Saksi Ungkap Dua Anak Buah SYL Temui Waketum NasDem Ahmad Ali

Frengky AruanFrengky Aruan - Rabu, 24 April 2024
Saksi Ungkap Dua Anak Buah SYL Temui Waketum NasDem Ahmad Ali

Mantan Sespri Sekjen Kementerian Pertanian (Kementan), Merdian Tri Hadi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (MP/Ponco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mantan Sespri Sekjen Kementerian Pertanian (Kementan), Merdian Tri Hadi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Dalam kesaksiannya, Merdian membeberkan soal pertemuan antara Sekjen Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Kementan Muhammad Hatta, dan Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali. Pertemuan antara tiga orang tersebut terjadi saat KPK tengah mengusut kasus yang membelit SYL.

Baca juga:

SYL Copot Bawahan Ogah Bayar Tagihan Kartu Kredit Ratusan Juta

Awalnya, Ketua Majalis Hakim Rianto Adam Pontoh bertanya kepada Merdian soal ada tidaknya pertemuan dua petinggi Kementan dengan seorang politisi Partai NasDem. Merdian pun mengaku bahwa benar ada pertemuan.

"Pernah Yang Mulia (pertemuan)," ujar Merdian dalam persidangn di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/4).

"Di mana?" tanya hakim.

"Nama perumahaannya saya lupa tapi di daerah Jakarta Barat," jawab Mardian.

Tak cukup sampai di situ, Hakim Rianto kemudian bertanya soal sosok politisi NasDem yang bertemu dua petinggi Kementan. Mardian lantas menyebut nama Waketum NasDem Ahmad Ali.

"Saudara masih ingat nama anggota dewan dari partai NasDem?" tanya hakim memastikan.

"Pak Ahmad Ali," ucap Merdian.

Kendati menyebut adanya pertemuan antara petinggi Kementan dengan Ahmad Ali, tetapi dia tidak mengetahui soal apa yang dibahas tiga orang tersebut. Karena, Merdia tidak berada di ruang pertemuan melainkan hanya menunggu di area parkir kendaraan.

"Saudara masuk di rumah itu yang saudara bilang di Jakarta Barat?" tanya hakim.

"Saya menunggu di parkiran," tutur Merdian.

"Yang masuk ke dalam siapa?" tanya hakim melanjutkan.

"Pak Kasdi dan Pak Hatta," ucap Merdian.

"Apa yang mereka bicarakan tahu?" cecar hakim.

"Saya tidak tahu," ungkap Merdian.

Baca juga:

SYL Bayar Tagihan Kartu Kredit Rp215 Juta Pakai Anggaran Kementan

Hakim Rianto terus mendalami kesaksian Merdian dengan bertanya apakah ada pertemuan lanjutan selain di wilayah Jakarta Barat. Merdian pun menyebut ada pertemuan yang berlangsung di NasDem Tower.

"Kemudian, selanjutnya dari pertemuan itu pada bulan Juni 2023 ya, apakah ada tindak lanjut kemudian?" tanya hakim.

"Ada pertemuan selanjutnya di kantor DPP NasDem. Di Gondangdia Yang Mulia," ucap Merdian.

Namun, Merdian menyatakan dalam pertemuan berikutnya hanya dihadiri Kasdi Subagyo tanpa Muhammad Hatta.

"Coba saudara ingat. Waktu di NasDem Tower itu apakah terdakwa SYL ada di situ?" tanya hakim.

"Tidak ada," ucap Merdian.

Merdian mengaku tidak mengetahui persis sosok yang ditemui oleh Kasdi di NasDem tower. Dia hanya mengingat pertemuan itu berlangsung cukup singkat.

"Pak kasdi itu menghadap siapa?" tanya hakim.

"Saya tidak tahu," sebut Merdian.

Baca juga:

Saksi Mengaku Diminta Setor Uang Bulanan untuk Istri SYL Rp25 Hingga Rp30 juta

"Apakah masih menghadap Pak Ahmad Ali, pembicaraan awal atau sudah dengan ketua?" tanya hakim melanjutkan.

