Headline

Sandiaga Seret Nama Megawati Soal Ucapan Selamat Menang Pilpres

Eddy FloEddy Flo - Senin, 01 Juli 2019
 Sandiaga Seret Nama Megawati Soal Ucapan Selamat Menang Pilpres

Sandiaga Uno mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Sandiaga Uno menyeret nama Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri saat ditanya ihwal pernyataannya yang menyebut ucapan selamat dari pihak yang kalah kepada yang menang sebagai budaya barat.

Menurut Sandi, Megawati tak pernah mengucapkan selamat kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setelah Ketua Umum Partai Demokrat itu dinyatakan menang dalam Pilpres 2004 dan 2009.

"Kita ngga pernah melihat (ucapan selamat) itu dilakukan oleh ibu Presiden Megawati waktu 2004, tidak melihat itu disampaikan oleh Bu Presiden Megawati ke Pak SBY 2009," kata Sandi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/7).

Sandi kemudian menjelaskan, ia awalnya diminta mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi- Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan sengketa pilpres yang diajukan paslon 02.

Sandiaga menyalami Kiai Ma'ruf saat debat capres beberapa waktu lalu
Sandiaga Uno menyalami KH Ma'ruf Amin sebelum debat (@sandiuno)

Saat itu, Eks Wakil Gubernur DKI ini menyebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyatakan Jokowi-Ma'ruf sebagai presiden terpilih periode 2019-2024. Karena itu, Sandi menilai ucapan selamat belum pas disampaikan.

"Kita tuh kan kemarin diharapkan memberikan selamat waktu pasca penutupan MK dan saya sampaikan bahwa budaya-budaya we consead defeat and we offer congratulation itu hanya ada di pilrpes-pilpres di Demokrasi Barat ya di Amerika terutama," jelas dia.

Menurut Sandi, ucapan selamat harus sesuai dengan budaya Indonesia. Ketika KPU sudah menetapkan Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang, kata Sandi, ia pun mengucapkan selamat menjalankan tugas dan semoga amanah kepada pasangan calon 01 itu.

"Dan bagi saya ucapan selamat itu harus sesuai dengan kebudayaan kita. Kaya kemarin setelah penetapan KPU kita memberikan selamat berjuang, selamat bekerja, selamat menjalankan amanah rakyat," ucap dia.

BACA JUGA: Jokowi Berharap Prabowo-Sandi Hadir dalam Acara Pelantikannya

Jokowi, Polri dan Tantangan Penegakan Hukum yang Berkeadilan

"Tapi waktu keputusan MK itu apa yang mau diselamatin? selamat menang MK gitu? itu kan sangat tidak pada tempatnya," kata Sandi menambahkan.

Selain tidak pada tempatnya, eks Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini menilai ucapan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf pasca putusan MK bisa melukai pendukung mereka.

"Dan sangat mencederai kepada para pendukung kedua belah pihak, terutama kepada pendukung Pak Prabowo dan Sandi yang pada saat itu masih mengharapkan hasil yang positif. Jadi kita tentunya selalu memberikan ucapan-ucapan yang baik dan sesuai dengan konteks," pungkas Sandi.(Pon)

#Sandiaga Uno #Megawati Soekarnoputri #Susilo Bambang Yudhoyono #Pilpres 2019
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Minta Pemimpin Dunia Hentikan Perang, Megawati: Kita Itu Satu Bumi
Selain berbicara soal ideologi, kehadiran Megawati sebagai tokoh perempuan senior menarik perhatian besar
Angga Yudha Pratama - Jumat, 06 Februari 2026
Minta Pemimpin Dunia Hentikan Perang, Megawati: Kita Itu Satu Bumi
Indonesia
Hadiri Zayed Award 2026, Megawati Peringatkan Bahaya AI Tanpa Regulasi
Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan harapannya soal dunia di forum Zayed Award 2026.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Hadiri Zayed Award 2026, Megawati Peringatkan Bahaya AI Tanpa Regulasi
Indonesia
Megawati Paparkan Sikap Politik ke Prabowo Pada Putra Mahkota Abu Dhabi
egawati tidak hanya membahas hubungan kedua bangsa, tetapi juga menyinggung dinamika politik dalam negeri Indonesia, termasuk hubungannya dengan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
Megawati Paparkan Sikap Politik ke Prabowo Pada Putra Mahkota Abu Dhabi
Indonesia
Megawati Ingatkan Perempuan Jangan Terjebak Dilema Palsu Cita-Cita Vs Rumah
Megawati Soekarnoputri menegaskan mengejar cita-cita publik dan komitmen keluarga bukanlah hal yang saling bertentangan bagi kaum perempuan muda saat ini.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Megawati Ingatkan Perempuan Jangan Terjebak Dilema Palsu Cita-Cita Vs Rumah
Indonesia
Di Forum Zayed Award, Megawati Buka Rahasia Redam Konflik Ambon-Poso Lewat Empati Perempuan
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menegaskan kepemimpinan perempuan harus berlandaskan semangat merawat dan melindungi, bukan mendominasi.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Di Forum Zayed Award, Megawati Buka Rahasia Redam Konflik Ambon-Poso Lewat Empati Perempuan
Indonesia
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
Megawati menyampaikan penyesalannya karena saat ini sedang kunjungan kerja di UEA sehingga tidak bisa melayat Eyang Meri.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Februari 2026
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
Indonesia
SBY Singgung Potensi Perang Dunia III, Komisi I DPR: ini Bentuk Peringatan
Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menilai pernyataan itu patut dibaca sebagai peringatan dini dan bukan sekedar ramalan.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
SBY Singgung Potensi Perang Dunia III, Komisi I DPR: ini Bentuk Peringatan
Indonesia
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
Ia menilai sangat mungkin konflik yang terjadi di dunia akan berujung pada Perang Dunia III.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
Indonesia
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
"Reformasi bukan untuk dibatalkan secara perlahan. Reformasi harus dijaga, diperkuat, dan disempurnakan," tutur Megawati.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Januari 2026
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Indonesia
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Legitimasi elektoral dan besarnya kekuasaan negara tidak secara otomatis menjamin terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Januari 2026
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Bagikan