Sandiaga Janji Bakal Penuhi Panggilan Penyidik Polda
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno. (MP/Ponco Sulaksono)
MerahPutih.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berjanji akan memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya pada hari Kamis (18/1) sebagai saksi terlapor terkait dugaan penggelapan tanah di Curug, Tangerang.
"Saya akan berikan keterangan, saya tentunya akan memberikan full discloser tidak ada yang ditutup-tutupi. Dan saya akan didampingi pengacara dari biro hukum dan rencananya setelah membuka dan memimpin rapat di kantor Wapres mengenai kemiskinan," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/1) malam.
Keputusan menggunakan Biro Hukum Pemerintah Provinsi DKI, karena Sandiaga saat ini mengemban tugas sebagai wakil gubernur.
"Kami menerima akhirnya pagi-pagi surat panggilan dari kepolisian daerah rupanya dikirim ke rumah orang tua saya. Jadi, bikin ibu saya deg-degan dan saya mohon maaf ke ibu saya dan sampaikan nggak usah takut ini bukan tentang saya di Pemprov," kata Sandiaga.
Ibu kandung, Mien Uno menakutkan bila Sandianga menyelewengkan uang rakyat. "Jadi, saya ceritakan bahwa ini kasus yang sudah terjadi belasan tahun lalu waktu saya masih jadi pengusaha," kata Wagub.
Dia menceritakan, saksi yang dilakukan terkait ada dua kubu pengusaha besar yang berseteru dan kebetulan sebuah perusahaan yang dilikuidasi, karena prospek bisnisnya tidak baik dan itu sudah dilakukan secara penuh likuidasinya digugat.
"Dan ini adalah perdata sebetulnya tidak ada hubungannya. Menjadi saksi kasus yang sama tadi di brief juga hanya melengkapi beberapa pertanyaan dan diharapkan tidak memakan waktu yang lama," kata Sandiaga.
Sebelumnya, Edward Soeryadjaya memberi kuasa kepada Fransiska Kumalawati Susilo agar melaporkan Sandiaga Uno dan rekan bisnisnya Andreas dan ke Polda Metro terkait kasus dugaan penggelapan penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug Tangerang, Banten.
Sementara itu, saat pemeriksaan sebelumnya Sandiaga mendapat dukungan moral dari Edwin Soeryadjaya, adik dari Edward.
Edward merupakan putra sulung dari pendiri PT Astra, William Soeryadjaya. Bahkan Sandiaga mengabadikan nama Wiliam Soeryadjaya pada salah satu pintu tol Cikampek - Palimanan (Cipali) yang dibangunnya.
"Keduanya pengusaha - pengusaha besar tersebut yah tentunya saya berhubungan baik dari dulu tapi semenjak tugas di Pemprov tentunya saya harus memisahkan. Sekarangkan saya tugas sebagai Wakil Gubernur menarik garis," kata Sandiaga.
Bahwa Edward Soeryadjaya dan Edwin Soeryadjaya adalah investor-investor besar yang juga menanamkan bisnisnya banyak di Jakarta juga menciptakan lapangan kerja.
"Saya ingin mereka juga terus berinvestasi di Jakarta dan menciptakan lapangan kerja walaupun mungkin ada historis diantara kita," kata Sandiaga. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Jual Online 50 Senjata Api Ilegal, Sindikat Pabrik Rumahan Untung Rp 3-5 Juta per Pucuk
Pabrik Senpi Rumahan Terbongkar, Belajar Merakit Sejak 2018 Mulai Dijual Online 2024
Marak Pejahat Bersenjata Api di Wilayah Polda Metro, Ternyata Banyak Dijual Online
Rocky Gerung Hingga Profesor Pencetus UU ITE Bakal Diseret ke Pusaran Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dapat SP3 dari Polda Metro Jaya, Roy Suryo Langsung Curiga
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Masuki Babak Baru, Berkas Roy Suryo Cs Dilimpahkan ke Kejaksaan
Polda Metro Jaya Bongkar Lab Narkoba Etomidate di Apartemen Pluit, 2 WNA China Ditangkap
Polisi Ngaku Belum Lakukan Pemeriksaan Saksi Atas Laporan ke Komika Pandji
Polda Metro Terima 3 Barang Bukti Laporan Pemidanaan Pandji: Flashdisk Hingga Rilis