"Saya tidak tahu Yang Mulia, karena tidak ikut ke dalam Yang Mulia. Pak Kasdi dijemput di bawah, saya tidak ikut," pungkas Merdian. (Pon)

#Syahrul Yasin Limpo #KPK
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
KPK Sisir Dugaan Suap Eksekusi Lahan Tapos dari Vonis PN Depok Hingga MA
KPK dalami dugaan suap eksekusi lahan PN Depok, menelusuri proses sidang dari tingkat pertama hingga putusan inkracht MA
Wisnu Cipto - 5 menit lalu
KPK Sisir Dugaan Suap Eksekusi Lahan Tapos dari Vonis PN Depok Hingga MA
Indonesia
KPK Tetapkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Jadi Tersangka Kasus Suap Lahan
KPK menetapkan lima tersangka kasus suap sengketa lahan PT Karabha Digdaya di Depok, termasuk Ketua dan Wakil Ketua PN Depok.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Februari 2026
KPK Tetapkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Jadi Tersangka Kasus Suap Lahan
Indonesia
Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Terjaring OTT KPK, 7 Orang Diamankan
KPK menangkap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok dalam OTT, yang digelar Kamis (5/2). Sebanyak 7 orang diamankan dalam OTT ini.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Terjaring OTT KPK, 7 Orang Diamankan
Indonesia
PT Karabha Digdaya Milik Kemenkeu Terseret Kasus Suap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok
KPK menggelar OTT di Depok terkait dugaan suap sengketa lahan di PN Depok. Ketua dan wakil ketua PN Depok serta direktur PT Karabha Digdaya ikut diamankan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Februari 2026
PT Karabha Digdaya Milik Kemenkeu Terseret Kasus Suap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok
Berita Foto
KPK Tahan Tersangka OTT Importasi Barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi suap importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Orlando Hamongan dan Rizal Fadillah memakai rompi tahanan
Didik Setiawan - Jumat, 06 Februari 2026
KPK Tahan Tersangka OTT Importasi Barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Indonesia
KPK Ungkap Suap Impor di Bea Cukai, Oknum Diduga Terima Jatah Bulanan Rp 7 Miliar
KPK mengungkap adanya dugaan aliran uang suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Oknum diduga menerima jatah Rp 7 miliar.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
KPK Ungkap Suap Impor di Bea Cukai, Oknum Diduga Terima Jatah Bulanan Rp 7 Miliar
Indonesia
KPK Periksa Eks Menteri BUMN Rini Soemarno terkait Dugaan Korupsi Jual Beli Gas PGN
KPK memeriksa eks Menteri BUMN, Rini Soemarno. Hal itu terkait dugaan korupsi jual beli gas PGN.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
KPK Periksa Eks Menteri BUMN Rini Soemarno terkait Dugaan Korupsi Jual Beli Gas PGN
Indonesia
KPK semakin Sering Tangkap Pegawai Pajak serta Bea dan Cukai, DPR Ingatkan Pencegahan Harus Dilakukan
Tindakan KPK tersebut sebagai bukti komitmen dalam memberantas praktik korupsi, khususnya di sektor perpajakan yang selama ini dikenal rawan penyimpangan.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
KPK semakin Sering Tangkap Pegawai Pajak serta Bea dan Cukai, DPR Ingatkan Pencegahan Harus Dilakukan
Indonesia
Tersangka Bos Blueray Cargo John Field Lolos Saat Diciduk, KPK Ajukan Cekal
KPK meminta pemilik PT Blueray Cargo John Field menyerahkan diri setelah ditetapkan tersangka kasus suap dan gratifikasi impor barang KW di Bea Cukai.
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Februari 2026
Tersangka Bos Blueray Cargo John Field Lolos Saat Diciduk, KPK Ajukan Cekal
Indonesia
KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Impor di Bea Cukai, Barang Bukti Rp 40,5 Miliar Disita
KPK menetapkan enam tersangka kasus dugaan korupsi importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Penyidik menyita barang bukti senilai Rp40,5 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Februari 2026
KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Impor di Bea Cukai, Barang Bukti Rp 40,5 Miliar Disita
Bagikan