP 0 Rupiah, pihaknya akan melakukan pengawasan yang jauh lebih ketat dengan meminta Sarana Jaya mengirimkan dokumen sedetail mungkin. Jangan sampai kasus korupsi pengadaan lahan Rumah Dp Rp0 kembali terulang.

Baca Juga:

DPRD DKI Minta Pembangunan Sarana Jaya Tunjukkan Lokasi Lahan 70 Hektar

Kendati demikian, Komisi B tidak mau masuk terlalu dalam atas proses pembuatan Rumah DP 0 Rupiah. Hanya saja, dokumen untuk program itu tercatat dengan detail dan jelas.

"Kita hanya me-review proposal mereka secara umum dan global saja untuk mendapatkan PMD untuk pembuatan rumah DP Rp0. Semenjak kejadian ini (korupsi lahan Pondok Ranggon), kami akan masuk lebih dalam agar tidak ada lagi penyimpangan. Sebab ini tanggung jawab dewan sebagai pengawas," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga:

Pemprov DKI Telusuri Pembelian Tanah Sarana Jaya Seluas 70 Hektare

#Breaking #Kasus Korupsi #Rumah Dp 0 Rupiah #DPRD DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Info Gempa Terkini: Banten Diguncang Gempa Magnitudo 4,6 Berpusat di Laut, Warga Diminta Tetap Waspada
Cari tahu info gempa terkini! Guncangan gempa Banten hari ini bermagnitudo 4,6 berpusat di laut Muarabinuangeun dan terasa hingga Palabuhan Ratu. Cek detailnya di sini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Oktober 2026
Info Gempa Terkini: Banten Diguncang Gempa Magnitudo 4,6 Berpusat di Laut, Warga Diminta Tetap Waspada
Indonesia
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi beruntun dua kali pada Jumat malam (9/10) dengan jeda hanya 6 menit. Radius 2 km disterilkan!
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Indonesia
Jalani Sidang Perdana, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa TPPU Rp 346,7 Miliar
Eks Jampidsus, Febrie Adriansyah, didakwa TPPU dengan nilai Rp 346,7 miliar. Hal itu terungkap dalam sidang perdana kasus TPPU di PN Jakarta Pusat, Rabu (7/10).
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jalani Sidang Perdana, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa TPPU Rp 346,7 Miliar
Indonesia
JPU Bongkar Modus Eks Jampidsus Febrie Samarkan Duit Haram, Bikin Kantor Advokat Sejak Masih Dirdik
JPU bongkar modus eks Jampidsus Febrie Adriansyah menyamarkan duit haram Rp346 miliar lewat kantor hukum, emas, hingga modal usaha dalam sidang Tipikor.
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
JPU Bongkar Modus Eks Jampidsus Febrie Samarkan Duit Haram, Bikin Kantor Advokat Sejak Masih Dirdik
Indonesia
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Operasional Bandara Sam Ratulangi Manado ditutup sementara akibat kebakaran rumput di sekitar runway 18. Asap tebal picu delay dan pengalihan rute penerbangan!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Indonesia
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi pada Senin (5/10) pukul 20.13 WIB.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Indonesia
Duka Gempa Sumba Barat Daya M 6,1 Hari Ini: Lansia Tewas, Bangunan Sekolah Hancur
Simak kronologi lengkap bencana gempa M 6,1 yang merenggut nyawa warga lansia di Kodi Utara Sumba.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Duka Gempa Sumba Barat Daya M 6,1 Hari Ini: Lansia Tewas, Bangunan Sekolah Hancur
Indonesia
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Usul tersebut bukan untuk menambah jumlah anggota DPRD dari 106 menjadi 180–220 kursi, melainkan untuk memastikan 106 saat ini tetap dapat dipertahankan.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Indonesia
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Jakarta mengajukan pembentukan dana cadangan daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal sekaligus menjamin ketersediaan anggaran pembangunan Ibu Kota.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Bagikan