Salah Kaprah Sedot Lemak untuk Turunkan Berat Badan
Sedot lemak bukan prosedur untuk menurunkan berat badan. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)
MerahPutih.com - Sering terdengar seseorang menempuh tindakan medis dengan liposuction alias sedot lemak untuk tujuan menurunkan berat badan. Padahal persepsi tersebut keliru, bahkan bisa dibilang salah kaprah.
Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekontruksi dan Estetik Qori Haly mengatakan tujuan sedot lemak sebetulnya bukan untuk menurunkan berat badan.
Menurut dia, sedok lemak dilakukan untuk mempermudah proses fisioterapi penderita obesitas, bukan untuk menurunkan berat badan pasien.
Qori menambahkan pasien dengan riwayat obesitas diinstruksikan mengambil tindakan liposuction karena biasanya mengalami nyeri lutut akibat beban tubuh mengacu rujukan dari divisi Ortopedi.
Baca juga:
"Beban berat tubuh yang besar menyebabkan penyangga anggota tubuh kita terganggu salah satunya lutut, itu biasanya akan diminta untuk mengurangi lemak dengan sedot lemak," katanya, saat acara Body Contouring untuk Tingkatkan Kualitas Hidup, di Klinik dr. Indrajana, Jakarta Pusat, Kamis (27/6).
Lebih jauh, Qori menjelaskan dengan menyedot lemak maka berkuranglah jumlah lemak, sehingga berdistribusi terhadap berkurangnya berat badan penderita obesitas.
Tak heran, kata Qori, dari situ sering dibuat kesimpulan salah kaprah kalau dengan sedot lemak tujuannya mengurangi berat badan.
"Kita hanya mengurangi lapisan lemak saja. Tapi lemak viseral yang di rongga perut kita enggak bisa kurang," tandasnya. (Tka)
Bagikan
Tika Ayu
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya